
Setelah pria itu mengangkat tangan-nya, maka muncullah Sambaran-sambaran petir di udara, dan tercipta lah badai petir yang tampak menakutkan.
"mari kita lihat!.... apakah angin-mu itu lebih kuat dari petir-ku?!" ucap pria itu dengan sangat bersemangat.
Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba salah satu bumerang angin milik Madika yang saat ini melesat di samping pria itu langsung meledak dan membuat pria itu terdorong oleh tekanan angin yang sangat kuat.
Melihat hal itu, Madika pun tersenyum licik sambil mengarahkan tangan-nya ke arah pria itu.
"ledakan bumerang angin ini memang tidak begitu kuat, namun jika jumlah-nya sebanyak ini dan di sertai badai angin yang membuat-nya terus berputar-putar, tentu sulit bagi-nya untuk menghindar." batin Madika.
Saat ini, bumerang angin milik Madika itu tampak tidak hilang seperti bumerang angin yang sebelum-sebelum-nya. hal itu di karenakan bumerang angin ini hanyalah tipuan, karena sesungguh-nya bumerang angin itu adalah peluru angin yang tidak sempurna dan di bentuk layak-nya bumerang angin. dengan begitu Madika berhasil menipu pria itu dan mengira bahwa itu adalah bumerang angin yang asli seperti hal-nya bumerang angin biasa lain-nya.
"bagaimana bisa angin hasil tebasan pedang-nya bisa meledak seperti ini?!" batin Persia itu sambil berusaha menghindar.
Di saat yang bersamaan, kini badai petir langsung berhenti di karenakan pria itu terganggu oleh tehnik 'lengkungan angin' milik Madika.
note: nama bumerang angin sekarang akan di ubah menjadi 'lengkungan angin'.
hal itu di karenakan menurut author lengkungan angin lebih menggambarkan tehnik ini.
"setahu-ku tehnik lengkungan angin tidaklah menghasilkan ledakan seperti ini.... hal itu di karenakan teknik lengkungan angin hanyalah bentuk perpanjangan dari bilah tajam sebuah pedang. namun, tanpa pedang sekali-pun tehnik lengkungan angin tetap bisa di buat dengan tangan kosong, dan hasil-nya tetap sama seperti saat memakai pedang." batin pria itu sambil mengingat tehnik lengkungan angin yang sebenar-nya.
Karena pria itu sibuk berpikir, kini tanpa sadar ia sudah tak bisa lagi menghindar dari serangan lengkungan angin Madika. hal itu di karenakan sejumlah lengkungan angin tampak melesat ke arah pria itu dari berbagai arah.
melihat hal itu pria itu langsung terkejut. namun semua sudah terlambat karena kini semua lengkungan angin itu langsung meledak tepat di dekat-nya.
Ledakan yang dahsyat pun terjadi.
__ADS_1
banyak pohon yang langsung hancur dan tumbang di sekitaran area ledakan.
sementara itu tekanan angin yang begitu kuat kini membuat banyak dedaunan pohon yang cukup jauh dari area ledakan jadi ikut rontok dan berhamburan di udara bersamaan dengan kepulan debu yang tebal menutupi area sekitar ledakan.
Setelah beberapa saat ledakan itu terjadi, kini Madika mulai menganalisa situasi dan mencari tahu apakah ia berhasil mengalahkan pria itu atau tidak.
tak lama setelah ia mulai menyebarkan Saga-nya untuk mendeteksi keberadaan pria itu, tiba-tiba ekspresi wajah-nya berubah dan terlihat sedikit kesal.
"tchi... ternyata ini belum berakhir!" batin Madika
Tak lama setelah itu, kini kepulan debu yang menutupi area ledakan itu perlahan lenyap dengan sendiri-nya, dan di tempat ledakan itu terjadi kini perlahan tampak sosok pria itu yang sedang berdiri menghadap ke arah Madika.
"tchi!.... kekuatan orang ini benar-benar tidak masuk akal!" batin Madika yang melihat bahwa pria itu saat ini tampak baik-baik saja, bahkan tak satupun kain pakaian-nya yang tampak sobek akibat ledakan itu. "apa serangan-ku benar-benar selemah itu sampai-sampai baju-nya pun tak berbekas sedikitpun saat terkena serangan-ku?"
"seperti-nya yang bisa ku lakukan sekarang hanyalah mengakui-mu!" ucap pria itu secara tiba-tiba dengan suara lantang.
Setelah itu, pria itu pun langsung berjalan santai mendekati Madika.
"tadi aku hanya menguji-mu untuk memastikan sesuatu karena aku masih ragu, tapi sekarang aku mulai mengerti sesuatu." ucap pria itu dengan ekspresi senang dan tersenyum tipis menatap Madika.
"apa maksud-mu?!.... dari tadi kau terus mengatakan omong kosong yang tak berguna!" balas Madika sambil mengarahkan pedang-nya ke arah pria itu yang saat ini masih terus berjalan mendekati-nya.
"ahh.... maaf, seperti-nya sedari tadi perbuatan-ku sudah terlalu berlebihan sehingga kau jadi kesal dan marah pada-ku." ucap pria itu sambil menggaruk kepala-nya yang tidak gatal.
setelah itu dengan pergerakan yang sangat cepat kini pria itu tiba-tiba berada di depan Madika sambil mengulurkan tangan-nya untuk berjabat tangan.
"kenalkan, namaku Kulimu Nakumba." ucap pria itu yang langsung memperkenal-kan diri.
__ADS_1
Sementara itu, Madika malah tampak terkejut karena saat ini Kulimu sudah berada di depan-nya dan langsung memperkenal-kan diri.
"ya.... yang benar saja." batin Madika yang saat ini tampak terus memperhatikan Kulimu yang sedang mengulurkan tangan-nya itu.
"apa maksud-nya ini hah?" ucap Madika penuh selidik sambil menatap Kulimu dengan ekspresi waspada.
Setelah itu Kulimu pun menjelaskan alasan mengapa ia menyerang Madika.
sebenar-nya saat ini Kulimu sedang mencari orang yang mewarisi kekuatan dari tuan Risiwuku. hal itu di karenakan Kulimu adalah orang yang telah di warisi sebuah kekuatan yang berasal dari salah satu rekan kepercayaan tuan Risiwuku. bisa di bilang, orang itu adalah salah satu pengawal tuan Risiwuku yang selalu setia melayani-nya.
Sementara itu, hal yang membuat Kulimu datang ke tempat Madika di karenakan Kulimu sempat merasakan aura tuan Risiwuku di sekitaran hutan kematian yang tepat-nya berada tidak begitu jauh dari-nya. aura itu muncul tepat saat tuan Risiwuku mengambil alih tubuh Madika.
ketika merasakan aura itu dari kejauhan, ia pun segera mencari tahu di mana tuan Risiwuku berada saat ini. namun karena yang ia temui malah orang yang jauh lebih muda dari-nya yakni Madika, maka ia pun berniat menguji-nya karena ia merasa tidak yakin pada Madika karena saat ini Madika tidak memancarkan aura tuan Risiwuku.
namun setelah bertarung dengan Madika, kini Kulimu bisa sedikit merasakan aura tuan Risiwuku dari Madika.
meski pun aura itu terkesan sangat lemah, namun ia berusaha untuk percaya bahwa Madika adalah pewaris kekuatan tuan Risiwuku.
"mungkin saat ini kemampuan tuan Risiwuku belum di turunkan secara sempurna kepada-mu." ucap Kulimu sambil memegang bahu Madika.
"begitu ya..." balas Madika sambil mengelus dagu-nya seperti sedang berpikir.
"oh iya, ada satu hal lagi yang ingin ku sampai-kan pada-mu." ucap pria itu dengan ekspresi serius.
"apa itu?" tanya Madika dengan serius.
"BERSAMBUNG" jawab Kulimu.
__ADS_1