Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Tumbang-nya Naga Petir


__ADS_3

Saat ini tampak tombak angin Madika terdorong mundur oleh serangan naga petir milik Joe.


sementara itu, Madika yang sedang berusaha menahan tombak-nya tampak pasang ekspresi kesal karena sulit bagi-nya menahan serangan naga itu.


Tak lama kemudian kini tombak angin Madika langsung meledak dan menciptakan gelombang angin yang sangat kuat.


saat tombak itu meledak, Madika pun langsung terdorong dengan kuat akibat tekanan energi-nya sendiri.


alhasil Madika pun langsung terjatuh dari perisai angin yang ia pijaki itu.


bahkan perisai angin itu kini perlahan lenyap, dan Madika jatuh begitu saja dari ketinggian kurang lebih 200 meter itu.


Tuan Samon yang melihat hal itu tampak langsung gelisah sampai-sampai diri-nya hendak berdiri namun tetap berusaha menahan diri agar tidak terlihat bahwa diri-nya terlalu menganggap Madika itu istimewa dan pasti akan menang.


"hmmp!.... berakhir sudah perjalanan-nya." ucap Natalia dengan nada ketus.


Sementara itu, Nina yang melihat hal itu tampak sedikit tidak percaya kalau Madika saat ini benar-benar sudah kalah.


"entah kenapa aku merasa seperti ada yang janggal dari kekalahan Madika ini." ucap Nina dengan ekspresi tenang.


"ini kesempatan yang tepat!" batin Joe saat melihat Madika jatuh bebas tidak berdaya.


lalu Joe pun langsung melakukan gerakan berputar sambil memutar kedua tangan-nya. setelah itu ia pun berteriak sambil mengarahkan kedua tangan-nya ke arah Madika.


"terima ini!!... serangan terakhir dan penghabisan!!" teriak-nya dengan penuh semangat.


Seketika kini naga petir milik Joe pun langsung melesat cepat ke arah Madika.


setelah itu naga itu pun langsung membuka lebar mulut-nya serta melahap tubuh Madika.


Melihat hal itu, Ariel pun langsung menutup mulut-nya menggunakan kedua tangan-nya sambil pasang ekspresi gelisah.


"padahal tadi sudah ku peringat-kan.... Madika benar-benar semberono!" batin Ariel yang kini terpaku saat melihat Madika di telan oleh naga itu.


Setelah melahap tubuh Madika, si naga pun mulai bergerak turun dari ketinggian.


saat ini Joe berniat membuat naga-nya masuk ke dalam tanah dan memberikan efek tekanan energi yang sangat kuat pada Madika.

__ADS_1


"kali ini tekanan-nya akan lebih menyakit-kan!.... di pertarungan sebelum-nya aku menggunakan jurus piton petir untuk memberi tekanan energi, namun kini piton petir telah menyatu dengan pedang yang ku masuk-kan sebelum-nya, dan kini, tekanan yang akan di berikan bukan-lah tekanan energi biasa, melainkan tekanan yang di selingi oleh tusukan ribuan pedang.... dengan kata lain, orang yang akan menerima tekanan energi ini akan merasakan seluruh tubuh-nya seperti di tusuk oleh ribuan pedang!!" ucap Joe dengan suara keras untuk memamerkan jurus-nya itu.


"sekarang kau pasti akan kalah Madika!!" teriak-nya lagi sambil menghentak-kan tangan kanan-nya.


Seketika naga petir itu pun langsung bertambah cepat melesat ke lantai.


melihat naga yang kini makin dekat dengan lantai, Joe pun langsung tersenyum puas dan yakin bahwa Madika pasti akan kalah.


Namun, saat naga petir itu hendak mencapai lantai, tiba-tiba mulut naga itu mengembang dan semakin membesar.


~DUAAARR~


~DUAAARR~


~DUAAARR~


Seketika terjadi tiga ledakan yang menghancurkan mulut naga petir itu.


tidak cukup sampai di situ, dalam waktu yang kurang dari sedetik kini terjadi ledakan beruntun di sekujur tubuh naga petir itu.


ledakan itu terjadi di dalam perut naga itu.


Meledak-nya naga petir itu pun kini membuat Joe langsung terdorong oleh tekanan energi-nya sendiri.


hancur-nya naga petir itu memberikan efek kepada tubuh-nya melalui Saga yang ia gunakan untuk mengendalikan naga itu.


Saat ini, tampak banyak penonton yang penasaran dengan keadaan Madika.


pasal-nya saat ini area ledakan itu kini di tutupi oleh kabut yang cukup tebal sehingga tak terlihat apa-apa di sana.


"hei, apa Madika yang melakukan itu?"


"entahlah...."


"mana mungkin Madika yang melakukan-nya, jelas-jelas tadi Madika sudah kehabisan energi Saga-nya hingga terjatuh dari langit."


"oh iya benar juga."

__ADS_1


"tapi kalau begitu siapa yang melakukan-nya?"


para penonton pun mulai berargumentasi dan mulai menebak-nebak apa yang baru saja terjadi.


sementara itu, Nina yang sebelum-nya pernah berada satu kelompok dengan Madika dalam latihan antar kelas kini mulai sedikit memahami sesuatu karena diri-nya dulu pernah di ajari trik oleh Madika.


"seperti-nya dugaan-ku benar.... dia pasti sengaja menggunakan trik untuk membuat orang-orang mengira ia sudah kehabisan energi Saga." batin Nina.


Di sisi lain, tuan Samon yang tadi-nya terlihat tegang kini mulai bernafas lega.


diri-nya kemudian menyimpulkan bahwa Madika memang sengaja memancing Joe untuk menyerang-nya dan membuat naga Joe menelan diri-nya.


"seperti-nya Madika menggunakan trik yang sebelum-nya.... ia menyembunyikan keberadaan Saga di dalam tubuh-nya sehingga orang-orang mengira bahwa dia sudah kehabisan Saga." ucap tuan Samon.


"aku juga sependapat dengan kakek." timpal Natalia.


Sementara itu, Joe yang melihat naga-nya meledak begitu saja kini hanya bisa merasa kesal dan marah.


"sial@n!!.... bagaimana ini bisa terjadi?!" ucap Joe dengan ekspresi kesal.


"bagaimana ini bisa terjadi?!" ucap Madika yang saat ini masih berada di dalam kabut yang pekat itu.


"hei dengar! itu suara Madika!.... dia masih belum kalah!" ucap salah satu penonton.


"sial@n!.... ternyata kau menjebak-ku!!" ucap Joe dengan suara keras di sertai ekspresi yang penuh amarah.


Mendengar suara Joe yang terdengar keras itu, kini Madika pun perlahan berjalan keluar dari kabut tebal itu.


saat Madika berada di luar kabut itu, Madika pun langsung menghentak-kan kaki-nya ke lantai.


seketika kabut yang ada di sekitar tempat itu langsung tersapu bersih oleh gelombang angin yang di ciptakan oleh langkah angin milik Madika.


"jika kau butuh penjelasan, hanya satu hal yang harus ku katakan pada-mu!" ucap Madika sambil bersiap menggunakan tinju angin milik-nya.


"menyerah lah.... aku memang sengaja memancing mu menggunakan seluruh energi-mu, dan ini-lah hasil-nya.... kau tak akan bisa berbuat apa-apa lagi karena energi-mu sekarang kemungkinan hanya bisa menghentikan satu atau dua pukulan dari-ku." ucap Madika menyuruh Joe untuk menyerah.


Mendengar ucapan Madika itu, Joe pun merasa semakin kesal dan merasa diri-nya semakin di rendahkan oleh Madika.

__ADS_1


"hahahaha....." Joe pun tertawa seperti orang gila. lanjut-nya, "menyerah kata-mu?.... tidak akan!.... aku tidak akan menyerah di hadapan junior sombong seperti-mu!!" ucap-nya membentak Madika.


__ADS_2