
Saat ini Natalia berhasil membuat banyak orang tercengang dan ketakutan dengan sebuah jurus yang ia tunjuk-kan.
Jurus tersebut di sebut-sebut sebagai jurus 'Aura Kaisar'.
Jurus ini merupakan jurus legendaris yang sudah turun-temurun di beri-kan kepada anggota keluarga kekaisaran. Namun tidak semua anggota keluarga kekaisaran memiliki hak untuk jurus ini karena jurus ini sudah menjadi salah satu simbol sang kaisar. Oleh karena itu, yang di turun-kan jurus ini hanya-lah orang-orang yang memiliki potensi serta sudah di pilih untuk menjadi sosok kaisar yang baru di masa depan.
Kini semua orang di tempat itu sudah menyadari siapa Natalia yang sebenar-nya. terutama Axel dan Sugali yang saat ini sedang tertunduk dan berlutut di hadapan Natalia.
"Mo... Mohon maaf nona! Kami tidak mengetahui kalau itu adalah anda!" Ucap Sugali meminta pengampunan.
"Mohon maaf?! Jadi kata-kata itu juga bisa keluar dari mulut-mu ya?!" Ucap Natalia sambil memandang rendah kedua pria di depan-nya itu.
"Sekarang aku ingin bertanya!" Ucap Natalia lagi.
"Apa-kah tadi kalian berniat memaaf-kan ku hah?!" Tanya Natalia dengan nada suara yang terdengar dingin namun penuh dengan aura mengintimidasi.
Seketika tubuh Axel langsung bergetar mendengar ucapan Natalia.
Tidak hanya itu saja, kini bulu-bulu kuduk-nya langsung berdiri karena rasa takut.
"Seperti-nya gadis itu tidak berniat memaaf-kan Sugali dan Axel!" Ucap salah satu tetua dengan ekspresi yang tampak serius.
"Saat ini kita tak bisa melakukan sesuatu untuk membantu mereka berdua! Sebaik-nya kita biar-kan saja mereka mendapat hukuman dari gadis itu!" Ucap salah satu tetua lain-nya dengan ekspresi yang terlihat sedikit khawatir.
"Kau benar! Kita tak bisa ikut campur sekarang! Karena jika kita membela mereka berdua, maka bisa di pasti-kan gadis itu akan menganggap bahwa kita telah menyinggung keluarga kekaisaran! Kalau sampai itu terjadi, maka sekte kita pasti akan hancur dalam satu malam!" Timpal tetua lain-nya dengan penuh penekanan.
Saat ini sekte Balumba memang memiliki kekuatan layak-nya sebuah kerajaan dan ia memiliki potensi untuk mendiri-kan atau-pun mengguling-kan sebuah kerajaan.
__ADS_1
Tapi itu hanya berlaku pada satu kerajaan saja dan itu sama sekali tidak berlaku bagi orang yang bahkan sudah menguasai lebih dari satu kerajaan, yakni sang kaisar, Samon Taunaroso.
Sudah jelas kapasitas Samon Taunaroso adalah yang terbaik di kekaisaran ini! Diri-nya menyandang status sebagai kaisar bukan hanya karena sejak lahir ia berasal dari keluarga kekaisaran, melain-kan karena kemampuan dan kekuatan yang di miliki-nya lah ia bisa di takuti serta di segani di seluruh wilayah kekaisaran yang ia pimpin saat ini.
Satu sekte Balumba saja tidak akan cukup untuk melawan sosok yang sekuat itu! Oleh sebab itu para tetua dan ketua klan kini hanya bisa berdiam diri dan menunggu Natalia selesai memberi hukuman pada Axel dan guru-nya itu.
Kini Natalia pun langsung mengangkat tangan kanan-nya. Lalu ia mengguna-kan jari tunjuk-nya dan menunjuk ke arah Sugali dan Axel saat ini.
"Sekarang coba introspeksi diri! Apa-kah kalian pantas mendapat pengampunan?!" Tanya Natalia lagi sambil memperkuat tekanan aura-nya pada Axel dan Sugali saat ia mengarah-kan jari telunjuk-nya itu ke arah mereka berdua.
"Uhuk-uhuk!!"
Seketika Axel langsung terbatuk-batuk dan dari mulut-nya keluar darah segar. Bisa di pasti-kan bahwa saat ini Axel telah mengalami luka dalam.
"To... Tolong ampuni kami! Kami akan melakukan apa-pun yang kau ingin kami lakukan!" Ucap Axel yang kini sudah menyerah untuk mempertahan-kan ego-nya.
"Ya benar! kami akan melakukan apa-pun yang anda perintah-kan!" Ucap Axel lagi yang sudah terlihat panik dan ketakutan.
Mendengar dan melihat reaksi dari Axel yang seperti itu, kini Natalia pun langsung tersenyum licik sambil menatap Axel dan Sugali dengan tatapan merendah-kan.
"Kalau begitu kemari-lah dan jilat kaki-ku!" Ucap Natalia sambil mengendali-kan aura milik-nya agar Axel dan Sugali bisa berdiri dan tidak terkena tekanan yang sangat berat.
Merasa-kan tekanan aura itu sudah menjadi sedikit lebih ringan, kini Sugali langsung menoleh ke arah Axel dengan tatapan tajam yang terlihat sangat kesal.
"Gara-gara kau sekarang aku harus merenda-kan diri dan di permalu-kan seperti ini!" Ucap Sugali yang tampak kesal dan marah apa lagi saat ini Axel sudah mengata-kan untuk melakukan semua yang Natalia ingin-kan.
Akhir-nya Axel dan Sugali pun segera mendekat ke arah Natalia.
__ADS_1
Begitu mereka berdua berada tepat di depan singgasana itu, kini Natalia yang sedang duduk pangku kaki di singgasana itu langsung mengguna-kan kembali aura-nya untuk menekan Axel dan Sugali sehingga mereka berdua pun langsung bertekuk lutut di depan Natalia.
"Sialan!! Aku yang seorang ksatria tingkat Epic! bagaimana bisa jadi serendah ini di hadapan seorang bocah bau kencur yang masih berada di tingkat tinggi!" Ucap Sugali dalam hati dengan perasaan yang sangat kesal.
Kini Axel dan Sugali masih belum menjilati kaki Natalia yang saat ini ada di hadapan mereka berdua karena masih ada rasa ego untuk mempertahan-kan harga diri mereka.
Namun sayang-nya hampir semua orang yang ada di tempat itu langsung memarahi dan mencaci serta mencela Axel dan Sugali.
"Cepat lakukan ta1!! Gara-gara kalian berdua kami juga malah jadi korban!!"
"Cepat akhiri ini dasar bodoh!"
"Makan-nya jangan terlalu sombong sialan! Sekarang rasa-kan akibat-nya!!"
"Tunggu apa lagi kalian berdua sialan! cepat lakukan!!"
Berbagai cacian dan rasa kesal para penonton serta beberapa guru lain-nya dari sekte Balumba kini langsung di arah-kan pada Sugali dan Axel.
Hal itu membuat mereka berdua semakin merasa-kan malu yang sudah tak terhitung lagi jumlah-nya.
Hingga akhir-nya dengan keadaan terpaksa Sugali dan Axel pun merendah-kan diri mereka dan mulai menjilati sepatu Natalia layak-nya seekor anjing.
Natalia yang melihat hal itu kini langsung melebar-kan senyum-nya sambil menatap kedua orang yang sedang menjilati kaki-nya itu dengan tatapan yang merendah-kan guna membuat mereka semakin malu dan membuat mental mereka semakin hancur.
"Hahaha... Sekarang harus-nya kalian sadar! Tidak semua orang di dunia ini lebih lemah dari kalian!" ucap Natalia dengan tegas.
"Hah..." Guru pemandu kini hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat tindakan Natalia saat ini.
__ADS_1
Sejujur-nya bagi si guru, tidak masalah memberi pelajaran pada kedua orang itu, akan tetapi tindakan Natalia saat ini di mata-nya sudah sedikit berlebihan dan itu bisa saja menyebab-kan dendam pada masa mendatang.