Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Madika vs Natalia (3)


__ADS_3

Madika dan Natalia saat ini tengah beradu pedang.


kedua-nya bergerak dengan sangat cepat dari satu tempat ke tempat lain-nya di dalam arena pertarungan.


hingga akhir-nya Madika pun langsung memperkuat pedang-nya.


seketika pedang Madika berubah jadi lebih besar dari yang sebelum-nya.


"HYAAAAA!!"


teriak Madika dengan semangat sambil menebaskan pedang yang sudah di perkuat itu ke arah Natalia.


Natalia pun langsung menyilang-kan kedua pedang-nya untuk memblokir serangan Madika.


~CTAAAANGG!!~


Pedang Madika kini membentur pedang Natalia.


kekuatan pedang Madika yang telah di tingkat-kan kini membuat Natalia terdorong cukup jauh sampai-sampai untuk berhenti ia terpaksa menancapkan salah satu pedang-nya di lantai.


bahkan saat pedang-nya sudah tertancap pun ia tetap terseret ke belakang sehingga pedang yang tertancap di lantai itu kini membelah lantai di sepanjang jalur yang ia lalui saat terdorong.


Ketika Natalia berhenti terdorong, kini Natalia langsung bangkit, dan sambil memutar tubuh-nya ia pun menebas-kan pedang petir-nya ke arah Madika.


"ternyata pedang-mu itu kuat juga!" ucap Natalia sambil menebas-kan pedang petir-nya.


Ketika tebasan itu di lakukan, tampak dari area tebasan pedang itu muncul seekor ular petir yang langsung melesat ke arah Madika.


ular itu memiliki ukuran tubuh yang cukup besar.


besar-nya kira-kira seperti sebuah batang pohon kelapa yang sudah berbuah.


Melihat ular petir itu bergerak ke arah-nya, Madika pun tetap tenang dan tak gentar.


Madika mengangkat tangan-nya tepat ke arah datang-nya ular itu yang saat ini berada cukup tinggi di udara.


saat Madika membuka telapak tangan-nya yang di angkat-nya tadi, tiba-tiba muncul sebuah perisai berbentuk bola yang langsung mengurung ular petir itu.


hal itu pun membuat si ular petir kini hanya bisa terbang berputar-putar di dalam perisai kurungan itu.


sesekali si ular mencoba mendobrak, namun ia gagal.


tak butuh waktu lama, Madika pun langsung menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.

__ADS_1


setelah itu tiba-tiba muncul ratusan pedang yang tampak melekat di dinding bagian dalam dari perisai kurungan itu.


setelah itu dengan segera Madika pun mengangkat tangan kanan-nya ke arah perisai kurungan itu, dan kemudian Madika pun langsung mengepalkan tangan-nya dengan kuat.


seketika perisai kurungan yang dinding bagian dalam-nya penuh dengan pedang yang tajam itu kini langsung mengecil dan membuat ular petir milik Natalia langsung tertusuk oleh ratusan pedang itu.


Natalia pun langsung terkejut melihat hal itu.


ia pun dengan segera melepaskan pengendalian-nya terhadap ular petir itu agar jika ular itu di kalahkan maka ia tidak akan merasakan efek dari jurus-nya sendiri.


Kini perisai kurungan itu makin mengecil hingga akhir-nya terjadi Ledakan yang sangat kuat.


ledakan itu di sebab-kan oleh hancur-nya ular petir milik Natalia.


"untung saja aku sempat melepaskan pengendalian-ku dari ular itu!" batin Natalia.


Setelah berkata seperti itu, kini Natalia pun langsung menebaskan pedang api milik-nya ke arah Madika.


tebasan pedang api itu kini menghasilkan ratusan burung api yang langsung terbang membentuk formasi di udara.


Udara yang saat ini masih di isi oleh efek ledakan barusan kini langsung di isi lagi oleh ratusan burung yang beterbangan di udara.


burung-burung itu tampak terbang berputar-putar di atas arena pertarungan.


Natalia kini langsung menggerak-kan pedang-nya dari atas dan mengayun pedang-nya itu ke bawah.


seketika burung-burung itu langsung melesat ke arah Madika.


Burung-burung itu tampak seperti punya kesadaran sendiri.


hal itu di karenakan mereka tidak langsung menyerang secara lurus melainkan masih terbang dan berbelok-belok saat sedang melesat ke arah Madika.


"seperti-nya jurus ini adalah jurus dengan tipe mengunci target.... jadi tanpa harus di kendalikan oleh pengguna-nya sekali-pun, burung-burung itu akan tetap bergerak menyerang target-nya.


Kini satu burung terbang di belakang Madika.


saat Madika menoleh ke belakang, tiba-tiba burung itu langsung meledak dan membuat Madika terhempas di udara.


Saat di udara adalah saat-saat yang sangat rawan terkena serangan.


hal itu pun di alami Madika.


burung-burung yang bisa terbang bebas di udara kini melesat ke arah Madika.

__ADS_1


namun Madika tidak semudah itu untuk di kalahkan.


saat burung-burung itu melesat ke arah Madika, Madika pun dengan segera menciptakan sebuah perisai kurungan yang kini langsung mengurung Madika di dalam-nya.


Burung-burung itu pun terbang ke arah Madika.


mereka pun menabrak perisai angin itu dan meledak tepat saat menghantam perisai itu.


Ledakan bertubi-tubi terjadi di udara.


di udara saat ini tampak di penuhi oleh asap hasil dari ledakan itu.


ledakan masih terus berlanjut hingga beberapa menit.


Natalia yang menyaksikan ledakan itu kini mulai mencoba memeriksa keadaan Madika menggunakan jurus pendeteksian.


alhasil ia menemukan kalau saat ini Madika masih baik-baik saja di dalam perisai kurungan itu.


"tchi.... ku pikir perisai-nya bisa hancur.... ternyata jurus seperti ini memang tidak terlalu kuat!" batin Natalia.


Sementara itu, Madika yang saat ini berada di dalam perisai kurungan itu hanya bisa tersenyum tipis.


"jurus ini akan lebih cocok di gunakan dalam perang besar karena dengan jurus ini pengguna-nya bisa memecah formasi lawan dan membuat kepanikan sementara." ucap Madika.


"hoi.... siap-kan perisai yang lebih kuat lagi!" ucap tuan Risiwuku memperingati Madika.


"ada apa guru?" tanya Madika.


Sementara itu, di luar kepulan asap hasil ledakan burung api tampak Natalia yang sedang menyiapkan salah satu jurus terkuat-nya yakni laser petir api.


Natalia kini menyiap-kan jurus-nya itu.


di depan Natalia saat ini tampak telah terbentuk sebuah gumpalan petir dan api yang terus di padat-kan hingga tingkat kepadatan-nya mencapai tingkat yang ekstrim.


"kalau jurus yang biasa bisa kau atasi, maka bagaimana dengan jurus yang satu ini?" ucap Natalia.


Setelah jurus-nya sudah siap, kini Natalia pun langsung menghentak-kan tangan-nya, dan seketika itu juga gumpalan petir api itu berubah menjadi laser petir api yang sangat kuat.


laser ini jika di arahkan ke sebuah gunung maka bisa di pastikan area gunung yang terkena serangan itu pasti langsung menjadi abu.


Di sisi lain, saat ini Madika sudah menyiapkan lima perisai angin yang sangat kuat untuk menahan laser petir api itu.


Kini laser petir api itu pun masuk ke dalam kepulan asap tempat Madika berada.

__ADS_1


saat laser itu menghantam perisai pertama, maka terjadi-lah ledakan yang cukup kuat dan membuat seluruh asap di sekeliling Madika langsung terhempas dan lenyap seketika.


__ADS_2