Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kekuatan Si Udin (2)


__ADS_3

Saat ini Madika berhasil memblokir tebasan pedang si Udin mengguna-kan kedua pedang-nya yang ia silang-kan di depan-nya.


namun, tebasan pedang si Udin itu jauh lebih kuat dari yang Madika bayang-kan.


hal itu pun membuat Madika langsung terdorong sedikit ke belakang.


namun dengan segera Madika memperkuat pertahanan pedang serta tubuh-nya agar tak terdorong lebih jauh lagi.


Sementara si Udin tampak masih terus berusaha menekan pedang-nya di atas kedua pedang Madika.


lalu si Udin pun langsung menghentak-kan pedang-nya dengan sangat kuat dan seketika itu juga terjadi ledakan di antara pedang Madika dan pedang milik Udin.


Ledakan itu pun kini membuat pedang Madika langsung retak dan Madika pun terhempas ke udara.


Saat Madika terhempas di udara, Madika tampak berusaha untuk mencari posisi untuk mendarat ke lantai dengan cara memutar-mutar tubuh-nya di udara sambil melakukan sedikit gerakan menebas untuk mengimbangi pergerakan tubuh-nya saat di udara.


Sementara itu, si Udin kini langsung melesat ke arah Madika dengan sangat cepat, dan kini ia pun tiba di samping Madika yang masih berada di udara itu.


ia kemudian menebas-kan pedang-nya ke arah Madika secara vertikal ke bawah.


Madika yang menyadari hal itu langsung mengguna-kan empat kaki semut milik-nya untuk menahan tebasan pedang itu dan saat tebasan pedang itu berhasil di blokir oleh kaki pusaka ratu semut-nya kini ia langsung menebas-kan pedang-nya ke arah perut si Udin.


Namun sayang-nya tebasan Madika itu sama sekali tidak menyentuh tubuh si Udin.


tampak tebasan pedang Madika langsung melambat saat masuk ke wilayah aura biru yang menyelimuti tubuh si Udin.


Aura biru itu tampak membuat tebasan pedang Madika melambat hingga akhir-nya berhenti sebelum menyentuh tubuh si Udin.


Meskipun begitu, kini Madika terlihat tetap berusaha mendorong pedang-nya untuk menebas tubuh si Udin.

__ADS_1


namun sayang-nya dorongan Madika sama sekali tidak membuat pedang itu bergerak dan mendekati ke tubuh si Udin.


"percuma saja bocah!!" ucap Udin dengan tegas dan kemudian memandang rendah Madika. "kau tidak akan bisa menembus aura-ku sekuat apa pun kau berusaha!!.... sadarilah posisi-mu bocah!!" bentak-nya sambil menghentak-kan tubuh-nya dan membuat aura-nya semakin kuat dan meluap serta langsung memberikan efek hentakan di udara yang kini membuat Madika langsung terdorong ke belakang akibat hentakan dari energi yang di hasil-kan oleh aura si Udin.


Melihat Madika yang terhempas ke belakang, kini si Udin pun langsung melesat lagi ke arah Madika dan dengan segera ia menebas-kan pedang-nya secara horizontal ke kanan.


Namun Madika langsung mengayun-kan kedua pedang-nya ke samping untuk menahan tebasan si Udin, dan tebasan pedang Udin pun berhasil di tahan oleh Madika.


Tidak cukup sampai di situ saja, kini si Udin langsung bergerak cepat ke samping Madika.


namun Madika yang menyadari-nya kini langsung memutar tubuh-nya sambil melesat-kan tebasan angin ke arah si Udin.


Udin pun langsung menghindar dengan cara memutar tubuh-nya ke samping dan kemudian langsung menebas ke arah Madika.


Madika tidak tinggal diam saja, ia kini langsung melompat cukup jauh ke belakang sambil menyimpan kembali pedang energi milik-nya itu.


"pedang ini sudah banyak mengalami retak!.... jika terus di gunakan, bisa-bisa akan hancur dan tak bisa di pulih-kan lagi!" batin Madika saat melihat kedua pedang-nya itu kini mengalami beberapa retakan.


Madika pun kini langsung menunduk untuk menghindari tebasan pedang si Udin.


namun Udin tidak berhenti di situ saja.


ia kini langsung memutar tubuh-nya dan menendang Madika sekuat tenaga.


Madika pun melihat tendangan yang mengarah pada-nya, dan dengan cepat Madika langsung menahan tendangan itu mengguna-kan tangan-nya.


Namun karena tendangan itu benar-benar sangat kuat, kini Madika terdorong ke belakang. namun karena ia masih bisa mempertahan-kan posisi agar tubuh-nya tidak terjatuh kini kaki-nya pun saling bergesekan dengan lantai saat diri-nya terdorong ke belakang.


Di saat Madika terdorong ke belakang, kini Madika pun mengguna-kan kesempatan itu untuk memuncul-kan sebuah pedang di tangan kanan-nya.

__ADS_1


pedang itu adalah pusaka raja semut yang ia dapat-kan saat berhasil mengalah-kan raja monster semut.


Baru saja Madika berhasil memuncul-kan pusaka raja semut, kini Udin kembali melesat ke arah Madika dan langsung menebas-kan pedang-nya ke arah Madika dengan pola memutar.


Namun Madika kini langsung mengangkat pedang-nya mengguna-kan dua tangan untuk menahan tebasan tersebut.


hal itu pun membuat pedang Udin langsung berhantaman dan menghasil-kan percikan petir yang sangat besar di sertai ledakan yang cukup kuat.


Madika kini sedikit terdorong oleh tekanan energi yang di hasil-kan oleh ledakan itu.


namun dengan cepat Madika menusuk-kan kaki semut di punggung-nya itu ke tanah untuk menahan tubuh-nya agar tidak terdorong, sehingga kini Madika pun bisa berdiri dengan kokoh dan menahan pedang Udin dengan baik.


Udin yang melihat hal itu tentu-nya merasa sedikit kesal saat Madika berhasil menahan dorongan pedang-nya.


lalu Udin yang masih mendorong pedang-nya ke arah Madika yang masih bertahan dengan posisi memblokir serangan kini langsung menghentak-kan pedang-nya dengan sangat kuat sambil meningkat-kan kekuatan aura yang mengelilingi tubuh-nya.


Seketika itu juga ledakan energi terjadi di antara pedang Madika dan pedang Udin.


ledakan energi itu menghasil-kan gelombang energi yang cukup kuat yang bergerak meluas dan menghantam dinding-dinding di sekitar.


bahkan hentak-kan aura yang menghasil-kan ledakan itu kini membuat dorongan pedang Udin semakin kuat sehingga lantai yang di pijaki oleh Madika kini hancur dan tampak turun.


puing-puing lantai itu kini berhamburan dan di terbang-kan oleh gelombang energi yang sangat kuat itu.


Meski-pun demikian, tampak Madika masih bisa bertahan, dan hal itu membuat si Udin semakin kesal.


"bocah sial@n!!" bentak si Udin dengan suara keras sambil terus meningkat-kan kekuatan pedang-nya.


Sementara itu Madika kini hanya bisa berusaha untuk menahan serangan si Udin, sejujur-nya ia sedikit kesulitan menahan serangan si Udin saat ini karena memang kesenjangan antara tingkat Elite dan grand master memang cukup jauh.

__ADS_1


jika seandai-nya Madika tidak memiliki senjata pusaka, bisa di pasti-kan Madika sudah kalah sejak tadi.


"kalau sudah seperti ini maka sebaik-nya aku pikir-kan strategi yang bagus untuk membunuh orang ini!!" ucap Madika dalam hati.


__ADS_2