Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pertarungan Gino


__ADS_3

Di sisi lain, tuan Samon yang saat ini melihat Gino memblokir serangan pria itu tanpa bergerak kini terlihat mulai tertarik dengan kemampuan Gino.


"anak ini memiliki bakat yang bagus.... dia seperti-nya bisa mengendalikan petir-nya hanya dengan menggunakan kemampuan pikiran-nya saja tanpa harus mengeluarkan gerakan tertentu untuk memperkuat elemen petir milik-nya." batin tuan Samon menilai Gino.


Kini Gino menghentak-kan kaki-nya, dan seketika terjadi hentak-kan pada petir milik Gino dan membuat pria yang menyerang-nya itu langsung terhempas karena hentak-kan yang terjadi itu memberikan tekanan di udara.


Pria itu kini mendaratkan kaki-nya ke lantai. tubuh-nya terseret ke belakang akibat gaya dorong dari tekanan yang terjadi di udara itu.


Saat ia berhenti terseret, kini ia langsung berdiri dan menatap Gino.


"ternyata memang masih sulit bagi-ku untuk menyaingi-mu." ucap pria itu sambil meluruskan tubuh-nya dan menatap Gino. "akan tetapi, jika aku tidak berusaha sekarang, maka kapan lagi aku bisa mejadi lebih kuat dari-mu!" ucap pria itu dengan penuh semangat.


Setelah berkata seperti itu, kini pria itu langsung melompat ke udara sambil berputar-putar dan menciptakan pedang di tangan-nya seraya menebaskan pedang-nya itu di udara.


tebasan-tebasan pedang itu menghasilkan sebuah lengkungan api yang dengan cepat melesat ke arah Gino.


lengkungan api itu tampak sangat banyak. serangan beruntun itu di lancarkan terus menerus oleh pria itu sambil berlari mendekati Gino.


Gino yang melihat serangan beruntun itu kini langsung menggerak-kan tangan-nya dan mengeluarkan empat petir yang tampak masih terhubung dengan kedua tangan-nya.


empat petir itu kini di kendalikan menggunakan gerakan-gerakan yang di lakukan oleh Gino.


Gino menggunakan keempat petir itu untuk menangkis semua serangan lengkungan api yang di arahkan kepada diri-nya.


Semua serangan lengkungan api itu berhasil di hindari patahkan oleh Gino.


sementara itu pria yang menyerang-nya tampak tidak berhenti melakukan serangan hingga akhir-nya pria itu kini berada di udara tepat di depan Gino dengan jarak kurang lebih satu meter dari Gino.


setelah itu pria itu langsung menebaskan pedang-nya ke arah kepala Gino.


namun sayang-nya tebasan itu tetap bisa di tahan oleh Gino menggunakan petir-nya.


Melihat hal itu, Gino pun langsung berseringai.


"sudah ku bilang pada..... akh!!"


~DUAAARRR!!!~

__ADS_1


Belum selesai Gino berkata-kata tiba-tiba sebuah ledakan terjadi di depan perut Gino.


hal itu di karenakan ketika Gino menahan serangan pria itu, Gino lengah dan tidak berpikir bahwa pria itu bisa saja menggunakan tangan yang satu-nya untuk menyerang.


alhasil kini pria itu berhasil menyerang Gino menggunakan bola api yang ia ciptakan di tangan kiri-nya saat tangan kanan-nya sibuk menyerang dengan pedang.


Kini Gino terhempas ke belakang. ia terlempar hingga kurang lebih dua puluh lima meter jauh-nya.


seketika hal itu membuat Gino terkejut.


bukan hanya Gino saja, tapi para pendukung Gino juga langsung berteriak histeris saat Gino terlempar. mereka tidak menyangka hal itu akan terjadi karena saat ini lawan Gino berada dua level lebih rendah dari Gino.


"hahahaha.... percaya diri boleh saja, tapi tetap harus ingat daratan.... jangan sampai takabur dengan kekuatan yang di miliki." ucap tuan Simon sambil tertawa kecil dan mengelus-elus janggut-nya.


Setelah terseret cukup jauh, kini Gino langsung berdiri dan meluruskan tubuh-nya agar terlihat tegak.


"aku benar-benar lengah!" batin Gino.


Tak cukup sampai di situ. kini pria itu langsung melesat cepat lagi ke arah Gino. ia bahkan langsung menciptakan satu pedang lagi di tangan kiri-nya.


dengan cepat dan lincah pria itu langsung menyerang Gino.


seketika hal itu membuat Gino merasa kerepotan dan kesulitan. diri-nya merasa berhasil di desak oleh pria itu.


Gino sudah berusaha menggunakan empat petir-nya untuk menyerang dan bertahan. namun kecepatan dan kemahiran pria yang menyerang-nya itu lebih tinggi dari-nya. hal itu membuat ia kesulitan menghadapi pria itu.


"dia benar-benar ahli menggunakan pedang! semua serangan petir-ku bisa di patahkan dengan mudah!" batin Gino.


Tidak cukup sampai di situ saja. kini serangan pria itu semakin cepat dan lincah.


dengan berbagai kombinasi gerakan ia menyerang dan memojok-kan Gino.


Sambaran petir yang berhantaman dengan pedang api menghasilkan hentakan dan tekanan udara yang sangat kuat, serta terlihat percikan-percikan api yang sangat banyak berhamburan di udara.


Melihat kejadian itu, kini tuan Samon tampak mulai menilai lagi.


"anak itu langsung menunjuk-kan kemahiran-nya menggunakan pedang.... jika Gino tidak mengambil jarak, maka Gino pasti akan kalah." batin tuan Samon.

__ADS_1


"anak yang melawan Gino itu tampak-nya lebih unggul dalam pertarungan jarak dekat ketimbang pertarungan jarak jauh." ucap salah satu pengawal pribadi tuan Samon.


"kau benar.... jika Gino tidak membuat jarak antara mereka, maka Gino akan semakin kesulitan, bahkan tidak menutup kemungkinan dia akan kalah dari pria itu." sambung pengawal pribadi yang satu-nya.


"ini cukup menarik." sela tuan Samon sambil mengelus janggut-nya.


"ini tak boleh di biarkan!." batin Gino yang saat ini sedang terdesak oleh serangan pria itu.


"bagaimana pun cara-nya aku harus menjaga jarak dari-nya!"


Setelah itu, kini Gino melompat dengan sangat kuat ke belakang.


namun pria itu tampak benar-benar tidak ingin membiarkan Gino membuat jarak.


pria itu dengan cepat menyusul Gino sambil menebaskan lengkungan api ke arah Gino.


hal itu membuat Gino harus berusaha untuk menangkis lengkungan api itu.


baru saja berhasil menangkis serangan lengkungan api itu, tiba-tiba pria itu sudah berada di depan Gino dan kembali menyerang secara membabi buta ke arah Gino.


"dia benar-benar tidak memberi-ku kesempatan!" batin Gino dengan ekspresi kesal.


"kalau sudah seperti ini, maka tidak ada cara lain! aku harus menggunakan teknik itu!" ucap-nya dalam hati sambil menatap pria itu dengan ekspresi serius.


Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba empat petir yang berada di tangan Gino langsung lenyap seketika.


melihat petir Gino lenyap, pria itu pun dengan segera mengayunkan pedang-nya ke arah Gino karena ia merasa inilah kesempatan yang tak boleh ia sia-siakan.


ketika pedang pria itu sudah berada dekat dengan kepala Gino, tiba-tiba sebuah petir yang sangat kuat menyambar dari langit.


petir itu langsung menyambar tubuh Gino.


Sambaran itu memberikan efek ledakan, sehingga terjadi hentakan di udara serta tekanan angin yang kuat.


tekanan angin itu pun kini mendorong pria itu menjauh dari Gino.


"sial!!.... apa yang di lakukan-nya?!" batin pria itu sambil melihat Gino yang saat ini masih terkena sambaran petir dari langit.

__ADS_1


__ADS_2