Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Tiga Tetua Turun Tangan


__ADS_3

Kini tiga tetua bersatu untuk melawan Madika seorang diri.


Tetua Lingka yang terus menyerang Madika dari bawah tampak sangat bersemangat untuk menghajar Madika.


Sementara tetua Rionda kini melesat dengan sangat cepat menggunakan pedang untuk bisa terbang ke arah Madika.


Lesatan pedang yang di kendarai tetua Rionda sangatlah cepat.


berbeda dari kecepatan lesatan pedang yang biasanya orang-orang gunakan.


Mungkin itu di karenakan tetua Rionda adalah tingkat Epic, jadi wajar saja jika jurus-jurusnya lebih kuat dari orang biasa yang berada di tingkat Epic ke bawah.


Di dunia ini, tingkat Epic adalah tingkatan yang sudah termasuk tingkat tertinggi yang bisa di capai oleh manusia.


Hal itu di karenakan sejak berakhirnya zaman di mana para ksatria legendaris hidup, sejak saat itu tidak satu pun manusia di dunia ini bisa mencapai tingkat legendaris.


Hal itu pun membuat sebuah rumor beredar bahwa untuk menjadi ksatria legendaris tidak hanya membutuhkan bakat dan kekuatan saja, melainkan juga sebuah keberuntungan.


Namun selama ini tidak ada satu pun orang yang beruntung untuk bisa mencapai tingkat legendaris tersebut.


Selain itu, di atas tingkat legendaris masih ada tingkat absolute, dan ini yang sebenarnya merupakan tingkat tertinggi di antara semua tingkatan, karena di tingkat ini tidak ada batasan untuk sebuah level yang di peroleh.


Namun sayangnya, hal ini merupakan sesuatu yang sangat mustahil karena selama ini tingkatan itu hanya ada dalam sebuah sejarah dan belum ada pembuktiannya.


Namun berdasarkan cerita-cerita kuno, dahulu para ksatria legendaris pernah mengakui bahwa tingkatan yang seperti itu memang ada, namun hal itu adalah hal tersulit di dunia karena kekuatan tingkat absolute itu sudah sangatlah kuat.


Di rumorkan bahwa satu jentikan jari seorang ksatria absolut bisa menghancurkan lebih dari sepuluh alam semesta yang berada di luar alam semesta mereka saat ini.


Saat ini Madika sedang di serang secara bertubi-tubi oleh tiga tetua itu.


Madika tampak sedikit kesulitan dan mulai kerepotan karena serangan para tetua itu.


Namun sebenarnya para tetua itu saat ini masih belum menggunakan 100% kekuatannya, bahkan 50% pun masih belum di gunakan.


Mereka bertiga seolah sedang mempermainkan Madika dan mencoba menunjukkan perbedaan kekuatan mereka pada Madika.


"Kau tidak akan bisa menang bocah." Ucap tetua Akina dengan ekspresi tenang.


"Benarkah begitu?" Tanya Madika yang kini hanya tersenyum tipis sambil menghindari sebuah serangan laser petir dari tetua Rionda.


Sementara itu, para anggota klan yang melihat hal itu kini langsung terlihat kagum.

__ADS_1


Mereka semua mulai memberikan dukungan penuh pada tiga tetua klan mereka.


"Luar biasa!"


"Kuat sekali!"


"menyerang dengan anggun dan elegan, namun menakutkan seperti singa!" Ucap salah satu petinggi memuji tetua mereka.


"Hahaha... Bagaimana bocah?!... Apa sekarang kau paham dengan situasi mu hah?!" Ucap tetua Lingka yang tampak bersemangat untuk menghabisi Madika.


"Situasi apa yang kau maksud?" Tanya Madika sambil tersenyum licik seolah meremehkan para tetua itu.


Sementara para tetua yang mendengar ucapan Madika itu kini jadi semakin kesal.


Madika yang saat ini masih terbang melayang di udara langsung di serang lagi menggunakan serangan jarak jauh hingga akhirnya salah satu serangan mereka tidak sempat di hindari oleh Madika.


Alhasil Madika pun terpaksa harus memasang lima perisai angin untuk menahan serangan itu.


Namun akhirnya serangan itu tetap mengenai Madika dan langsung meledak begitu saja hingga menghasilkan kepulan asap tebal yang kini menutupi Madika.


Bersamaan dengan suara ledakan itu langsung di ikuti dengan suara sorakan para para ksatria Saga klan petir yang sedang menyaksikan pertarungan itu.


Namun sayangnya mereka sama sekali tidak langsung menyadari kalau Madika sebenarnya masih dalam belum di kalahkan.


Hingga akhirnya Madika pun langsung menggunakan langkah angin biasa untuk menyingkirkan semua asap yang menyelimuti dirinya saat ini.


Seketika itu pun kepulan asap tebal langsung terhempas oleh gelombang angin dari langkah angin Madika.


Melihat Madika yang masih baik-baik saja dan hanya mengalami luka ringan saja kini membuat para anggota klan yang menyaksikan pertarungan itu kini langsung terkejut.


Namun beberapa dari mereka bisa langsung tahu bahwa hal itu bisa terjadi karena sebelumnya Madika memperlambat serangan menggunakan lima perisai, dan setelah itu Madika langsung menggunakan perisai tak terlihat yang merupakan pertahanan terkuat yang di miliki oleh para pengguna Saga angin.


Namun hasilnya Madika tetap terluka meskipun lukanya sudah berhasil di minimalisir.


Jika seandainya yang menyerang Madika adalah orang yang setingkat dengannya, maka serangan orang itu tidak akan bisa melukai Madika karena pertahanan dari perisai transparan itu memang merupakan pertahanan terkuat.


"Sial!... Kalau sudah seperti ini sebaiknya langsung ku gunakan saja kemampuan itu!" Ucap Madika sambil memegang dadanya yang saat ini sedang terluka.


Selain luka luar, Madika juga terserang luka dalam akibat serangan yang meledak barusan.


Lalu Madika pun kini melepaskan tangannya dari dadanya.

__ADS_1


Ia kemudian mulai melupakan kembali tubuhnya agar berdiri tegak.


Setelah itu ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dari mulut.


Kini ekspresi Madika kembali datar dan penuh dengan ketenangan.


Melihat hal itu, para tetua jadi sedikit kagum dengan sikap Madika yang bisa tenang dalam menghadapi situasi seperti ini.


"Bocah ini memiliki ketenangan yang luar biasa!" Ucap tetua Rionda memuji Madika.


"Jika bocah ini terus berkembang, maka dalam waktu tiga atau empat tahun ke depan kemungkinan ia bisa naik ke tingkat Epic dan akan menjadi orang termuda di tingkat Epic!" Sanggah tetua Akina.


"Kalau begitu ayo bunuh dia sekarang sebelum dia jadi lebih kuat dan lebih angkuh lagi!" Timpal tetua Lingka yang bersemangat ingin membunuh Madika.


"Membunuhku?" Ucapan Madika sambil menunjukkan seringai licik di wajahnya.


"Sebelumnya kalian bilang bahwa aku masih belum menyadari posisi ku bukan?... Kalau begitu sekarang mari kita balik keadaan ini!" Ucap Madika dengan suara dingin namun terdengar oleh semua orang.


Lalu Madika pun mengangkat tangan kanannya ke udara.


Setelah itu ia pun langsung menjentikkan jarinya.


~CLAAKK!!~


"DOMAIN BADAI KEHANCURAN!!"


Suara Madika terdengar menggelegar saat menyebutkan nama domain miliknya.


Bahkan para anggota klan yang sedang menyaksikan hal itu langsung merinding saat mendengar suara Madika yang terdengar menggelegar tersebut.


Sementara itu, para tetua pun kini langsung menatap Madika sambil membelalakkan mata mereka dengan ekspresi tidak percaya.


"Bocah ini!!"


Tetua Lingka tampak sangat kesal.


"Sebenarnya berapa banyak jurus langka yang ia miliki?!" Timpal tetua Akina.


Seketika itu pun terjadilah badai angin yang berhembus kencang.


Seketika itu pula ketiga tetua yang ada di tempat itu langsung menghilang dan masuk ke dalam wilayah domain milik Madika bersama dengan Madika di dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2