
Di tubuh manusia, ada dua jenis ruang penyimpanan energi.
pertama ruang penyimpanan Saga, dan yang kedua adalah ruang penyimpanan energi netral, yakni energi yang akan di ekstrak menjadi energi Saga.
Di Agrilis terdapat banyak sekali sumber energi netral yang bisa di serap oleh para pengguna energi untuk meningkat-kan tingkatan kekuatan mereka.
Energi netral ini sangat berperan penting di dunia ini.
baik bagi manusia, tumbuhan, Niverom, bahkan para hewan monster yang hidup di pedalaman hutan. semua-nya membutuhkan energi netral untuk meningkatkan kekuatan agar bisa bertahan hidup.
Namun, khusus untuk meningkat-kan energi Saga, hanya ada dua energi netral yang paling bagus jika ingin mempercepat kenaikan level.
dua energi netral itu berasal dari hewan monster dan para Niverom.
Sementara itu, bagi para Niverom, jika ingin meningkatkan energi Nara di tubuh-nya dengan cepat, maka ia membutuhkan energi netral dari tubuh manusia yang di bunuh-nya dengan tangan-nya sendiri.
hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa manusia dan Niverom sudah menjadi musuh bebuyutan sejak lama.
Namun, berbeda lagi dengan para hewan monster, mereka tidak butuh energi netral dari tubuh manusia ataupun Niverom. hal itu di karenakan mereka lebih cocok dengan energi netral yang tersebar di udara.
level dan tingkatan para hewan monster akan jauh lebih cepat jika mereka menyerap energi netral di udara.
hal itu pula-lah yang membuat jumlah monster dengan tingkatan yang sangat tinggi bisa berjumlah banyak.
meskipun manusia sudah banyak yang memburu mereka, namun jumlah mereka seperti tidak ada habis-nya, dan sangat banyak dari mereka yang memiliki kemampuan yang cukup tinggi dan menakutkan.
Setelah berpikir sejenak, kini Madika turun dari tempat tidur-nya.
lalu ia berjalan ke arah jendela.
lalu di buka-nya jendela itu sambil menikmati pemandangan di luar ruangan.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, tiba-tiba Madika mendengar suara tuan Risiwuku berbicara pada-nya.
"hmm.... perkembangan-mu saat ini cukup baik.... tapi masih banyak yang harus kau perbaiki untuk bisa lebih cepat meningkat-kan level Saga-mu." ucap tuan Risiwuku dengan tiba-tiba.
Mendengar suara tuan Risiwuku secara tiba-tiba membuat Madika sempat terkejut karena tak menyangka kalau saat ini tuan Risiwuku sudah bisa berkomunikasi dengan-nya lagi, bahkan saat ini roh tuan Risiwuku sudah bisa keluar dari tubuh Madika dan berbicara langsung pada-nya.
"huh.... ya ampun... ku kira siapa?" ucap Madika menghela nafas seraya mengelus dada-nya karena terkejut.
Melihat reaksi Madika itu, kini tuan Risiwuku hanya bisa tertawa sambil mengelus janggut-nya.
"hei bocah, bukan-kah kau sudah mempelajari cara mempercepat proses mengekstrak energi netral ke energi Saga?.... tapi kenapa masih saja lambat berkembang.?" ucap tuan Risiwuku bertanya.
"itu karena aku belum sepenuh-nya menguasai teknik itu." jawab Madika dengan jujur.
"hmm.... begitu ya.... kalau begitu cobalah untuk terus berlatih dan berusahalah untuk menguasai teknik itu dengan baik, karena dengan teknik itu aku jamin kau bisa mengalami peningkatan yang lebih cepat di antara anak seusia-mu." jelas tuan Risiwuku.
"ehm...." gumam Madika sambil mengangguk-kan kepala-nya.
Melihat anggukan Madika itu, kini tuan Risiwuku pun terlihat puas karena Madika mau mendengarkan saran-nya dengan baik.
"mengenai pertarungan-mu besok, apa yang akan kau rencanakan untuk melawan peserta lain-nya?" tanya tuan Risiwuku.
Mendengar pertanyaan itu, Madika pun jadi sedikit terkejut.
"apa anda bisa melihat pertarungan-ku hari ini?" tanya Madika sambil memiringkan kepala-nya dengan ekspresi bingung dan bertanya-tanya.
"hahahaha...." tuan Risiwuku tertawa. lalu ia menepuk bahu Madika.
"jangankan pertarungan, bahkan saat gadis kecil itu memeluk-mu aku juga melihat-nya. hahahaha." ucap tuan Risiwuku yang kemudian kembali tertawa.
Mendengar perkataan tuan Risiwuku tentang Ariel yang memeluk memeluk-nya saat di koridor membuat wajah Madika mendadak memerah.
__ADS_1
"bagaimana anda bisa melihat semua-nya, apa mungkin anda sudah lama terbangun?" tanya Madika yang berusaha mengalihkan pikiran-nya tentang pelukan Ariel itu.
"ya benar, aku sudah cukup lama terbangun." jawab tuan Risiwuku. lanjut-nya, "jadi bagaimana?, apa kau punya rencana untuk besok?" tanya tuan Risiwuku.
Saat ini Madika tampak ragu untuk menjawab. hal itu di karenakan diri-nya belum bisa memikirkan rencana yang cukup rinci untuk di gunakan besok.
Melihat Madika yang masih belum menjawab. kini tuan Risiwuku pun mulai mengingatkan tentang kekuatan para peserta yang akan berhadapan dengan-nya besok.
"para peserta yang akan kau hadapi besok tidaklah sama dengan yang kau hadapi hari ini.... dari apa yang kulihat sejauh ini, ada beberapa dari mereka yang pasti akan sangat merepotkan karena kemampuan bertarung serta jurus yang cukup berbahaya telah mereka miliki.... mereka bukanlah pengguna Saga biasa.... mereka adalah orang-orang yang cukup berbakat.... jika kau tidak membuat rencana yang matang untuk menghadapi mereka, maka kemungkinan besar kau bisa kalah dari mereka." ucap tuan Risiwuku menjelaskan panjang lebar.
Mendengar ucapan tuan Risiwuku, Madika pun kini mulai membuka mulut-nya dan memberi tahu alasan-nya mengapa ia belum bisa mengatur strategi rinci saat ini.
"sejujur-nya aku sudah punya cukup banyak rencana yang mungkin bisa ku gunakan di pertarungan besok.... namun semua itu hanya kemungkinan, jadi aku tidak terlalu yakin karena situasi dalam pertarungan yang sebenar-nya itu sering kali jauh di luar rencana awal kita." jelas Madika.
"hmm.... kau benar.... inti-nya kau saat ini sudah punya rencana, jadi ku rasa itu sudah cukup baik." ujar tuan Risiwuku.
"uhm...." gumam Madika sambil mengangguk.
Setelah Madika bergumam, kini tuan Risiwuku pun perlahan berjalan ke mendekati jendela yang saat ini masih terbuka.
lalu ia melihat keluar jendela.
tak lama setelah itu Madika pun ikut melihat ke luar jendela.
sejenak kedua-nya diam tak bersuara dan hanya melihat pemandangan di luar rumah saja.
Selang beberapa saat, tuan Risiwuku pun mulai mengajak Madika berbicara lagi.
"oh iya, bagaimana jika untuk pertarungan besok kau mulai melatih satu jurus baru?" ucap tuan Risiwuku memberi saran.
Mendengar saran dari tuan Risiwuku, Madika pun langsung menoleh ke arah tuan Risiwuku.
__ADS_1
"jurus baru?.... itu mustahil.... tidak mungkin bisa menguasai jurus baru dalam waktu satu malam." ucap Madika sambil pasang ekspresi tidak percaya.
"hahaha.... tentu saja akan sangat mustahil jika harus mempelajari-nya dan melatih-nya dengan kemampuan sendiri dalam waktu satu malam.... tapi bagaimana jadi-nya jika jurus itu di wariskan secara cuma-cuma pada mu dan tidak perlu membuat-mu harus berlatih untuk menguasai-nya?" ucap tuan Risiwuku dengan nada bertanya namun dengan niat agar Madika mulai menebak apa yang di ia maksud.