Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Memasuki Hutan


__ADS_3

Setelah seluruh siswa berkumpul, kini nama para siswa yang sudah di acak telah terpampang di sebuah layar besar yang ada di tempat mereka berkumpul itu.


Ketika nama-nama itu muncul, kini Madika mulai mencari nama-nya berada di kelompok berapa.


setelah cukup lama mencari, kini Madika menemukan nama-nya yang berada di kelompok 11.


Beberapa saat berlalu, kini para siswa sudah menemukan nama mereka, dan para guru langsung menyuruh mereka berkumpul sesuai dengan nomor kelompok masing-masing.


ketika perintah itu di berikan, Madika pun langsung pergi ke tempat berkumpul-nya kelompok 11 yang sudah di sediakan.


Ketika Madika tiba di kelompok-nya, ia melihat di kelompok-nya itu ada dua perempuan dan satu laki-laki.


salah satu gadis di kelompok-nya itu adalah Nina, teman Natalia.


"hah..... ternyata benar..... dia ini Nina." batin Madika karena sebelum-nya ia hanya mendengar nama Nina di sebut oleh Lili. namun saat melihat nama Nina di kelompok-nya ia sudah memperkirakan kemungkinan Nina yang di maksud adalah teman Natalia.


"wah.... kita bertemu lagi!.... bagaimana kabar-mu?" tanya Nina dengan ekspresi bersemangat.


"hehehe iya...." balas Madika yang sedikit canggung.


"hmm.... sejujur-nya aku merasa sedikit beruntung bisa satu tim dengan orang yang sudah mengalahkan Mindo." ucap seorang pria di samping Nina sambil menutup sebelah mata-nya menggunakan telapak tangan-nya. "tapi sayang-nya lawan kita juga banyak yang kuat, sedangkan Mindo itu masih termasuk lawan yang tidak seberapa." ucap-nya lagi.


"diam-lah.... lebih baik kita mulai berkenalan saja!" ucap salah satu gadis di sebelah kiri Madika menyela perkataan pria itu.


"perkenalkan, nama-ku Fany Nareme.... aku dari kelas petir." ucap gadis itu memperkenalkan diri-nya sambil menyodorkan telapak tangan-nya yang terbuka.


Madika langsung menyambut tangan itu serta memperkenalkan diri-nya pada Fany.


"ya sudah-lah kalau begitu...." ucap pria di samping Nina sambil menggaruk kepala-nya yang tidak gatal. lalu ia juga menyodorkan tangan-nya pada Madika. "nama-ku Niko Uenawatu, aku dari es." ucap-nya memperkenalkan diri.


Setelah itu Nina pun ikut memperkenalkan diri pada Madika karena sebelum-nya ia belum pernah berkenalan dengan Madika. ia hanya tahu Madika dari rumor yang beredar.


Setelah mereka ber-empat selesai memperkenalkan diri, kini salah satu wali kelas yang berdiri di atas panggung mulai memberikan instruksi.

__ADS_1


dalam instruksi itu, para siswa di perintahkan untuk masuk sejauh mungkin ke dalam hutan itu dalam waktu sepuluh menit.


setelah sepuluh menit berlalu, maka perburuan gantungan kunci pun segera di mulai.


Mendengar perkataan itu, Madika langsung mengajak tiga anggota kelompok-nya itu untuk mengikuti-nya.


sementara itu para siswa lain-nya juga tampak sibuk mencari jalan.


semua kelompok yang ada langsung berpencar di dalam hutan.


mereka semua mencari tempat yang pas untuk berunding dan membuat startegi.


mereka berusaha mencari lokasi dan mulai mencoba untuk menguasai lokasi itu agar saat bertarung mereka bisa dengan mudah memanfaat-kan segala yang ada di daerah yang mereka kuasai.


namun beberapa kelompok tampak tak peduli dengan strategi itu, beberapa kelompok lain-nya itu memilih untuk menyerang kelompok lain secara langsung.


Setelah beberapa saat berlari, kini Madika dan anggota-nya tiba di sebuah sungai dangkal yang tidak terlalu besar.


Madika kemudian berjalan mendekati sungai itu.


ia mengulurkan kedua tangan-nya ke dalam sungai. di ambil-nya air sungai itu menggunakan kedua tangan-nya. lalu di minum-nya air itu secara perlahan.


"ku pikir kau kemari karena apa, ternyata karena haus." ucap Niko sambil menaruh tangan kanan-nya di pinggang.


Madika yang baru selesai meminum air sungai itu kini menoleh ke arah tiga anggota kelompok-nya itu.


"oke.... kita akan bersembunyi di sini dan menjadikan tempat ini sebagai markas." ucap Madika.


"ehh?.... kau yakin? lalu bagaimana tempat tidur-nya?" tanya Fany yang mendadak terkejut karena belum terbiasa dengan keadaan di hutan.


"di hutan seperti ini kita tidak perlu terlalu memikirkan tempat yang nyaman untuk tidur... yang terpenting adalah tempat strategis di mana kita bisa bertahan hidup." jelas Madika.


"ya.... apa yang di katakan Madika itu benar Fany.... kita harus mulai terbiasa." ucap Nina sambil menepuk bahu Fany.

__ADS_1


"hmm.... baiklah, kalau begitu kita akan cari tempat yang pas untuk beristirahat di daerah sekitar sini." ucap Madika sambil berjalan keluar dari air.


Sementara itu, Niko terlihat penasaran dengan apa yang di pikir-kan oleh Madika.


ia pun akhir-nya bertanya.


"apa kau punya rencana sampai memilih tempat ini?" tanya Niko penasaran.


"tentu saja aku punya rencana."jawab Madika yang mulai menjelaskan. "jadi begini, berdasarkan apa yang di beritahukan oleh guru pembimbing, di sana kita tahu bahwa latihan gabungan ini akan berlangsung hingga besok siang, dengan kata lain kita semua akan bermalam di hutan ini sambil terus berusaha merampas gantungan kunci milik kelompok lain.... jadi aku berpikir, besar kemungkinan saat kelompok lain selesai bertarung, mereka akan kelelahan dan tentu-nya mereka akan mulai mencari sumber air.... nah di saat mereka datang ke tempat ini, maka kita akan menyergap mereka ketika mereka masih dalam keadaan lelah.... dengan begitu kita bisa menang dengan mudah." jelas Madika panjang lebar.


mendengar penjelasan itu, kini Niko, Nina, dan Fany tampak mengangguk paham.


"tunggu dulu." ucap Nina yang tiba-tiba menyela.


"ada apa?" tanya Madika.


"jika kita berencana menyergap mereka, lantas bagaimana kita menyembunyikan keberadaan kita saat mereka mulai menyebarkan Saga mereka untuk mendeteksi keberadaan kita?" tanya Nina dengan ekspresi yang tampak sedikit gelisah.


"mudah saja..... saat bersembunyi, kita harus berhenti mengalirkan Saga ke seluruh tubuh.... usahakan agar Saga kita tetap berada di inti Saga.... dengan demikian, teknik pendeteksian itu bisa kita kelabui karena teknik itu hanya mendeteksi Saga yang sedang aktif saja." jelas Madika dengan penuh percaya diri.


Mendengar penjelasan itu, mereka bertiga pun tampak kagum pada Madika.


hal seperti itu tidak pernah terpikirkan oleh mereka.


hingga saat ini masih banyak yang belum menyadari cara itu, namun Madika sudah menyadari trik ini dan sudah sering menggunakan-nya saat ia masih belum bereinkarnasi di kehidupan-nya yang saat ini.


"kau jenius.... aku tidak pernah terpikirkan sebelum-nya." ucap Fany dengan semangat.


"apa sebenar-nya kau ini sudah terbiasa bertarung ya?" ucap Nina sambil menyikut perut Madika berkali-kali.


"trik-mu itu patut di coba.... tapi bukankah trik ini punya kelemahan?" ucap Niko memastikan.


"ya kau benar." balas Madika mengiyakan hal itu. "kelemahan-nya adalah kita tidak akan bisa tahu kapan dan dari mana musuh akan datang karena kita tak bisa menggunakan teknik Saga.... jadi, jika musuh lebih dulu menemukan kita, maka sudah di pastikan kita langsung di habisi oleh mereka." jelas Madika.

__ADS_1


__ADS_2