Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mengembalikan Energi Natalia


__ADS_3

Mendengar perintah Madika, kini Bunggu pun langsung menyamar-kan tingkatan-nya hingga ke tingkat profesional level 20.


Setelah itu Natalia pun langsung bertanya pada Bunggu.


"sudah berapa lama kau ada di tempat ini?" tanya Natalia.


"aku belum terlalu lama di sini, mungkin baru satu bulan atau dua bulan." jawab Bunggu berbohong.


"begitu ya.... pantas saja kami tak pernah bertemu dengan-mu sebelum-nya." balas Natalia.


Bunggu yang mendengar tanggapan Natalia kini hanya bisa tertawa hambar sambil sedikit menoleh ke arah Madika.


Madika yang melihat tingkah Bunggu kini hanya menggegleng-kan kepala-nya pelan.


Setelah itu kini Madika pun langsung menepuk bahu Natalia.


"seperti-nya sudah saat-nya aku memberi-kan simbol kristal untuk-mu." ucap Madika sambil tersenyum tipis.


Mendengar ucapan Madika, kini Natalia pun langsung menoleh ke arah Madika dan langsung memutar tubuh-nya menghadap Madika.


"simbol kristal?" ucap Natalia bertanya dengan ekspresi penasaran.


"sebelum kami keluar dari gua itu, tuan Mawata memberi-ku sebuah kristal yang berfungsi untuk menangkap jurus penyerapan energi milik tuan Mawata, dan efek dari kristal ini bisa di bagi-kan dengan orang lain selama orang itu di pasang-kan sebuah simbol kristal dari si pemegang kristal." ucap Madika menjelas-kan.


"oh.... jadi itu ya alasan kenapa kalian bisa mengguna-kan energi kalian sementara aku masih tidak bisa menggunakan-nya." ucap Natalia menanggapi.


Madika yang mendengar ucapan Natalia hanya menanggapi-nya dengan cara menggumam sambil mengangguk-kan kepala-nya.


setelah itu tanpa banyak membuang waktu Madika pun langsung menggerak-kan tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan dan kemudian ia mengarah-kan tangan-nya ke dahi Natalia dengan posisi telapak tangan terbuka.


setelah itu muncul cahaya berwarna biru yang tampak masuk ke dalam kulit Natalia dan membentuk sebuah simbol kecil di dahi sebelah kiri Natalia.


Setelah simbol itu sudah siap, kini Madika pun langsung menyuruh Natalia untuk menguji apa-kah energi-nya benar-benar sudah kembali.

__ADS_1


"bagaimana? apa kau sudah bisa merasa-kan energi-mu lagi?" tanya Madika.


"ehm.... aku merasa-kan energi-ku perlahan terisi kembali, tapi untuk memulihkan-nya hingga pulih sepenuh-nya seperti-nya butuh waktu cukup lama." ucap Natalia menjawab pertanyaan Madika.


"baiklah, kalau begitu untuk sekarang sebaik-nya kau pulih-kan energi-mu terlebih dahulu, setelah itu baru-lah kita pikir-kan cara untuk keluar dari tempat ini." ucap Madika menganjur-kan Natalia untuk beristirahat terlebih dahulu dan memulih-kan energi-nya hingga pulih sepenuh-nya.


"baik-lah kalau begitu." balas Natalia menanggapi saran Madika.


setelah itu kini Natalia pun langsung duduk bersila dan mulai mengumpul-kan energi di udara untuk memulih-kan energi Saga yang ada di inti Saga milik-nya.


Setelah mereka sudah cukup lama beristirahat, kini Natalia pun sudah berhasil memulih-kan energi-nya sepenuh-nya.


"baik-lah.... aku sudah selesai memulih-kan semua energi Saga-ku." ucap Natalia yang kemudian langsung berdiri dari duduk-nya.


Madika dan Bunggu yang mendengar ucapan Natalia itu kini ikut berdiri dari duduk mereka.


setelah itu mereka berdua pun langsung berjalan mendekati Natalia.


"baik-lah, kalau begitu kita bisa berangkat sekarang." ucap Madika pada Natalia.


"untuk bisa keluar dari sini kita harus punya kemampuan untuk terbang ke lubang besar di langit-langit dunia bawah tanah ini." ucap Bunggu. "apa kalian berdua punya cara untuk terbang ke sana?" tanya Bunggu sambil menoleh ke arah Madika dan Natalia.


"kalau aku sih bisa mengguna-kan naga api milik-ku, tapi bagaimana dengan kalian berdua?.... apa kalian bisa terbang ke atas sana?" tanya Natalia memasti-kan.


"kalau aku sih bisa terbang mengguna-kan pedang milik-ku.... jadi tenang saja." jawab Bunggu sambil mengacung-kan jempol-nya.


"lalu bagaimana dengan-mu Madika?" tanya Natalia sambil menatap Madika.


"tenang saja, aku bisa mengatasi hal ini kok." ucap Madika sambil tersenyum tipis ke arah Natalia.


Saat Madika berkata seperti itu, kini Natalia pun teringat tentang perisai melayang milik Madika, dengan perisai itu Madika pasti bisa bergerak bebas di udara dan naik ke atas sana dengan cara melompat dari satu perisai ke perisai lain-nya.


"oh iya, aku lupa kau punya perisai angin yang melayang itu." ucap Natalia setelah mengingat jurus perisai melayang milik Madika.

__ADS_1


"baik-lah, kalau begitu aku akan segera mengeluar-kan jurus naga api milik-ku." ucap Natalia.


Kini Natalia pun langsung menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan, setelah itu ia pun langsung memadat-kan bola api yang cukup besar di depan-nya.


setelah itu, kini dari bola api padat itu muncul seekor naga api yang besar-nya seperti batang kelapa.


naga api yang berbentuk seperti ular itu pun langsung terbang bebas di udara.


lalu Natalia pun langsung menggerak-kan tangan kanan-nya seolah sedang memanggil naga itu untuk bergerak ke arah-nya.


Seketika naga api yang sedang terbang itu langsung berbalik arah dan langsung melesat ke arah Natalia.


Madika dan Bunggu yang melihat hal itu kini langsung bergerak sedikit menjauh dari Natalia saat melihat kedatangan naga api itu.


Kini naga api itu pun langsung membuka mulut-nya dan langsung menangkap Natalia dan memasuk-kan Natalia ke dalam mulut-nya.


kini Natalia pun sudah berada di dalam mulut naga itu, ia pun kini bisa mengendali-kan pergerakan naga itu sambil terbang bersama naga api itu buatan-nya itu.


Melihat hal itu, Madika dan Bunggu pun tampak sedikit kagum dengan jurus yang di tunjuk-kan oleh Natalia.


"hah...." Madika menghela nafas. "anak seorang raja dan cucu dari seorang kaisar memang sangat mudah mendapat-kan dan mempelajari jurus yang sulit bagi orang lain yang seusia-nya." ucap Madika.


"hahahaha..... meski-pun anda berkata seperti itu, tapi harus-nya anda bisa jauh lebih mengagum-kan dari gadis itu bukan?" ucap Bunggu sambil menoleh ke arah Madika.


"entah-lah." jawab Madika singkat sambil tersenyum tipis.


Setelah Madika berkata seperti itu, kini Bunggu pun langsung mengayun-kan tangan-nya ke kanan.


seketika di depan Bunggu muncul sebuah lingkaran energi di atas permukaan tanah.


dari lingkaran energi itu kini muncul sebuah pedang api yang menyala-nyala.


pedang api itu pun langsung melesat ke udara hingga akhir-nya Bunggu menggerak-kan jari tangan-nya untuk menarik pedang api itu ke arah-nya.

__ADS_1


setelah itu Bunggu pun langsung menaiki pedang-nya itu, dan ia langsung terbang menghampiri Natalia yang saat ini masih melayang di udara bersama dengan naga api-nya.


__ADS_2