Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mengalahkan Monster Semut


__ADS_3

Kini si gadis yang melihat Askila yang berada dalam terkaman semut tersebut hanya bisa menganga dengan ekspresi tidak percaya.


diri-nya mengira bahwa Askila mungkin bisa mengalah-kan si semut, namun setelah melihat kenyataan itu kini si gadis itu hanya bisa kembali berpasrah saja.


"ini benar-benar sudah berakhir.... tidak ada harapan lagi." ucap gadis itu dalam hati.


Baru saja si gadis itu berkata seperti itu, tiba-tiba terdengar suara lolongan yang sangat kuat di tempat itu.


Hal itu pun membuat gadis itu kembali terbelalak.


"tunggu dulu!.... jika yang berhasil di terkam itu memang yang asli?.... maka seharus-nya semua bayangan serigala ini juga pasti akan lenyap begitu saja.... apa jangan-jangan?...."


Gadis itu kini mulai menyadari sesuatu, dan apa yang saat ini ia pikir-kan memang benar ada-nya karena yang saat ini di terkam oleh semut raksasa itu hanyalah salah satu kloning Askila.


Sesaat terjadi-nya gelombang tanah di sertai gempa yang sangat dahsyat itu, Askila sempat bertukar tempat dengan kloning-nya.


diri-nya saat itu sebenar-nya sudah membuat banyak pertimbangan mengingat hewan monster jenis semut ini adalah hewan yang bersarang di bawah tanah, maka akan ada kemungkinan semut raksasa itu akan memanfaat-kan kekacauan ini untuk menyerang dari bawah tanah.


Hal itu pun membuat Askila segera bertukar posisi saat diri-nya menemu-kan titik buta si semut itu ketika ada dua pohon yang tumbang tepat di hadapan Askila. saat itu lah Askila pun dengan segera bertukar posisi sehingga semut tersebut tak sempat menyadari pertukaran posisi yang di lakukan oleh Askila.


Tak lama setelah para kloning Askila melolong, kini para kloning itu langsung mengumpul-kan kekuatan dengan cara membuka mulut mereka dan mengumpul-kan kekuatan petir-nya di depan mulut mereka yang terbuka itu.


Kini para kloning itu berhasil membuat gumpalan petir seukuran bola kaki di depan mulut mereka.


tak butuh waktu lama, kini para kloning itu pun langsung melesat-kan serangan bola petir tersebut ke arah semut raksasa yang saat ini masih berada di udara.


"kali ini kau tak akan sempat menghindar!" ucap Askila yang asli.

__ADS_1


Benar saja, si semut raksasa yang tadi-nya mengira bahwa ia telah membunuh Askila kini langsung terkejut dan terlihat ia langsung membelalak-kan mata-nya ketika menyadari bahwa para kloning Askila kini melesat-kan serangan ke arah-nya.


Semut raksasa yang terkejut itu kini berusaha melapisi tubuh-nya mengguna-kan elemen tanah, namun ia sudah terlambat sehingga kini serangan bola petir itu langsung menghantam tubuh-nya dengan telak.


Bola petir yang mengenai tubuh semut raksasa itu tidak hanya satu, jumlah-nya cukup banyak dan saat bola petir itu menghantam tubuh si semut, maka terjadilah ledakan yang luar biasa di udara.


Ledakan itu berasal dari bola petir milik Askila yang langsung meledak saat menghantam si semut tersebut.


Tak lama setelah ledakan tersebut kini semut raksasa itu langsung jatuh ke tanah dalam keadaan tubuh yang penuh luka serta beberapa bagian tubuh-nya tampak menghitam seperti daging yang gosong.


semut itu terlihat berusaha untuk berdiri, namun tiba-tiba seluruh kaki-nya langsung patah begitu saja, dan ia pun kembali terjatuh.


Askila yang melihat hal itu kini langsung menghela nafas lega karena kini semut raksasa itu tampak-nya sudah kalah.


Semut itu kini terlihat sangat lemas, namun, di saat-saat terakhir ini, ia sempat berteriak dengan suara yang sangat keras layak-nya sedang memanggil sesuatu.


suara-nya bergerak sangat jauh ke dalam hutan, dan bahkan suara itu merambat ke sebuah lubang bawah tanah yang sangat besar hingga akhir-nya suara itu di tangkap oleh gendang telinga dari salah satu hewan monster yang sejenis, yakni seekor semut raksasa lain-nya yang saat ini berada di bawah tanah tersebut.


Semut raksasa yang terlihat lebih besar dari semut raksasa yang di kalah-kan oleh Askila itu kini langsung mendengar suara dari si ratu semut, ia bahkan mengerti bahwa si ratu semut kini sudah dalam keadaan sekarat hanya dengan mendengar suara tersebut.


Kini tatapan semut raksasa yang merupakan raja monster semut itu kini langsung terlihat sangat tajam dan penuh dengan amarah.


Gigi-gigi tajam si raja semut itu langsung saling beradu dan menghasil-kan suara-suara yang sangat bising.


Setelah itu si raja semut itu pun langsung mengeluar-kan suara keras yang hampir sama dengan suara si ratu semut raksasa yang di kalah-kan oleh Askila itu.


Saat raja semut itu mengeluar-kan suara keras-nya itu, tiba-tiba di gua gelap itu langsung muncul ribuan pasang mata yang tampak memancar-kan cahaya merah menyala seperti darah.

__ADS_1


Mereka semua adalah pasukan semut yang merupakan anak-anak dari para monster semut yang ada di tempat itu.


Setelah itu kini di dalam lubang bawah tanah itu, para pasukan monster semut langsung mengeluar-kan suara yang sama sehingga mereka semua terlihat sangat heboh.


Sarang bawah tanah milik semut raksasa itu sangat-lah luas sehingga bisa menampung ribuan semut lain-nya yang memiliki tinggi satu meter.


dan mereka semua adalah pasukan semut yang siap bertarung melawan mahluk apa saja yang ada di hadapan mereka.


Selain itu, beberapa monster semut lain-nya yang berada di luar sarang pun kini merespon teriakan dari si raja dan ratu mereka.


mereka kini juga ikut meneriak-kan suara yang sama.


Hingga akhir-nya kini si raja semut raksasa tersebut langsung berlari dengan tergesa-gesa keluar dari sarang-nya dan diri-nya pun langsung di ikuti oleh para semut lain-nya yang masih ada di sarang.


Sementara itu, para semut yang jumlah-nya juga sangat banyak di luar sarang kini ikut berlari secara berkelompok.


tujuan mereka semua saat ini adalah satu tempat, yakni tempat terbunuh-nya ratu mereka.


Di sisi lain, saat ini Askila yang tampak sudah kelelahan karena terlalu banyak mengguna-kan energi Nosa-nya kini langsung menyatu-kan kembali para kloning ke tubuh-nya.


"tidak ku sangka aku harus menguras energi sebanyak ini hanya untuk mengalah-kan seekor semut!" ucap Askila sambil membaring-kan tubuh-nya sejenak.


Sebenar-nya Askila sendiri tidak begitu banyak mengguna-kan energi Nosa-nya, akan tetapi, para kloning yang membuat serangan bola petir sebelum-nya lah yang terlalu banyak menguras energi karena Askila harus terus menyalur-kan energi untuk para kloning-nya yang sedang menyiap-kan jurus tersebut.


dan yang terlebih lagi, para kloning yang membuat jurus itu bukan hanya satu ekor, melain-kan semua kloning yang tersisa itu semua-nya membuat serangan dengan esensi kekuatan yang sama.


hal itu-lah yang paling boros energi dalam pertarungan kali ini.

__ADS_1


__ADS_2