Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kekalahan Freon


__ADS_3

Ketika serangan gelombang angin yang di hasilkan oleh langkah dewa angin telah berhenti, kini para penonton langsung bersorak meneriaki kemenangan Madika melawan Gino.


"benar-benar luar biasa!"


"padahal masih tingkat atas tapi benar-benar sudah menguasai jurus tingkat dewa!"


"benar-benar orang yang berbakat!"


"bahkan perisai yang di buat para guru pun tidak berarti di hadapan jurus-nya!"


"benar!"


"lebih-lebih lagi serangan bor petir Gino.... serangan yang sebelum-nya terlihat sangat ganas tapi di hadapan Madika jadi seperti tisu yang terbakar."


"kau benar!.... jurus tingkat dewa memang berada di level yang menakutkan!"


Berbagai ocehan para penonton kini terdengar memenuhi stadion.


ocehan yang bercampur suara sorakan para penggemar Madika kini terus menggema di stadion itu.


Sementara itu, Madika pun kini menoleh ke tempat Ariel duduk saat ini.


ia melihat saat ini Ariel tampak sedang tersenyum manis ke arah-nya.


Madika pun membalas senyuman Ariel itu.


Sementara itu, Natalia yang saat ini duduk bersama Lili langsung pasang ekspresi terkejut karena tidak menyangka bahwa jurus Madika itu memang berada di tingkat yang lebih tinggi dari jurus-jurus yang ia pelajari dari kedua orangtua-nya.

__ADS_1


"yang benar saja!" batin Natalia sambil menggertak-kan gigi-nya serta mengepalkan tangan-nya.


Di sisi lain, Lili yang mengerti kekhawatiran Natalia kini langsung menepuk bahu Natalia.


"sekarang pikirkan-lah baik-baik, apakah kau yakin bisa mengalahkan-nya atau tidak.... sekarang dia sudah menunjuk-kan kekuatan terkuat-nya, atau bahkan mungkin belum semua ia tunjuk-kan.... anak yang berbakat seperti Madika, kerajaan kalian pasti akan sangat membutuhkan-nya!" ucap Lili mengingat-kan Natalia.


"ini benar-benar di luar dugaan-ku.... sejak awal aku memang sudah mewaspadai Madika karena diri-nya selalu bertarung dengan cara yang tidak di duga oleh orang-orang.... hal itu pun memberi-nya keuntungan dalam pertarungan." ucap Natalia dalam hati.


Setelah kemenangan Madika itu, kini pertarungan di hentikan sejenak dan seluruh siswa di perbolehkan untuk beristirahat terlebih dahulu.


>SKIP<


Waktu untuk beristirahat kini telah usai, dan pertarungan selanjut-nya pun akan segera di mulai.


kini di arena pertarungan tampak si pemimpin pertandingan mulai memberikan kata-kata yang penuh dengan basa-basi sebelum memulai pertarungan.


hingga akhir-nya kini Madika dan Nono pun di panggil ke arena pertarungan untuk segera memulai pertarungan selanjut-nya.


Saat Madika dan Nono menginjak-kan kaki di arena, kini suara sorak Sorai yang sangat heboh dari para siswa yang menonton langsung memenuhi stadion tersebut.


Sementara itu, tuan Samon yang saat ini duduk di kursi khusus-nya tampak sedang mengelus janggut kesayangan-nya itu sambil tersenyum tipis dengan ekspresi yang terlihat sangat menantikan pertarungan ini.


"ini adalah pertarungan terakhir bagi mereka dan setelah ini salah satu dari mereka akan menghadapi Natalia." ucap tuan Samon.


"menurut anda siapa yang akan menang dalam pertarungan kali ini?" tanya kepala akademi meminta tuan Samon menebak.


"menurut-ku, kemungkinan kali ini Madika akan menang lagi." ucap tuan Samon dengan percaya diri.

__ADS_1


"hmm...." kepala akademi bergumam dengan ekspresi yang tampak ragu. "menurut-ku kemenangan Madika kemungkinan hanya 30% saja.... hal itu di karenakan kemampuan dari jurus rahasia Nono yang sangat luar biasa sudah pasti akan mengalahkan Madika.... bahkan tidak menutup kemungkinan persentase kemenangan Madika kali ini sudah mendekati 0% karena ketika jurus rahasia Nono di lancarkan maka tidak akan ada yang bisa selamat dari jurus tersebut." ucap kepala akademi menjelaskan panjang lebar.


Mendengar penjelasan itu, tuan Samon pun langsung tertawa kecil mendengar ucapan kepala akademi. lalu setelah itu tuan Samon pun mulai menjelaskan pendapat-nya tentang Madika.


"apa kau lupa tentang pertarungan di mana Noni berusaha mati-matian untuk bertarung menggunakan jurus lain selain jurus rahasia-nya itu?" ucap tuan Samon bertanya.


"apa yang ingin anda sampaikan?" ucap kepala akademi yang langsung bertanya inti dari apa yang ingin tuan Samon sampaikan.


"saat itu Nono mati-matian berusaha untuk bertarung.... saat itu, kita semua menyimpulkan bahwa Nono saat itu sedang mencoba bertarung menggunakan jurus lain karena kemungkinan diri-nya mengalami kendala dalam penggunaan jurus rahasia-nya itu, atau lebih tepat-nya jurus rahasia-nya itu tidak bekerja melawan orang-orang tertentu.... namun hingga kini semua orang dalam pertandingan ini ternyata bisa ia kalahkan menggunakan jurus rahasia-nya.... dengan kata lain, saat ini, ada kemungkinan bahwa orang yang tidak termakan oleh jurus Nono itu adalah Madika." ucap tuan Samon menjelaskan panjang lebar.


Sementara itu, Natalia yang mendengarkan pembicaraan mereka kini langsung berbicara pada kepala akademi.


"pak kepala akademi, sebaik-nya anda tidak perlu bertanya pada kakek-ku tentang siapa yang akan menang karena karena orang tua ini di pikiran-nya hanya ada Madika.... bahkan cucu-nya sendiri sudah tak di perhatikan." ucap Natalia sambil buang muka dari kakek-nya.


Kepala akademi yang melihat reaksi Natalia kini tampak bingung karena Natalia terlihat sedang ada masalah dengan tuan Samon.


"tuan, apakah ada yang salah dengan Natalia?.... kelihatan-nya dia marah pada anda." tanya kepala akademi pada tuan Samon.


"sssstttt" tuan Samon memberi aba-aba untuk diam, lalu ia berbisik. "Natalia sedang merajuk karena dari tadi aku terus mendukung orang yang pernah mengalahkan diri-nya." ucap tuan Samon.


Kepala akademi yang mendengar hal itu kini hanya bisa tertawa kecil sambil menggelengkan kepala-nya.


"begitu ya...." ucap-nya pelan.


Saat ini di arena tampak si pemimpin pertarungan pun mulai memperkenalkan Madika dan Nono sekali lagi.


[pertarungan kali ini adalah pertarungan terakhir untuk menentukan siapa yang akan menjadi lawan nona Natalia di pertarungan selanjut-nya.... kira-kira di antara dua peserta yang tersisa kali ini siapakah yang akan memenangkan pertarungan-nya?.... apakah Nono? ataukah Madika?.... Nono yang selama ini bertarung dan menang dengan cepat berkat kekuatan dari jurus rahasia-nya apakah akan menang cepat juga melawan Madika yang selalu bertarung dengan penuh kejutan di setiap pertarungan-nya?.... atau-kah justru Madika dengan jurus terkuat-nya yang baru-baru ini ia tunjuk-kan bisa mengalahkan Nono dan jurus rahasia Nono itu?.... dari pada penasaran, sebaik-nya kita langsung lihat pertarungan mereka saja.... pertarungan di mulai!!!] ucap pemimpin pertarungan panjang lebar dan kemudian langsung memulai pertarungan dengan berteriak penuh semangat.

__ADS_1


Note:


Tingkatan jurus di bagi menjadi empat, yakni tingkat Ksatria, tingkat Raja, tingkat Kaisar, dan tingkat Dewa.


__ADS_2