
Saat ini wilayah yang di tutupi oleh penghalang yang di buat oleh para Niverom kini di penuhi oleh kepulan asap tebal yang di selingi oleh sisa-sisa api dari ledakan sebelum-nya.
hal itu pun membuat para Niverom yang berada di luar penghalang hanya bisa menebak-nebak saja apa yang kira-kira terjadi di dalam sana.
Sementara itu, Natalia dan kawan-kawannya saat ini tak bisa melihat apa yang sedang di lakukan si ular saat ini karena seluruh tempat di tutupi oleh asap tebal.
meski-pun saat ini mereka bisa mengetahui posisi si ular melalui teknik pendeteksian, namun mereka tetap saja tak bisa mengetahui sedang apa ular itu sekarang. apakah ular itu sedang menyiap-kan jurus selanjut-nya, atau-kah sedang menunggu asap lenyap barulah mulai bergerak lagi.
Hal itu pun membuat mereka semua merasa ragu untuk mengambil tindakan.
saat ini asal menyerang adalah hal yang fatal karena hanya akan membuang-buang Saga dengan sia-sia.
sehingga mereka pun kini hanya bisa memilih untuk membuat sebuah perisai api setengah lingkaran dengan cara menggabung-kan semua jurus perisai api milik mereka.
"aku tak bisa melihat apa-apa.... untuk berjaga-jaga aku akan menyiap-kan satu serangan lagi untuk menyerang ular itu." ucap Natalia dengan sedikit terburu-buru.
"tahan dulu Natalia.... jangan langsung menyerang!.... kita tidak tahu apa-kah saat ini dia sedang lengah atau justru malah memiliki pikiran yang sama dengan kita." ucap Nina yang langsung menghenti-kan niat Natalia untuk segera menyerang.
"apa maksud mu?" tanya Natalia heran.
"jika saat ini kita terpikir-kan untuk membuat perisai karena tidak tahu situasi lawan, maka ada kemungkinan ular itu juga akan membuat perisai karena ia juga tidak tahu situasi kita saat ini!.... oleh karena itu sebaik-nya jangan menyerang jika kau tak ingin jurus-mu berakhir sia-sia." jelas Nina.
"kau benar juga." balas natalia yang kemudian mengurung-kan niat-nya untuk langsung menyerang.
"baik-lah, kalau begitu aku cukup menyiap-kan jurus-nya saja, setelah asap ini lenyap dan situasi lawan di pasti-kan, maka saat itu juga akan ku lancar-kan serangan-ku!" ucap Natalia.
Mendengar ucapan Natalia, kini Nina hanya menanggapi-nya dengan cara mengangguk-kan kepala-nya.
Lalu Natalia pun langsung melepas-kan pengendalian penuh-nya dari naga api milik-nya itu.
__ADS_1
kini naga itu tak lagi di kendali-kan mengguna-kan kesadaran naga, sehingga pergerakan naga itu sedikit sulit di prediksi karena si naga akan bergerak otomatis mengincar lawan setelah di gerak-kan oleh si pengguna jurus naga api itu.
Setelah Natalia melepas-kan kesadaran-nya dari naga itu, kini Natalia pun langsung menyiap-kan satu jurus terkuat-nya lagi.
Natalia langsung mengangkat kedua tangan-nya di depan-nya.
tangan kanan-nya sejajar dengan kepala dengan posisi telapak tangan mengarah ke bawah serta tangan kiri berada sejajar dengan pusar dengan posisi telapak tangan mengarah ke atas.
setelah kini tampak di tengah-tengah telapak tangan Natalia yang saling berhadapan itu muncul sebuah gumpalan petir dan api.
gumpalan petir dan api itu perlahan membesar hingga ukuran-nya hampir sama dengan sebuah bola kaki.
kini jurus petir api milik Natalia itu telah siap dan hanya menunggu waktu saja untuk melancar-kan serangan-nya.
Tak lama setelah itu, kini asap perlahan menghilang.
wilayah sekitar tempat itu pun mulai terlihat.
bahkan rerumputan pun tak tersisa sedikit-pun sehingga tempat itu tampak seperti sebuah tanah tandus yang tak bisa di hidupi oleh tanaman.
Di sisi lain, Natalia dan yang lain-nya kini bisa melihat si ular itu dengan samar-samar.
benar saja, ular itu ternyata sudah menyiap-kan sebuah perisai untuk melindungi diri-nya.
perisai itu juga berbentuk setengah lingkaran sehingga jika ada serangan dari arah mana-oun pasti bisa di tahan oleh-nya.
Melihat hal itu, Natalia dan kawan-kawan pun tampak sedikit terkejut.
"ternyata dugaan Nina memang benar." ucap Natalia.
__ADS_1
"ya benar.... lagi pula sejak awal hewan monster tingkat Elite memang berbeda dengan hewan lain-nya karena mereka sudah mulai memiliki sedikit kecerdasan dalam bertindak..... oleh karena itu, jika kita tidak berhati-hati maka kita sendiri-lah yang akan kalah dengan mudah." ucap Nina menjelas-kan.
Tak lama setelah itu, kini si ular berkepala tiga itu pun melepas-kan perisai milik-nya, dan dengan cepat ia langsung menyembur-kan cairan panas ke arah Natalia dan yang lain-nya.
Sementara itu, naga api milik Natalia yang saat ini berada di udara langsung melesat lurus ke arah ular berkepala tiga itu.
lalu si naga langsung menggigit salah satu kepala ular itu dan membuat ular itu terdorong ke tanah.
Namun karena saat ini Natalia belum bisa sepenuh-nya menggendali-kan dua jurus sekaligus, maka kini gigitan naga api itu tidak-lah terlalu kuat dan si ular dengan cepat langsung mengibas-kan kepala-nya dan membuat si naga terdorong ke belakang.
setelah itu tanpa berlama-lama si ular itu langsung menggigit naga api Natalia tepat di leher-nya.
Natalia yang melihat hal itu seketika langsung panik.
hal itu di karena-kan jika gigitan si ular berhasil menghancur-kan naga api, maka gelombang Saga yang di gunakan Natalia untuk mengendali-kan si naga akan berbalik dan bisa membuat diri-nya mengalami luka dalam akibat dari hancur-nya jurus naga api yang ia kendali-kan itu.
Natalia yang panik pun kini tanpa berpikir panjang langsung melancar-kan serangan berikut-nya.
dengan segera Natalia menyerang dan bola petir api yang Natalia bentuk sebelum-nya kini berubah menjadi laser petir api yang cukup besar dan langsung melesat ke arah ular berkepala tiga itu.
hal itu pun membuat si ular tak sempat menghindari serangan Natalia.
Seketika serangan laser petir api itu langsung menghantam tubuh si ular dan membuat ular itu terdorong jauh hingga menghantam dinding penghalang yang di buat oleh para Niverom.
Setelah beberapa saat ketika serangan laser petir api itu berakhir, kini tampak ular itu mengalami luka yang cukup serius.
Sementara itu, tanah yang menjadi jalur yang di lalui oleh laser petir api barusan kini tampak berwarna kemerahan seperti sebuah lahar. hal itu di karena-kan serangan laser petir api itu memiliki panas yang cukup ekstrim.
Di sisi lain, dinding penghalang yang di buat oleh para Niverom sebelum-nya kini tampak retak dan ada beberapa tempat yang sudah hancur.
__ADS_1
serangan laser Natalia barusan ternyata berhasil menghancur-kan dinding penghalang buatan para Niverom.