Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Madika Vs Ketua Sekte Balumba


__ADS_3

Saat ini si raja monster gorila milik Madika langsung terhempas dengan sangat kuat oleh serangan dari ketua sekte itu.


Tampak tubuh raja monster gorila itu menabrak dan menghantam banyak dinding tebal hingga hancur.


Tidak hanya itu saja, si monster gorila itu juga tampak hampir menabrak beberapa anggota sekte Balumba serta pasukan kera bayangan milik Madika yang sedang bertarung satu sama lain.


Di saat yang hampir bersamaan dengan terhempasnya raja monster gorila itu kini sebuah gelombang angin yang sangat kuat menghantam semua yang ia lalui.


Bahkan para anggota sekte serta para pasukan Madika semuanya terdorong oleh gelombang angin yang sangat kuat itu.


Sementara beberapa orang yang berada di kejauhan kini hanya bisa merasakan hentakan di udara saat mereka terkena sisa-sisa gelombang angin itu.


"Dih! Serangan si ketua sekte itu benar-benar sangat kuat! Seandainya tak ada Alfa dan omega di sini mungkin aku juga akan terkena hentakan dari gelombang angin miliknya." Ucap Madika dalam hati.


Sementara itu, raja monster gorila milik Madika itu kini terlihat perlahan lenyap, dan hingga akhirnya raja monster gorila itu pun sepenuhnya lenyap bagaikan debu yang di tiup oleh angin.


"Sepertinya itu batasan pusaka kristal raja gorila ya." Ucap Madika dalam hati.


Setelah Madika berkata seperti itu, kini Madika melihat ke arah ketua sekte dan tampak ketua sekte itu kini sudah lebih dulu menatap Madika.


Si ketua sekte kini terlihat menatap Madika dengan tatapan yang tajam serta penuh dengan aura mengintimidasi.


Melihat hal itu, Madika pun langsung berdiri dari duduknya dan dengan segera ia langsung memunculkan sayap anginnya.


Setelah itu ia pun terbang sedikit ke depan dan menjauh dari singgasana itu.


Madika saat ini tahu bahwa si ketua sekte sedang menargetkan dirinya, oleh karena itu Madika pun mencoba untuk bersiap melawan si ketua sekte itu sekarang juga.


"Alfa! Omega!... Kalian turunlah dan bantu yang lainnya untuk melawan para musuhku saat ini." Ucap Madika setelah beberapa kali menoleh dan menargetkan musuh untuk di lawan oleh Alfa dan omega.


"Baik tuan!" Jawab Alfa dan omega serentak dan setelah itu kedua harimau api itu pun melesat turun dan langsung bergabung dalam pertempuran yang sedang berlangsung di daratan saat ini.


Setelah Alfa dan omega turun ke bawah, kini Madika pun langsung memuncul-kan sebuah tongkat bayang di tangan kanannya.


Tongkat bayangan itu Madika bentuk seperti wujud sejati dari tongkat kaisar rotan api miliknya yang saat ini di ambil oleh sekte Balumba darinya.


Sementara itu, si ketua sekte yang melihat bentuk tongkat bayangan Madika itu seketika langsung melebarkan matanya seolah ia sedang terkejut dan menyadari sesuatu.


"Bentuk itu?!" Ucap ketua sekte yang terlihat seperti sedang mencoba mencerna sesuatu di otaknya.

__ADS_1


"Dari mana kau mengetahui bentuk itu?!" Tanya si ketua sekte itu dengan nada yang sedikit terdengar keras.


"Kau tak perlu tahu dari mana aku mengetahui bentuk ini... Lagi pula hal ini sama sekali tak ada hubungannya dengan kal...."


Seketika ucapan Madika terhenti karena ia kini terlihat melebarkan matanya seolah sedang menyadari sesuatu.


"Tunggu dulu.... Apa maksudmu bertanya seperti itu? Apa kau juga tahu tentang bentuk tongkat ini?" Tanya Madika karena saat ini ia merasa ada yang aneh dari perkataan si ketua sekte itu sebelumnya.


Si ketua sekte kini hanya diam sejenak, setelah itu ia mulai berbicara.


"Kau tak perlu tahu apakah aku mengenal bentuk itu atau tidak, lagi pula bentuk senjata itu adalah sebuah rahasia besar bagi sekte kami!" Ucap si ketua sekte.


"Rahasia?" Pikir Madika yang kini langsung menatap si ketua sekte dengan tatapan penasaran dan penuh kecurigaan.


Sementara itu, apa yang ketua sekte barusan bilang adalah suatu kebenaran karena hanya ketua sekte dan mantan ketua sekte sajalah yang mengetahui tentang tongkat kaisar rotan api yang saat ini sudah berada di tangan sang sesepuh sekte Balumba.


Berdasarkan tradisi di sekte Balumba, ilmu pengetahuan tentang senjata energi yang satu ini sudah di wariskan secara turun-temurun untuk para ketua sekte yang ada di sekte Balumba ini.


Sementara itu, untuk pemilihan ketua sekte di sekte ini juga sangat ketat dan syaratnya sama sekali tidak terbatas pada kekuatan saja, melainkan juga cara bertindak serta bisa di percaya dalam menjaga rahasia besar sekte, terutama tentang pengetahuan mengenai senjata energi, tongkat kaisar rotan api.


Sementara itu, Madika kini sudah tidak peduli lagi karena saat ini si ketua sekte sepertinya benar-benar tak mau mengatakan pada Madika tentang apa yang Madika ingin ketahui dari sekte ini.


"Ya sudahlah! Lagi pula aku juga tidak perlu memberitahukan-mu tentangku!" Ucap Madika dengan suara yang cukup tegas.


Tampak angin yang berbentuk aura dan berwarna putih kini membungkus seluruh tubuh ketua sekte sehingga tubuh ketua sekte kini seolah terlindungi oleh aura angin berwarna putih itu.


"Hanya melawan penggunaan Saga tingkat master sepertimu saja aku tak perlu senjata!" Ucap si ketua sekte yang kemudian melesat dengan sangat cepat ke arah Madika.


Madika yang bisa melihat pergerakan ketua sekte itu kini langsung menyiapkan dirinya untuk menahan serangan si ketua sekte tersebut.


Tak butuh waktu lama, kini si ketua sekte susah berada di depan Madika dan langsung melepaskan satu tinju yang sangat kuat ke arah Madika.


Namun Madika yang sempat melihat serangan itu kini langsung mengangkat tongkat-nya dan memblokir serangan tinju itu menggunakan tongkat bayangan miliknya itu.


Namun karena si ketua sekte jauh lebih kuat dari Madika, kini tinju si ketua sekte yang kini menghantam tombak itu pun langsung menghasilkan ledakan energi yang sangat kuat dan bersamaan dengan ledakan itu muncul gelombang angin yang luar biasa mendorong Madika hingga madika terhempas sangat kuat ke belakang.


Madika terkejut, dan dengan sekuat tenaga Madika berusaha menahan tubuhnya agar tidak terdorong lebih jauh lagi.


dengan bermodalkan sayap angin miliknya kini ia pun berhasil berhenti meskipun posisinya kini semakin jauh dari si ketua sekte.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya terkena pukulan dari orang yang lebih kuat darimu hah?" Ucap si ketua sekte itu sambil tersenyum tipis seolah mengejek dan meremehkan Madika.


"Kali ini kau tidak akan bisa menang seperti melawan klan petir karena tempat ini adalah sarangnya orang-orang berbakat dari seluruh kerajaan Doroko." Ucap ketua sekte itu lagi.


Sementara itu, Madika yang mendengar ucapannya kini hanya bisa menghela nafas panjang.


"Begitu ya... Sepertinya kau juga masih belum tahu siapa aku yang sebenarnya, tapi sebelum aku menunjukkan kekuatan asli-ku, bagaimana kalau kita pemanasan dulu?" Ucap Madika sambil memutar tongkat-nya itu.


"Pemanasan? Boleh juga!" Balas si ketua sekte itu sambil tersenyum licik.


Lalu si ketua sekte itu pun langsung mempersiapkan dirinya untuk melesat.


"Kalau begitu maka persiapkanlah dirimu!" Ucap ketua sekte itu.


Setelah berkata seperti itu, kini si ketua sekte pun langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Madika.


Saat si ketua sekte melesat, di belakang ketua sekte itu terjadi ledakan energi di sertai hentakan yang menggetarkan udara.


Dengan ledakan itu kini terjadi dorongan yang sangat kuat terhadap si ketua sekte, oleh karena itu si ketua sekte kini bisa melesat dengan sangat cepat ke arah Madika.


Madika terkejut karena kecepatan lesatan si ketua sekte saat ini sudah lebih cepat dari yang sebelumnya.


"Siapa! Ternyata kau bisa bergerak secepat ini!" Ucap Madika dengan nada yang sedikit kesal.


Meskipun kecepatan itu sangat cepat, namun dengan insting dan penglihatan Madika yang sudah semakin tajam kini Madika bisa merasakan dan sedikit melihat pergerakan si ketua sekte itu meskipun pergerakan yang bisa di lihat oleh Madika masih tampak samar-samar karena saking cepatnya di ketua sekte itu.


Ketua sekte itu terus melakukan hal yang sama berulang-ulang.


Ia melesat dengan memanfaatkan momentum dari ledakan yang ia buat saat melesat.


Ia kini melesat dari kiri ke kanan, dari kanan ke bawa, dari bawah ke belakang dan begitu seterusnya.


Si ketua sekte itu tidak langsung menyerang Madika, ia ingin membuat Madika kebingungan terlebih dahulu dan setelah itu barulah ia akan menyerang Madika saat Madika kebingungan dan mulai lengah.


Namun sayangnya hal itu bisa Madika antisipasi.


Madika kini mulai memutar-mutar tongkat bayangannya itu di udara dan setelah itu ia mulai membuat tongkat itu bergerak memanjang dan membesar sambil terus melakukan putaran-putaran tertentu di setiap jeda pembesaran dan perpanjangan tongkat itu.


Melihat hal itu, kini ketua sekte itu pun langsung terkejut untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


Ia tampak terkejut melihat jurus yang Madika gunakan saat ini.


"Siapa sebenarnya bocah ini?!" Ucap si ketua sekte bertanya-tanya dalam hatinya.


__ADS_2