
Saat ini Ntau tampak masih terus berusaha untuk meyakinkan diri agar bisa tetap maju dan melawan Freon meskipun diri-nya sendiri menyadari perbedaan kekuatan mereka.
"tetaplah tenang Ntau!.... kau pasti bisa!.... ingatlah!.... Madika dan Natalia pernah menang melawan orang yang tingkat saga-nya lebih tinggi dari mereka!" batin Ntau yang berusaha menyemangati diri-nya sendiri.
"tchi..... dia benar-benar keras kepala!.... apa perlu ku akhiri saja agar lebih cepat?" batin Freon.
Baru saja berpikir seperti itu, kini sebuah tombak es melesat ke arah Freon.
melihat tombak itu, Freon dengan segera langsung menghindari serangan tombak itu sehingga tombak itu kini menghantam tanah dan membuat tanah di sekitar-nya menjadi retak.
melihat hal itu, Freon pun langsung terkejut dengan mata yang terbelalak.
Tak lama setelah itu kini tampak ada begitu banyak tombak es yang sama dengan yang sebelum-nya.
Freon langsung menengadah ke atas. beberapa meter di atas kepala-nya tampak ada begitu banyak tombak es.
Setelah melihat tombak es yang sangat banyak itu, kini Freon langsung menoleh ke arah Ntau.
"jadi tombak yang pertama hanya pengalihan perhatian agar aku tak segera menyadari serangan tombak yang sebanyak ini?" batin Freon.
"kali ini aku pasti bisa mengalahkan-nya!" batin Ntau dengan ekspresi yang penuh harap.
Kini Freon kembali menengadah ke atas. ia melihat saat ini tombak es dalam jumlah yang sangat banyak itu kini semakin dekat dengan-nya.
Meskipun begitu, diri-nya tampak sama sekali tidak khawatir. ia justru terlihat sedang tersenyum tipis seolah serangan dari Ntau hanyalah hal kecil bagi-nya.
"benar-benar serangan yang sia-sia." ucap-nya dengan suara yang hampir tidak terdengar.
__ADS_1
Lalu Freon segera mengangkat tangan kanan-nya dengan posisi telapak tangan terbuka.
seketika terbentuk sebuah lingkaran angin yang cukup besar di atas-nya.
lingkaran angin itu berdiameter dua puluh meter.
Saat tombak es milik Ntau jatuh mengenai lingkaran itu, tombak itu pun langsung hancur berkeping-keping sebelum menyentuh tanah.
bahkan kepingan-kepingan dari tombak yang hancur itu tak satu pun mengenai Freon karena kepingan-kepingan itu di hempaskan oleh angin yang berada di sekitar lingkaran itu.
Melihat hal itu, Ntau pun tampak makin kesal.
"sial!.... masih belum berhasil juga!" batin-nya dengan pandangan yang tampak risih menatap Freon.
"kalau begitu aku harus menggunakan kekuatan terkuat-ku sekarang!.... meskipun ini akan menguras semua Saga-ku, aku tetap akan bertaruh untuk satu teknik ini!" ucap-nya lagi dalam hati.
lalu dengan segera ia menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan yang berbeda.
setelah itu ia langsung menunduk-kan sedikit tubuh-nya dengan posisi kaki terbuka lebar.
kaki kanan-nya berada di depan dan kaki kiri-nya berada di belakang.
setelah itu ia langsung pasang kuda-kuda bertarung.
Saat ia tampak sudah siap dengan kuda-kuda bertarung-nya, tiba-tiba hawa dingin yang sangat kuat merembes keluar dari dalam tubuh-nya.
hawa dingin itu tampak menjalar ke segala arah melalui perantara udara.
__ADS_1
Melihat hawa dingin itu, kini banyak penonton yang mulai penasaran. hal itu karena mereka belum mengetahui tentang hawa dingin yang keluar dari tubuh Ntau.
Di sisi lain, Madika yang mengetahui tentang hawa dingin itu kini terlihat sedang menyilang-kan kedua tangan-nya di depan dada sambil memandang Ntau dengan tatapan menilai.
"rupa-nya begitu.... jadi ini ya alasan kenapa Ntau masih ngotot untuk tetap melakukan perlawanan." ucap Madika.
"aku masih bingung, sebenar-nya hawa dingin itu sekuat apa?" tanya Aurel yang saat ini duduk di samping Madika sambil menatap wajah Madika yang sedang serius menatap ke depan.
"teknik 'hawa dingin' adalah teknik yang cukup merepotkan untuk di hadapi jika pengguna-nya sanggup mengendalikan-nya dengan baik.... teknik ini menitik beratkan kemampuan pada pembekuan area.... dengan teknik ini, pengguna-nya bisa bebas membekukan apa saja tanpa perantara karena energi dingin untuk pembekuan-nya sendiri sudah tersebar di udara.... jadi, saat pengguna-nya ingin membekukan target, maka ia tak perlu menyerang menggunakan es karena diri-nya bisa membekukan target secara langsung tanpa harus menggunakan serangan es lagi." jelas Madika.
"itu terdengar sangat menakutkan..... berarti, selama target berada dalam jangkauan hawa dingin-nya, maka target bisa langsung ia bekukan begitu saja tanpa harus banyak melakukan perlawanan?" balas Ariel memastikan.
"ya benar!.... seperti itulah kemampuan sejati teknik 'hawa dingin'" jawab Madika
"luar biasa.... ternyata ada teknik semacam itu." balas Ariel yang kemudian kembali menoleh ke arena pertarungan.
Sementara itu, tuan Samon yang saat ini melihat teknik yang di miliki oleh Ntau kini terlihat tertawa kecil.
"hahaha.... sudah lama sekali aku tidak melihat teknik ini.... seperti-nya siswa-siswa akademi Walawatu ini memang tempat berkumpul-nya para jenius.... hahahaha luar biasa." ucap tuan Samon memuji dengan ekspresi senang.
"Anda benar tuan.... aku sendiri merasa terkejut setelah melihat semua ini." timpal pengawal pribadi tuan Samon yang berada di sebelah kiri.
"meskipun kemampuan teknik hawa dingin terbilang luar biasa, namun bukan berarti tak ada kelemahan." ujar tuan Samon.
Dari kejauhan Madika memberi penjelasan pada Ariel dan penjelasan-nya secara tidak sengaja nyambung dengan pembicaraan tuan Samon.
"kelemahan teknik hawa dingin berada pada pengguna-nya itu sendiri..... sebagaimana yang kita ketahui, teknik hawa dingin adalah teknik yang memunculkan hawa dingin melalui tubuh si pengguna.... umum-nya orang-orang akan mengira bahwa hawa dingin itu adalah perwujudan Saga, atau bisa di bilang energi Saga dingin.... namun pada kenyataan-nya bukan-lah demikian.... yang sebenar-nya terjadi adalah, saat teknik itu aktif, seluruh tubuh akan masuk dalam mode beku, dengan kata lain, es akan segera mengambil alih tubuh pengguna-nya.... dan jika pengguna-nya semakin lama menggunakan teknik ini, maka si pengguna akan mati sebelum mencicipi manis-nya kemenangan." jelas Madika panjang lebar. "kalau saja dia itu seorang pengguna dua Saga dan secara beruntung memiliki elemen api, maka teknik ini sudah di pastikan tidak akan membunuh-nya, dan dia bisa menggunakan teknik hawa dingin itu lebih lama dan leluasa." lanjut-nya.
__ADS_1
Tak lama setelah Ntau mengaktifkan teknik hawa dingin-nya, kini Freon tampak mengubah arah lingkaran angin milik-nya. ia kini mengarahkan lingkaran angin itu ke arah Ntau berada, dan kemudian dari dalam lingkaran angin itu muncul secara perlahan sebuah pedang yang sangat besar dengan ukuran kira-kira sepuluh meter panjang-nya.