
Saat ini Bunggu dan Natalia sedang melayang di udara mengguna-kan jurus mereka masing-masing.
sementara itu, Madika kini hanya menatap mereka dari bawah.
"seperti-nya aku bisa mengguna-kan jurus tuan Mawata sekarang..... ku harap langsung berhasil dengan sekali coba." batin Madika.
Setelah berkata dalam hati-nya, kini Madika pun langsung mengaktif-kan jurus yang ia dapat-kan dari tuan Mawata.
saat Madika mengaktif-kan jurus itu, tampak di bagian punggung Madika perlahan terbentuk sebuah sayap berwarna putih.
sayap itu tampak sangat indah dan terbentuk dari elemen angin milik Madika.
Melihat kemunculan sayap putih itu di punggung Madika, kini Bunggu dan Natalia pun tampak langsung terkejut.
hal itu di karena-kan jurus yang bisa memuncul-kan sayap seperti itu sangat-lah jarang di temui, bahkan terbilang cukup langka keberadaan-nya.
hal itu tentu membuat Natalia dan Bunggu mau tidak mau harus terkejut sekaligus kagum melihat sayap idah itu berada di punggung Madika.
"berdasar-kan informasi dari ingatan tuan Mawata, jurus ini tidak hanya di gunakan untuk terbang saja, karena jurus ini bisa memuncul-kan belati dalam jumlah banyak untuk menyerang lawan.... dengan kata lain, pengguna bisa menyerang dengan leluasa sambil terbang dengan bebas.... dan yang paling penting adalah, penggunaan energi yang di butuh-kan bisa terbilang cukup sedikit.... meski-pun begitu, mempelajari jurus ini benar-benar rumit, karena itu jurus ini terbilang langka dan banyak yang menginginkan-nya karena konsumsi Saga-nya yang hanya sedikit saja.... jika di banding-kan dengan jurus milik Bunggu dan Natalia, jurus ini jauh lebih efektif karena terpasang langsung di tubuh, sedang-kan jurus Natalia dan Bunggu masih membutuh-kan pengendalian yang cukup rumit, dan setiap kali mengendali-kan jurus mereka, maka energi Saga juga akan di gunakan..... sementara itu jurus-ku ini sudah seolah menyatu dengan tubuh, jadi aku bisa bebas menggunakan-nya seperti saat aku mengguna-kan tangan dan kaki-ku." batin Madika mengulas tentang jurus yang sedang ia gunakan.
Saat ini, Bunggu dan Natalia hanya bisa menatap Madika dengan ekspresi kagum.
Madika yang melihat hal itu hanya diam sambil tersenyum tipis menatap mereka berdua.
setelah itu Madika pun langsung terbang dan mendekati mereka berdua.
"ba.... bagaimana kau melakukan-nya?" tanya Natalia yang masih terlihat kagum dengan jurus baru Madika itu.
"ini hanya-lah warisan dari tuan Mawata, awal-nya ini adalah sayap api, namun karena sudah berhasil ku sesuai-kan ulang dengan tipe Saga-ku, maka kini ia menjadi sayap angin." jawab Madika dengan enteng-nya.
Mendengar hal itu Natalia malah jadi makin penasaran.
"sebenar-nya ada berapa banyak sih jurus yang di waris-kan tuan Mawata itu pada-mu?" tanya Natalia yang tampak antusias.
__ADS_1
"tidak terlalu banyak kok." jawab Madika sambil tersenyum hambar.
"ayo cepat, kita bergegas keluar dari sini!" ucap Madika dengan cepat dan langsung pergi begitu saja tanpa menunggu tanggapan dari Natalia dan Bunggu.
Kini Madika pun langsung melesat cepat ke arah lubang langit-langit tempat mereka jatuh sebelum-nya.
"hei tunggu aku!" teriak Natalia yang kini langsung melesat cepat mengikuti Madika.
Sementara itu, Bunggu yang melihat tingkah Madika kini hanya bisa tersenyum tipis sambil menggeleng-kan kepala-nya sekali.
setelah itu ia pun ikut melesat cepat mengikuti Madika dan Natalia.
Saat ini di sebuah gua yang gelap tampak seekor monster serigala sedang tidur lelap.
monster serigala itu adalah monster serigala yang sebelum-nya menyerang Madika dan Natalia hingga jatuh ke dunia bawah tanah.
tampak-nya, setelah melihat Madika dan Natalia jatuh ke dunia bawah tanah, kini serigala petir itu pun memilih untuk menjadi-kan gua itu sebagai sarang-nya.
yang pertama muncul adalah Madika, dan yang kedua adalah Natalia, serta yang terakhir muncul adalah Bunggu.
Saat Madika keluar, Madika tampak langsung senang. sampai-sampai ia langsung berteriak dengan penuh semangat seolah ia sedang berlomba siapa yang tercepat tiba di luar dunia bawah tanah.
"yey.... aku menang!!". teriak Madika dengan penuh semangat.
Beberapa saat kemudian Natalia dan Bunggu juga tiba dan langsung mendekati Madika.
"seperti yang di harap-kan dari jurus langka itu, kau bergerak terlalu cepat!" ucap Natalia dengan ekspresi kagum dan memuji Madika.
"hmm.... ini benar-benar jurus yang luar biasa." balas Madika.
"kalian berdua kelihatan-nya sangat senang bisa keluar dari tempat itu." sela Bunggu sambil mendekati mereka berdua.
"tentu saja!" ucap Madika dan Natalia dengan serentak.
__ADS_1
"ouh.... kalian kompak juga rupa-nya.... hahahaha." ucap Bunggu sambil tertawa.
Tak lama setelah itu tiba-tiba mereka bertiga terkejut dengan muncul-nya sebuah cahaya yang di sertai suara percikan petir.
Melihat cahaya yang muncul itu, kini mereka bertiga pun langsung menoleh ke arah datang-nya cahaya serta suara percikan petir itu.
Saat mereka melihat ke arah itu, kini mata mereka bertiga mendapati sekawanan monster serigala petir.
serigala petir itu memiliki jumlah yang sangat banyak, namun, Madika dan Natalia tentu-nya sudah tahu kalau serigala itu sebenar-nya hanya ada satu ekor, sedang-kan yang lain-nya hanya-lah kloning yang di hasil-kan dari jurus yang di gunakan oleh serigala petir itu.
"melihat kemunculan serigala itu, kini Natalia langsung terkejut dan tanpa sadar mulai mundur selangkah ke belakang.
seketika Natalia pun langsung teringat akan pertarungan sengit yang mereka berdua alami saat melawan si serigala petir ini.
"tenang saja." ucap Madika sambil meraih tangan Natalia.
seketika Natalia terkejut dan langsung menoleh ke arah Madika.
"tenang saja, aku akan melindungi-mu." ucap Madika sambil tersenyum manis ke arah Natalia.
Mendengar ucapan Madika, kini Natalia hanya bisa diam dan tak tahu harus merespon seperti apa saat Madika berkata seperti itu.
ia kini hanya bisa diam dan mempercaya-kan semua-nya pada Madika.
Setelah itu Madika pun langsung mengayun-kan tangan kanan-nya. seketika itu juga terbentuk-lah sebuah perisai angin yang berbentuk setengah lingkaran yang kini melindungi mereka berdua.
setelah perisai angin itu telah melindungi mereka berdua, kini Madika pun langsung menoleh ke arah Bunggu.
"hei Bunggu, kau masih belum cukup berolahraga bukan?.... bagaimana kalau kau urus serigala petir itu dulu?" ucap Madika menyaran-kan Bunggu untuk bertarung melawan monster serigala petir itu.
Mendengar ucapan Madika, kini Bunggu pun langsung tersenyum tipis.
"tenang saja, biar aku yang mengurus mahluk rendahan ini." ucap Bunggu yang terlihat bersemangat dan ingin bersenang-senang.
__ADS_1