Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Bawahan Baru


__ADS_3

Saat ini, di sebuah ruang kosong yang sangat gelap tampak Bunggu yang sedang berdiri dengan ekspresi wajah yang tampak terkejut.


ruang kosong itu sangat gelap dan kesan-nya seolah berada di ruang hampa.


Bunggu yang tidak tahu apa yang terjadi kini langsung mengedarkan pandangan-nya ke segala arah untuk mencari tahu situasi saat ini seperti apa.


"di mana ini?.... apa ini perbuatan bocah itu?" batin Bunggu bertanya-tanya.


Tak lama setelah itu terdengarlah suara yang sangat familiar di telinga-nya.


"apa kau berniat membunuh pewaris kekuatan tuan-mu sendiri hah?!"


Suara itu adalah suara dari tuan Risiwuku, dan sebagai mahluk peliharaan tuan Risiwuku tentu saja Bunggu sangat mengenal suara itu meskipun sudah ratusan tahun berlalu sejak kematian tuan-nya. namun hal yang paling meyakinkan Bunggu bahwa itu adalah tuan-nya karena saat ini ia merasakan hawa kehadiran tuan Risiwuku di ruang kosong itu.


Bunggu yang mendengar perkataan itu kini langsung menunduk dan berlutut seolah sedang menghadap seorang raja.


"lama tidak bertemu tuan.... maaf, bisa jelaskan tentang perkataan tuan sebelum-nya?" tanya Bunggu yang saat ini masih menunduk.


"seperti yang ku ucap-kan barusan, anak yang kau hadapi saat ini adalah pewaris kekuatan-ku!.... namun saat ini ia masih sangatlah lemah." jelas tuan Risiwuku.


"mengapa anda tidak langsung memberi kekuatan anda kepada-nya agar ia bisa segera lebih kuat." tanya Bunggu dengan nada sopan.


"sebenar-nya aku ingin memberikan kekuatan-ku pada-nya sesegera mungkin, namun sayang-nya hal itu tidak bisa karena kemampuan-nya saat ini masih belum cukup.... jika aku memaksakan diri untuk memberi-nya kekuatan, pengetahuan serta ingatan-ku maka tubuh-nya tidak akan mampu menahan lonjakan kekuatan yang ku berikan, dan tentu-nya itu bisa membuat diri-nya mati dengan sia-sia." jelas tuan Risiwuku sekali lagi.

__ADS_1


"hmm.... begitu ya." jawab Bunggu yang masih menunduk.


"hei Bunggu, sejujur-nya saat ini aku tak bisa melindungi anak itu secara langsung.... bisa di bilang jika aku mengambil alih tubuh-nya sebentar saja maka kekuatan-ku akan terkuras habis dan tentu-nya itu tidak baik.... karena itulah aku selalu menyimpan kekuatan-ku sampai saat yang benar-benar mendadak seperti ini." ucap tuan Risiwuku.


"oleh karena itu, setelah aku melakukan pertemuan dengan-mu di ruang kosong ini, sudah jelas kekuatan-ku terkuras habis dan tak bisa melindungi anak ini untuk waktu yang cukup lama.... jadi mulai saat ini aku ingin kau menganggap bocah ini sebagai anak-ku dan setia-lah kepada-nya." jelas tuan Risiwuku.


"baiklah tuan.... jika itu keinginan anda maka akan saya laksanakan." jawab Bunggu sambil mengangkat wajah-nya dan menatap ke depan seolah tuan-nya itu ada di depan-nya.


Saat ini tuan Risiwuku sudah sangat banyak menggunakan energi-nya. hal itu di mulai dari mereinkarnasi Madika ke masa lalu, kemudian melindungi Madika saat bertarung dengan Niverom, dan kini melindungi Madika yang hendak di bunuh oleh naga peliharaan-nya.


"tapi ini di luar dugaan-ku." suara tuan Risiwuku mulai terdengar lagi di ruang kosong dan gelap gulita itu. "tidak ku sangka kau ternyata memiliki wujud manusia seperti ini." ucap tuan Risiwuku.


"sebenar-nya setelah 300 tahun sepeninggalan tuan, saya akhir-nya bisa mencapai tingkat master dalam penggunaan energi Arta, sehingga saya pun bisa menggunakan wujud manusia, dan inilah wujud manusia saya." ujar Bunggu menjelaskan namun masih tetap berlutut.


"begitu ya." balas tuan Risiwuku. "karena diri-mu yang saat ini sudah berada di tingkat master, maka aku akan menyerahkan anak ini pada-mu. lindungi-lah dia dan bantulah dia hingga mencapai tingkat master sama seperti-mu saat ini."


"jika dia sudah mencapai tingkat master, saat itulah aku akan langsung memberikan kekuatan, pengetahuan, serta ingatan-ku kepada-nya." jelas tuan Risiwuku.


"siap tuan.... aku akan melakukan yang terbaik." balas Bunggu dengan patuh.


"baiklah, kalau begitu sekarang aku pamit dulu.... Ki serahkan dia pada-mu." ucap tuan Risiwuku.


Setelah tuan Risiwuku selesai mengatakan hal itu, kini ruang kosong itu perlahan memudar dan kini tampak Madika yang masih di posisi-nya sebelum-nya, yakni sedang berusaha menghindar.

__ADS_1


Melihat hal itu, Bunggu pun dengan segera meningkat-kan panas api yang menyelimuti semua batu runcing yang melesat ke arah Madika. kini batu runcing yang hampir menghantam tubuh Madika seketika lenyap menjadi debu, dan api yang di gunakan Bunggu itu juga ikut lenyap seketika.


Hal itu pun kini membuat Madika terkejut sekaligus terheran-heran dengan apa yang terjadi barusan.


ia bingung apa yang membuat Bunggu menghentikan serangan-nya itu.


"a.... apa yang terjadi?" batin Madika bertanya-tanya.


Tak lama setelah itu Bunggu pun berjalan perlahan mendekati Madika. sementara itu, Madika yang melihat Bunggu berjalan ke arah-nya kini langsung tampak waspada dan segera pasang kuda-kuda bertarung.


Saat Bunggu tiba di hadapan Madika, Bunggu pun langsung menunduk dan berlutut di depan Madika.


"maaf atas kelancangan-ku tuan, aku tidak tahu jika anda adalah pewaris kekuatan tuan Risiwuku." ucap Bunggu dengan jujur dan meminta maaf. "Anda boleh memberi saya hukuman yang sepadan."


Mendengar ucapan Bunggu, tiba-tiba otak Madika langsung bekerja dengan cepat untuk mencerna maksud dari perkataan Bunggu, dan akhir-nya Madika pun tiba pada satu kesimpulan yang hampir tepat.


"seperti-nya naga ini adalah salah satu bawahan tuan Bunggu, sama seperti Kulimu!" batin Madika yang saat ini mendadak terlihat tenang namun dalam hati ada rasa senang yang tak ingin ia ekspresi-kan secara langsung.


"apa kah kau salah satu bawahan tuan Risiwuku?" tanya Madika memastikan.


"tidak tuan, lebih tepat-nya saya adalah peliharaan tuan Risiwuku.... saya telah di rawat oleh tuan Risiwuku sejak masih sangat kecil dan belum bisa menggunakan wujud manusia.... oleh karena itu, sebagai wujud penghargaan saya kepada tuan Risiwuku maka saya pun akan memenuhi permintaan tuan Risiwuku dan menjadi bawahan setia anda.... anda bisa memberi saya perintah apa pun." jelas Bunggu yang saat ini masih menunduk.


Mendengar penjelasan itu, tiba-tiba Madika tampak terkejut lagi, mata-nya terbelalak dan mulut-nya tampak menganga karena saat ini ia merasa seolah sedang bermimpi.

__ADS_1


ia benar-benar merasa senang saat ini, namun kesenangan itu berusaha ia tahan agar tak terlepas keluar.


Sementara itu, saat ini Bunggu benar-benar bersumpah untuk tetap setia kepada Madika. hal itu di karenakan diri-nya yakin bahwa tuan Risiwuku tidak mungkin mau menjadikan Madika sebagai pewaris-nya jika Madika adalah orang yang jahat. oleh karena itu, Bunggu pun merasa tidak masalah jika harus mengabdi kepada Madika.


__ADS_2