Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Penyerangan Ribuan Monster Semut


__ADS_3

Saat ini, dari empat arah mata angin tampak ribuan pasukan monster semut sedang berlari ke satu titik di tengah-tengah hutan itu.


Di titik yang menjadi tujuan para semut tersebut adalah titik di mana Madika, Askila, dan Aurel berada.


Sekelompok besar monster semut itu di pimpin oleh seekor monster semut raksasa yang lebih besar dari si ratu semut.


dia adalah si raja semut, dan di kelompok besar ini, dialah yang lebih kuat, bahkan dia jauh lebih kuat dari si ratu semut yang di kalah-kan oleh Askila sebelum-nya.


Di sisi lain, Madika, Askila, dan Aurel kini sudah terlihat waspada dan mulai pasang sikap bertarung.


"hei.... ini benar-benar sangat gila!" batin Aurel yang saat ini baru saja berhasil mendeteksi para monster semut yang kini bergerak ke arah mereka.


Sebelum-nya hanya Madika dan Askila saja yang lebih dulu merasa-kan keberadaan para monster semut itu.


namun ketika Askila menjelas-kan pada Aurel mengenai situasi mereka saat ini, kini Aurel pun langsung mencoba mendeteksi hal itu, dan saat berhasil mendeteksi, kini Aurel pun langsung terkejut dan diri-nya pun semakin ketakutan.


"yang benar saja.... kalau begini maka kita akan mati di tempat ini." ucap Aurel yang tampak semakin panik.


"jangan panik seperti itu bod0h!... sebaik-nya segera-lah mempersiap-kan diri untuk bertarung!" ucap Madika menekan Aurel agar tidak langsung patah semangat hanya dengan mengetahui jumlah lawan.


Tak lama setelah itu, kini para monster semut itu pun bermunculan dari berbagai arah.


mereka semua langsung mengelilingi Madika.


Sementara itu, Madika yang melihat hal itu kini langsung tersenyum tipis sambil mengedar-kan pandangan-nya.


"hanya karena menang jumlah jangan pikir kalian bisa mengalahkan kami begitu saja." ucap Madika sambil berseringai.


"LANGKAH DEWA ANGIN!"


Madika pun kini langsung mengguna-kan salah satu jurus terkuat-nya untuk menyerang.


Seketika langkah dewa angin Madika itu pun langsung menghasil-kan gelombang angin yang sangat kuat dan bergerak meluas dari titik pusat-nya.


Gelombang angin yang sangat kuat itu kini menghantam para monster semut yang maju mendekati mereka.

__ADS_1


Kini para monster semut itu pun langsung terhempas sangat kuat dan karena jumlah mereka sangat banyak, mereka pun banyak yang saling bertabrak-kan di udara.


Tidak hanya itu saja, bahkan kini wilayah di sekitaran Madika dan kawan-kawannya itu tampak tersapu bersih oleh gelombang angin itu.


Banyak pohon-pohon yang tercabut hingga ke akar-akarnya akibat dari hantaman gelombang angin itu.


Hal itu membuat seluruh pohon itu kini terhempas bersama dengan para monster semut itu.


Kehancuran hutan yang luas-nya hampir mencapai 1 km itu kini membuat Aurel langsung terkejut dengan ekspresi tidak percaya.


bahkan raut wajah-nya kini terlihat seperti orang yang sedikit ketakutan.


Aurel baru pertama kali melihat kekuatan yang seperti ini.


ia yang hanya berada di tingkat atas tentu-nya tak pernah melawan atau-pun bertarung dengan orang yang berada di tingkat elite seperti Madika.


Sementara itu, para semut yang terhempas sebelum-nya kini sudah berjatuhan di tanah dan sangat banyak dari mereka yang saling menabrak, bahkan ada yang langsung mati karena tertimpa oleh pohon-pohon besar yang terhempas bersama mereka.


sedangkan beberapa lain-nya mengalami luka parah sehingga sulit untuk bangun dan menyerang lagi.


"jangan senang, ini masih belum berakhir." ucap Madika mengingat-kan Askila dan Aurel.


"tuan, mungkin ini akan jadi serangan terakhir ku karena energi Nosa ku sudah banyak terkuras." ucap Askila.


"tidak masalah, lakukan saja sebisa-mu dan sisa-nya biar aku yang urus." ucap Madika menanggapi sambil menoleh ke arah Askila.


"baik tuan.... maaf aku hanya merepot-kan anda." ucap Askila lagi dengan nada merendah diri.


"tidak usah di pikir-kan, lagi pula kau sudah mengalah-kan si ratu semut sebelum-nya, jadi aku bisa mengerti dengan keadaan mu saat ini." balas Madika.


Mendengar jawaban dari Madika, kini Askila pun jadi sedikit tenang.


"terimakasih tuan."


Setelah itu Askila pun menyiap-kan salah satu serangan petir terkuat-nya.

__ADS_1


ia kini tampak sedikit membuka kaki depan dan kaki belakang-nya.


lalu dari mulut serta dari punggung Askila yang bergerigi tajam itu langsung memancar-kan petir yang cukup besar.


Lalu Askila pun menyatu-kan semua petir itu di udara, tepat di atas mereka.


Sementara itu, kini serangan para monster semut kembali berdatangan.


serangan gelombang kedua itu mulai muncul di hadapan mereka dan jarak para monster semut itu sudah dekat dengan Madika dan kawan-kawannya.


Di sisi lain, mereka yang sedang di kepung itu kini bisa melihat sosok raja monster semut itu sedang berjalan di belakang para monster semut lain-nya.


"ahh.... seperti-nya lawan kali ini jauh lebih tangguh lagi." ucap Madika dalam hati setelah melihat si raja Monster semut itu ternyata sudah berada di tingkat pro.


Raja monster semut itu saat ini sedang menyebar-kan aura membunuh-nya di sekitar tempat ini, sehingga kini Madika dan yang lain-nya bisa merasa-kan betapa menakutkan-nya monster yang satu ini.


"ya ampun, ku harap aku bisa menang melawan-nya." ucap Madika dalam hati.


Selain Madika dan Askila yang tampak waspada, kini Aurel yang melihat raja monster semut itu tampak mulai ketakutan melihat raja monster semut itu.


sampai-sampai Aurel kini langsung memegangi kepala-nya mengguna-kan kedua tangan-nya dan kemudian ia langsung berjongkok dengan ekspresi ketakutan yang masih belum hilang dari wajah-nya.


"ini benar-benar semakin sulit saja." ucap Aurel dalam hati.


Di sisi lain, Askila yang saat ini terlihat waspada dengan si raja semut itu kini telah berhasil menyiap-kan jurus-nya.


Tampak di atas Madika, Askila, dan Aurel kini terlihat sebuah gumpalan petir yang cukup besar. ukuran-nya kira-kira dua kali ukuran bola kaki.


"apa pun yang terjadi aku tidak akan menyerah demi tuan-ku!" ucap Askila dengan ekspresi sangar.


Setelah berkata seperti itu, kini gumpalan petir itu langsung berubah menjadi sebuah petir yang sangat besar yang menyambar dan melesat di udara dengan sangat cepat.


Bentuk dari penyebaran petir itu terlihat seperti sebuah akar serabut pada tanaman.


di mana di setiap cabang akar selalu ada cabang akar lain-nya.

__ADS_1


begitu pula dengan serangan petir milik Askila itu.


tampak ada banyak cabang dari petir itu dan terus bergerak meluas serta menyambar semua area yang di lalui-nya serta membiasa-kan para monster semut yang maju ke arah mereka.


__ADS_2