Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Perlawanan Emi dan Nia


__ADS_3

Saat ini, Nia berhasil membuat Sigo menjauh dari ayah-nya yang akan di eksekusi mati oleh Sigo.


Sigo yang sebelum-nya menebas ke arah Tago dan langsung di tahan oleh pedang energi milik Nia kini langsung melompat mundur karena Nia segera menebas-kan pedang energi-nya itu ke arah Sigo.


Di sisi lain, semua orang yang melihat hal itu langsung terkejut karena ternyata Nia bisa lepas dari tekanan aura Saga milik para ksatria penjaga yang di tugas-kan untuk mengatasi kegaduhan sebelum-nya.


Memang pada dasar-nya kekuatan aura Saga yang di gunakan oleh para ksatria penjaga itu sebenar-nya tidak terlalu kuat, namun itu sudah cukup untuk mengekang para masyarakat sipil yang tak memiliki kekuatan Saga serta membuat mereka tidak berani berbuat macam-macam.


Namun, bagi beberapa pengguna Saga lain-nya seperti Nia maupun Emi, mereka tentu-nya masih bisa melepas-kan diri dari tekanan aura Saga itu karena tekanan itu tidak seberapa bagi mereka.


"hei bocah.... kau ternyata berani datang juga ke tempat ini." ucap Sigo yang tampak melebar-kan senyum-nya.


"padahal ku dengar kemarin kau berhasil kabur, tapi tidak ku sangka kau dengan bodoh-nya datang membawa nyawa-mu sendiri ke sini.... hahahaha.... bodoh sekali!" ucap Sigo yang kemudian tertawa terbahak-bahak mengejek Nia.


"diam kau!.... aku akan membunuh-mu sekarang juga!!" bentak Nia yang terlihat berusaha untuk berdiri dengan tegas dan tanpa keraguan.


"Nia!... apa yang kau lakukan di sini?!.... cepat pergi sebelum kau juga di bunuh oleh mereka!!" teriak Tago saat melihat putri-nya itu yang sedang mengarah-kan pedang-nya kepada Sigo.


"aku tidak akan lari!" balas Nia dengan tegas tanpa menoleh pada ayah-nya.


"aku tidak akan pernah lari!.... lebih baik aku juga mati daripada hidup dan menyesali diri-ku yang tak bisa melakukan apa-apa untuk membantu-mu!" ucap Nia yang tampak mulai menetes-kan air mata-nya.


Nia tentu-nya tidak-lah bodoh.


ia sendiri juga tahu bahwa diri-nya bukan-lah lawan yang sepadan dengan Sigo.


namun, meski-pun ia yakin ia akan kalah, namun ia tetap akan berusaha untuk melawan daripada harus melihat ayah-nya di bunuh di depan mata-nya dan diri-nya malah tidak berani berbuat apa-apa.


"hahahaha anak ini benar-benar bodoh!!" teriak Sigo dan menertawai Nia.

__ADS_1


"diam kau bangs@t!!" bentak Emi yang kini melesat ke arah Sigo sambil menebas-kan pedang api yang berkobar-kobar di tangan-nya.


Seketika Sigo yang menyadari hal itu langsung bergerak dua langkah ke belakang untuk menghindari serangan Emi.


"orang bodoh!" ucap Sigo yang kemudian langsung menebas-kan pedang-nya ke arah Emi yang mendarat tepat di depan-nya setelah gagal menebas diri-nya.


Namun tebasan yang di layang-kan oleh Sigo pada Emi kini di tahan oleh Emi dengan cara memutar tubuh-nya sambil mengguna-kan pedang-nya untuk menahan pedang Sigo yang mengayun dari atas ke bawah.


Saat pedang Sigo berhasil di tahan oleh-nya, kini dengan cepat ia langsung menendang perut Sigo.


Hal itu pun membuat Sigo terlempar cukup jauh ke belakang.


Di sisi lain, Nia yang saat ini sedang berada dekat ayah-nya kini dengan segera mencoba untuk membebaskan ayah-nya yang di ikat mengunakan rantai di sebuah tiang yang ada di tempat itu.


Namun belum sempat ia membebas-kan ayah-nya, kini beberapa ksatria penjaga langsung menyerang ke arah Nia mengguna-kan elemen api.


Beberapa tebasan api melesat ke arah Nia, dan Nia yang menyadari akan hal itu kini langsung melompat ke belakang sambil menebas beberapa lengkungan angin yang melesat ke arah-nya.


"Nia!.... lebih baik kau dan Emi segera pergi menjauh dari tempat ini!" ucap Tago dengan ekspresi khawatir.


"ayah-mu benar Nia!.... jangan pedulikan kami!.... kalian berdua masih memiliki masa depan yang panjang!" timpal Liga yang berada di samping Tago.


Sementara itu, orang-orang yang saat ini berada di alun-alun kota itu kini langsung gaduh lagi.


namun karena mereka di kekang oleh aura Saga jadi-nya mereka pun tak bisa berbuat apa-apa.


padahal dalam hati mereka, mereka semua ingin menjauh dari tempat ini karena bisa saja pertarungan para ksatria Saga itu akan berimbas pada mereka dan membuat mereka terluka akibat serangan-serangan nyasar.


Beberapa saat kemudian, Nia yang berusaha bertahan melawan beberapa ksatria penjaga kini di tabrak dari belakang oleh Emi yang sedang terhempas akibat serangan dari Sigo.

__ADS_1


Serangan yang di lancar-kan oleh Sigo adalah serangan pedang meteor, serangan ini hampir mirip dengan serangan bola api namun kekuatan-nya jauh lebih kuat serta bentuk dari bola api-nya juga berbeda.


Serangan itu tepat mengenai tubuh Emi dan membuat Emi terhempas dan menghantam Nia dari belakang.


hal itu pun membuat Emi dan Nia langsung terkapar di atas tanah.


Namun karena Nia yang sedari tadi masih bisa bertahan melawan beberapa ksatria penjaga, kini Nia pun langsung berdiri dan mencoba membantu Emi untuk berdiri.


Belum sempat Nia menggenggam tangan Emi, tiba-tiba sebuah serangan meteor api yang dua kali lebih besar dari yang terkena Emi sebelum-nya kini melesat ke arah Nia dan Emi.


Nia pun langsung terkejut dan dengan terburu-buru ia mengguna-kan sebuah perisai angin untuk melindungi diri-nya dan Emi yang masih duduk di atas tanah saat ini.


Serangan meteor api itu pun langsung menghantam perisai angin milik Nia dan hantaman dari meteor api itu kini menghasil-kan ledakan yang cukup kuat dan membuat tempat di sekitaran area ledakan itu di penuhi oleh kepulan asap yang tebal sehingga Nia dan Emi yang berada di dalam kepulan asap itu jadi tidak terlihat dari luar.


Tak lama setelah itu, kini kepulan asap itu mulai menghilang, dan saat sudah menghilang, kini terlihat sosok Nia dan Emi yang tampak sedang menatap ke arah Sigo dengan ekspresi wajah yang tampak terkejut.


Hal itu di karenakan saat ini Nia dan Emi ternyata berada di sebuah perisai setengah lingkaran yang tercipta dari Saga tipe angin.


namun itu bukan-kah perisai angin buatan Nia karena perisai angin buatan Nia itu langsung hancur begitu saja saat terkena serangan meteor api dari Sigo.


Sebelum-nya, saat perisai milik Nia itu hancur begitu saja, seketika Nia langsung putus asa dan mengira diri-nya akan segera berakhir dengan cara ini.


namun, hal mengejut-kan terjadi ketika di hadapan mereka tiba-tiba terbentuk sebuah perisai angin Setengah lingkaran yang langsung menutupi mereka berdua.


"ap.... apa yang terjadi?" ucap Nia dan Emi yang saat ini tengah terduduk lemas di atas tanah yang masih di lindungi oleh perisai setengah lingkaran.


Semua orang yang ada di tempat itu tentu-nya juga ikut terkejut saat melihat Nia dan Emi ternyata masih baik-baik saja di dalam sebuah perisai angin.


Namun yang paling mengejut-kan lagi ketika mereka mendengar sebuah suara menggelegar datang dari langit.

__ADS_1


Kini seorang pria dengan jubah hitam sedang melayang di atas mereka semua sambil berdiri tegap di atas sebuah pedang angin yang melayang di udara.


pria itu adalah Madika yang sedang mengguna-kan topeng penyamaran serta jubah penyamaran milik-nya.


__ADS_2