Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Melatih Teknik Baru(2)


__ADS_3

Setelah beberapa saat Bunggu mengedarkan Arta-nya, kini Bunggu menemukan keberadaan sekelompok ksatria yang sedang bertarung dengan para Niverom.


kemudian Bunggu mulai mengidentifikasi kemampuan para ksatria dan para Niverom itu.


saat ini Bunggu sudah mengidentifikasi kemampuan setiap ksatria dan Niverom yang sedang bertarung itu.


dari yang Bunggu identifikasi-kan, di tempat itu terdapat satu pengguna Saga tingkat elit yang merupakan pemimpin kelompok itu. kemudian ada dua ksatria tingkat profesional, dan ada empat ksatria tingkat tinggi.


Sementara itu, di sisi yang lain yakni para Niverom, di sana tampak ada dua Niverom yang berada di tingkat Aono, yakni setara dengan tingkat elit. kemudian terdapat tiga Niverom yang berada di tingkat Alima, yakni setara dengan tingkat profesional. lalu terdapat lima Niverom tingkat Tolongu, yakni setara dengan tingkat atas.


Setelah berhasil memastikan semua hal itu, kini Bunggu memilih untuk memperkuat teknik penyamaran area milik-nya.


teknik penyamaran area adalah teknik di mana seseorang mampu menghilangkan sebuah area tertentu dari pandangan orang-orang luar.


itulah tehnik penyamaran area yang di ketahui orang-orang secara umum. namun tehnik penyamaran area yang di miliki oleh Bunggu sangatlah berbeda karena teknik ini memiliki keunggulan yang sangat tinggi jika di bandingkan dengan teknik penyamaran area yang biasa.


jika teknik penyamaran area yang biasa hanya menyamarkan area dan membuat-nya seolah tidak ada, maka teknik penyamaran area yang sudah di tingkatkan oleh Bunggu mampu menghilangkan area yang ia miliki dan mengganti-nya dengan area yang mirip namun bukan lagi area milik si pengguna.


berdasarkan teori-nya, teknik ini menciptakan ruang kosong (mirip ruang hampa tapi bukan ruang hampa) yang menjadi sebuah tempat pemindahan area milik si pengguna.


Meskipun teknik ini seolah memindahkan area si pengguna ke dimensi lain, namun sebenar-nya area si pengguna tetap ada di tempat tersebut, atau lebih tepat-nya masih terhubung melalui semacam bola yang ukuran-nya hanya sebesar bola pingpong.


"tampak-nya aku tak perlu ikut campur urusan orang-orang itu!" batin Bunggu. "sama seperti sebelum-nya, aku hanya perlu diam dan bersembunyi karena tak ada guna-nya ikut dalam pertarungan mereka yang selalu saling membunuh!" batin-nya sambil pasang ekspresi acuh.


Tak lama setelah itu kini madika tersentak lagi karena diri-nya gagal melakukan teknik yang ia latih itu.


"ini benar-benar sangat sulit!" ucap Madika dengan ekspresi kesal.


"lakukan saja dengan benar, nanti-nya anda juga pasti bisa berhasil menggunakan tekni-nya." ucap Bunggu yang saat ini tampak masih bersila sambil terus mempertahankan teknik penyamaran area milik-nya.


"lakukan dengan benar gundul-mu!.... ini sangat sulit bagi-ku sial@n!" ucap Madika dalam hati.


"apa yang sedang kau lakukan?" tanya Madika saat melihat Bunggu yang sedang duduk bersila.


"aku sedang menyembunyikan area kita saat ini karena di luar sana ada sedikit masalah yang terjadi." jawab Bunggu dengan nada sopan.

__ADS_1


"hmm.... begitu ya." gumam Madika. "memang-nya masalah apa yang terjadi di luar sana?" tanya Madika.


"Di luar sana sedang ada pertarungan antara para ksatria dan Niverom." jawab Bunggu dengan tenang.


"hmm.... begitu ya...." ucap Madika setelah bergumam.


setelah itu Madika kembali duduk bersila. namun kini diri-nya tidak sedang melatih teknik yang di ajarkan melainkan sedang mengedar-kan Saga-nya ke luar area itu untuk memeriksa situasi di luar area itu.


Saat ini Madika sedang merasa penasaran apa yang sedang terjadi di luar sana. hal itu pun mendorong diri-nya untuk mengecek-nya secara langsung.


Sementara itu, Bunggu yang sebelum-nya duduk bersila dengan ekspresi yang tampak serius dengan konsentrasi penuh-nya kini tampak terkejut dengan mata yang terbelalak.


"dia berhasil menembus penyamaran area-ku?" ucap Bunggu dalam hati sambil menatap Madika yang saat ini sedang duduk bersila. "padahal teknik ini harus-nya bisa menahan Saga seseorang di dalam area, tapi ternyata itu tak berlaku bagi-nya!... pantas saja tuan Risiwuku memilih diri-nya..... dia benar-benar berpotensi untuk menjadi penerus kekuatan tuan Risiwuku." ucap Bunggu dalam hati.


Sementara itu, Madika yang saat ini sedang mengedar-kan Saga-nya kini menemukan keberadaan para ksatria serta Niverom yang sedang bertarung tersebut.


Saat Madika berhasil mengetahui posisi mereka, kini Madika bisa mengetahui bahwa para ksatria itu saat ini sedang kesulitan dan sedang terdesak karena kekuatan para Niverom itu jauh lebih kuat dari mereka.


di tambah lagi semua Niverom itu bisa mengendalikan dua elemen, yakni api dan petir. sementara para ksatria hanya bisa menggunakan satu elemen saja.


ia sedang merencanakan sesuatu. hingga akhir-nya ia berhenti mengedarkan Saga-nya. lalu ia membuka mata-nya dan menoleh ke arah Bunggu.


"hei Bunggu, aku ingin keluar dan membantu orang-orang itu." ucap Madika dengan ekspresi tenang dan serius.


Mendengar ucapan Madika itu, kini Bunggu perlahan membuka mata-nya dan menoleh ke arah Madika.


"untuk apa kau membantu mereka?" tanya Bunggu karena saat ini menurut Bunggu tidak ada guna-nya membantu para manusia itu.


"tentu saja agar mereka selamat dan tidak terbunuh oleh Niverom!" jawab Madika dengan tegas.


"lalu bagaimana dengan para Niverom itu?" tanya Bunggu lagi.


"apa maksud ucapan-mu?" tanya Madika yang tampak makin serius sambil menatap Madika dengan ekspresi menyelidik.


"jika kau menyelamatkan manusia, maka kau akan membunuh Niverom.... Niverom itu juga mahluk hidup, mereka juga memiliki keluarga dan memiliki pikiran sama seperti manusia.... apa kau tidak tahu itu?" tanya Bunggu lagi setelah menjelaskan.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Bunggu, kini Madika tampak bimbang untuk menjawab.


"apa kau berpikir dengan bertindak netral bisa membawa kedamaian di dunia ini?" tanya Madika sambil berdiri dari duduk-nya.


"ini benar-benar konyol, tapi memang sangat sulit untuk mendamaikan dunia jika bertindak netral.... karena sampai kapan-pun manusia dan Niverom pasti akan saling memburu." jawab Bunggu.


"kalau sudah tau, kenapa kau tidak membantu para manusia?" tanya Madika lagi. "sudahlah, aku tak peduli lagi! aku akan pergi membantu mereka!" ucap Madika dengan tegas.


"baiklah kalau begitu, aku akan ikut dengan anda." ucap Bunggu yang tiba-tiba sopan dan menerima keputusan Madika.


"eh?.... kenapa tiba-tiba patuh begitu?" tanya madika yang tampak heran.


"sebenar-nya tadi aku hanya ingin melihat kebulatan tekad anda." jawab Bunggu.


"hmm.... baiklah kalau begitu, sekarang ayo keluar dari sini!" ujar Madika dengan tegas.


Tingkatan pengguna Nara.


- Tingkat Songu(dasar)


- Tingkat Rongu(menengah)


- Tingkat Tolongu(atas)


- Tingkat Ampa(tinggi)


- Tingkat Alima(profesional)


- Tingkat Aono(elit)


- Tingkat Papitu(master)


- Tingkat wawalu(legendaris)


- Tingkat Sasio(mutlak)

__ADS_1


__ADS_2