Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Suara Misterius


__ADS_3

Saat ini Madika sedang berada jauh di dalam gua.


di gua itu ia akhir-nya merasa-kan seluruh energi Saga milik-nya telah kembali.


inti Saga-nya terisi kembali oleh energi Saga, dan kini energi Saga mulai mengalir kembali ke seluruh tubuh-nya.


hal itu pun membuat Madika tampak sangat senang.


"akhir-nya...." ucap Madika sambil tersenyum lebar.


kebahagiaan-nya itu kini membuat diri-nya lupa dengan tujuan-nya untuk berburu.


'saat ini harapan untuk keluar dari tempat ini telah di temukan, untuk apa lagi berburu.


pikir Madika'


Setelah itu Madika langsung mencoba energi Saga tersebut. ia mengayun-kan tangan kanan dan tangan kiri-nya untuk membuat sebuah bola angin, dan benar saja, kini sebuah bola angin berhasil terbentuk.


lalu Madika pun langsung mendorong tangan-nya ke depan dengan cepat.


seketika itu juga bola angin yang di buat Madika langsung melesat cepat dan menghantam dinding gua hingga hancur.


melihat hal itu, kini Madika pun makin senang.


ia mulai melihat-lihat kedua tangan-nya dengan ekspresi takjub.


"energi-ku benar-benar telah kembali!" ucap Madika.


Setelah itu Madika pun tanpa berpikir panjang langsung bergegas untuk pergi dari tempat itu.


namun saat diri-nya mencoba untuk berlari ia pun langsung menyadari bahwa jalan masuk yang ia lalui sebelum-nya kini tampak menyusut dengan cepat hingga akhir-nya tertutup rapat.


Madika yang melihat hal itu pun langsung terkejut dan sedikit panik.


"apa yang terjadi?" batin Madika bertanya-tanya sambil berlari ke arah lubang gua yang telah menghilang itu.

__ADS_1


"sial!" ucap Madika sambil mengeluar-kan peluru angin di tangan-nya.


kemudian ia langsung menghantam-kan peluru angin itu ke dinding gua itu.


kini peluru angin itu pun langsung menghantam dinding dan langsung menghasil-kan ledakan yang cukup kuat hingga di sekitar tempat ledakan itu kini di tutupi oleh kepulan debu yang sangat tebal.


"uhuk-uhuk."


suara Madika terdengar sedang terbatuk-batuk di dalam kepulan debu tersebut.


tak lama setelah itu Madika pun langsung mengguna-kan kekuatan angin-nya untuk menyingkir-kan kepulan debu itu.


"tchi.... ternyata dinding ini sangat kuat, bahkan lebih kuat dari dinding yang ku serang mengguna-kan bola angin sebelum-nya." batin Madika saat melihat dinding yang di serang-nya mengguna-kan peluru angin tampak tidak hancur sama sekali.


Madika pun kini memperkuat tangan-nya mengguna-kan angin milik-nya.


ia melapisi kedua tangan-nya mengguna-kan angin dan kemudian melesat-kan tinju-nya ke arah dinding gua itu.


Madika pun langsung meninju dinding itu secara bertubi-tubi.


"apa-apaan dinding gua ini?!" ucap Madika dengan kesal.


"HAHAHAHA....."


Terdengar suara menggelegar di udara, suara seorang pria yang sedang tertawa.


Madika yang mendengar tertawaan pria itu kini langsung menoleh ke segala arah dan mencari keberadaan dari pemilik suara itu.


suara pria itu terdengar dari segala arah di seluruh ruangan gua itu.


hal itu pun membuat Madika kesulitan untuk menemu-kan dari mana posisi suara itu berasal.


"siapa kau?.... tunjuk-kan wujud-mu!" ucap Madika dengan kesal dan tampak waspada.


"hahahaha, tak perlu kesal anak muda.... kemari-lah." ucap suara itu memanggil.

__ADS_1


Seketika itu juga tiba-tiba di lorong gua yang ada di depan Madika tampak muncul api di kedua tepian lorong gua.


api-api itu bermunculan dan membentuk barisan yang seolah menyambut dan mengarah-kan Madika untuk berjalan ke arah yang di tujukan oleh suara pria misterius itu.


Melihat barisan api yang seolah membuka jalan bagi-nya, kini Madika pun sempat terdiam seolah sedang memikir-kan sesuatu.


saat sedang berpikir, tiba-tiba tuan Risiwuku langsung berbicara dengan Madika melalui perantara Saga.


"akhir-nya aku bisa berbicara dengan-mu." ucap tuan Risiwuku membuka percakapan.


Madika yang sudah lama tak mendengar suara guru-nya itu tiba-tiba terkejut karena guru-nya langsung berbicara pada-nya.


ia bahkan sempat menoleh ke samping dengan ekspresi terkejut-nya karena mengira ada orang di samping-nya.


saat ia menyadari bahwa itu adalah suara guru-nya, kini Madika pun hanya bisa mengelus dada-nya sambil menghela nafas lega.


"ya ampun guru.... ku pikir siapa." ucap Madika menanggapi perkataan tuan Risiwuku barusan.


"Madika, coba ikuti saja apa yang di kata-kan oleh orang itu..... siapa tahu dia mengetahui sesuatu tentang tempat ini serta apa yang membuat kau kehilangan energi saga-mu saat tiba di tempat ini." ucap tuan Risiwuku yang langsung menuju inti pembahasan.


Mendengar perkataan guru-nya itu, kini Madika pun hanya bisa mengangguk.


"baik guru." ucap Madika yang langsung patuh pada guru-nya.


lalu Madika pun langsung berjalan menyusuri terowongan gua itu yang kini di sisi kiri dan kanan-nya berjejer api-api kecil yang menyinari jalanan di terowongan gua itu.


"sebenar-nya aku juga penasaran karena sebelum-nya aku dan Natalia tak menemukan satu pun manusia di pulau ini.... namun ini juga merupakan pertama kali-nya aku menginjak-kan kaki di bawah gunung ini, dan aku baru tahu bahwa di tempat ini Saga-ku bisa kembali.... jadi untuk saat ini aku berpikir mungkin di luar sana Natalia belum bisa mengembali-kan Saga di dalam tubuh-nya." ucap Madika pada guru-nya itu.


"rupa-nya dugaan-ku memang benar, ternyata bukan hanya kau saja yang kehilangan energi Saga di tempat ini." ucap tuan Risiwuku sambil mengelus janggut-nya. "lalu bagaimana keadaan Natalia sekarang? apa dia baik-baik saja?" tanya tuan Risiwuku.


"dia baik-baik saja guru." jawab Madika. "selain kami berdua, ternyata di hutan ini seluruh hewan monster juga kehilangan energi Nosa mereka, bahkan hewan monster yang di lautan pun juga tak memiliki energi Nosa.... karena itu lah kami masih bisa bertahan hingga saat ini.... jika seandai-nya para hewan monster masih memiliki energi, maka 100% kami pasti sudah mati di tempat ini." jelas Madika.


Tuan Risiwuku yang mendengar penjelasan itu kini hanya bisa menghela nafas.


"sejak kau kehilangan Saga-mu, aku tak bisa lagi merasa-kan apa-pun di luar tubuh-mu, hal itu lah yang membuat-ku tidak bisa mengetahui apa yang sedang terjadi pada kalian berdua." ucap tuan Risiwuku sambil menggeleng-kan kepala-nya pelan.

__ADS_1


"itu tidak masalah guru, yang terpenting kami baik-baik saja, selain itu, saat ini masih ada satu hal yang paling penting yang harus di lakukan di tempat ini." ucap Madika yang kini pasang ekspresi serius.


__ADS_2