Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Bertarung Melawan Udin


__ADS_3

Saat ini tubuh para rekan Udin langsung meledak dan darah mereka terciprat kemana-mana bahkan darah mereka juga cukup banyak yang terciprat ke wajah dan pakaian Udin.


Udin yang melihat hal itu kini hanya bisa terkejut dengan mata yang terbelalak.


seketika Udin pun kehabisan kata-kata.


bibir-nya kini seolah membantu dan tak bisa mengeluar-kan kata-kata lagi.


ia benar-benar sangat terkejut akan hal itu.


bagaimana tidak, saat ini Madika telah membabat habis seluruh rekan-rekannya hanya dalam satu serangan telak yang bahkan ia tidak ketahui cara-nya.


Sebenar-nya saat Madika menyembunyi-kan tangan kanan-nya di belakang tubuh-nya, saat itu Madika sedang membuat beberapa peluru angin yang jumlah-nya sesuai dengan jumlah para rekan Udin.


sementara ia membuat beberapa peluru angin itu, ia pun berusaha untuk mengalih-kan perhatian si Udin dan rekan-rekannya itu mengguna-kan gumpalan angin yang ia buat dengan mengguna-kan tangan kiri-nya.


Sebenar-nya Madika masih sedikit kesulitan untuk membuat dua jurus sekaligus, namun ia tetap berhasil membuat-nya meskipun harus membutuh-kan lebih banyak energi Saga dan usaha keras.


Di sisi lain, Udin yang melihat hal itu kini jadi semakin marah.


ekspresi terkejut-nya itu kini langsung sirna dan di ganti-kan dengan raut wajah yang tampak sangat emosi.


"bocah sial@n!!" teriak Udin sambil memutar tubuh-nya menghadap pada Madika.


"berani-nya kau membunuh mereka semua!!" teriak-nya lagi.


Setelah itu kini Udin pun langsung pasang kuda-kuda untuk bertarung.


ia kini tampak sedikit menunduk-kan tubuh-nya, sementara pedang yang ada di tangan-nya kini ia letak-kan di samping pinggang-nya sambil memegang ganggang pedang itu.


Udin saat ini tampak telah siap bertarung, ia kini berpose seperti orang yang akan melakukan tebasan sambil melesat ke arah Madika.


Seketika tubuh Udin yang sedang mempersiap-kan serangan lesatan-nya itu pun kini langsung memancar-kan cahaya.

__ADS_1


tak lama setelah itu kini dari tubuh Udin mulai muncul percikan-percikan petir kecil yang kian lama kian membesar.


"seperti-nya aku sudah terlalu meremeh-kan mu bocah!!... tapi kali ini aku akan menantang-mu dengan serius!!.... mari kita lihat seberapa banyak lagi trik murahan-mu yang bisa kau pakai?!!" ucap Udin yang tampak masih penuh emosi.


Madika yang mendengar ucapan si Udin kini langsung memuncul-kan pedang ganda di tangan-nya.


"begitu ya.... kalau begitu mari kita lihat siapa yang akan menang pada akhir-nya!" balas Madika sambil tersenyum tipis dan terus menatap Udin dengan tatapan tajam mengintimidasi.


Tak lama setelah itu, kini Udin yang sudah di selimuti oleh petir yang menyambar-nyambar langsung melesat dengan sangat cepat ke arah Madika.


Madika yang melihat kecepatan si Udin kini langsung terkejut akan hal itu.


ia bahkan merasa si Udin hanya membutuh-kan waktu kurang dari 3 detik untuk tiba di hadapan-nya.


Saat Udin tiba di hadapan Madika, si Udin pun langsung menebas-kan pedang-nya ke leher Madika dengan sangat cepat.


Madika yang melihat hal itu pun langsung maju dengan cepat mendekati tubuh Udin agar tebasan pedang Udin tidak mengenai diri-nya.


Hal itu pun membuat Udin sedikit terkejut karena Madika tidak memilih mundur dan malah maju mendekati diri-nya.


Madika menahan-nya mengguna-kan satu pedang yang ada di tangan-nya.


hal itu pun membuat tangan si Udin kini langsung terluka.


dan di saat yang bersamaan dengan menahan tangan Udin itu, kini Madika langsung menusuk-kan pedang-nya ke perut Udin.


Namun Udin yang melihat hal itu kini langsung melompat ke belakang untuk menghindari serangan itu.


Saat berhasil menghindari tusukan pedang Madika, kini dengan cepat Udin mencoba menyiap-kan serangan yang kuat ke arah Madika.


Madika yang melihat hal itu, kini langsung melesat ke arah Udin untuk menghajar-nya dengan serangan jarak dekat.


"sebaik-nya dia tidak ku biar-kan menyiap-kan jurus yang kuat!.... jika dia berhasil mengeluar-kan jurus yang kuat bisa-bisa aku malah jadi semakin kerepotan!" batin Madika sambil melesat ke arah Udin.

__ADS_1


Kini Madika pun langsung menebas wajah Udin mengguna-kan kedua pedang-nya sambil berputar di udara.


Udin yang saat ini di serang oleh Madika kini langsung melompat jauh ke belakang dan mencoba untuk menyiap-kan jurus-nya lagi.


Saat udin mendarat di lantai, kini ia langsung memegang pedang-nya mengguna-kan kedua tangan-nya sambil mengarah-kan pedang-nya kepada Madika.


lalu dengan segera Udin menyalur-kan energi Saga-nya untuk memperkuat pedang-nya.


Tampak-nya Udin sedang mencoba mengeluar-kan jurus yang cukup kuat dan dengan jangkauan yang cukup luas.


namun Madika yang melihat hal itu kini langsung melesat ke arah Udin sambil melancar-kan serangan tebasan angin secara bertubi-tubi ke arah Udin.


Udin yang melihat hal itu langsung menghentak-kan tubuh-nya.


seketika itu juga sebuah perisai petir transparan berbentuk setengah lingkaran muncul dan melindungi tubuh Udin dari serangan tebasan angin Madika.


Kini tebasan angin Madika yang jumlah-nya cukup banyak itu hanya menghantam perisai petir milik Udin.


Sementara itu, Madika pun kini tiba di hadapan Udin yang masih menyiap-kan jurus-nya.


lalu Madika dengan segera mengangkat kedua pedang-nya di atas kepala dan seketika itu juga kedua pedang Madika langsung memancar-kan cahaya berwarna kebiru-biruan.


Setelah itu Madika pun langsung menebas-kan kedua pedang-nya itu ke arah Udin untuk menghancur-kan perisai petir yang melindungi Udin.


Kini pedang Madika langsung berhantaman dengan perisai petir milik Udin dan hantaman itu menghasil-kan ledakan energi yang sangat kuat serta menghasil-kan gelombang energi bertekanan tinggi yang langsung menghantam beberapa puing-puing pilar besar yang hancur oleh Madika sebelum-nya dan puing-puing itu pun langsung terhempas di udara dan berserakan bersamaan dengan pergerakan gelombang energi yang kian meluas.


"sial!.... perisai-nya kuat sekali!!" batin Madika yang melihat perisai itu sama sekali tidak tergores.


"jika terus seperti ini bisa-bisa ia akan berhasil memperkuat jurus-nya!"


Lalu Madika pun menekan pedang-nya lebih kuat lagi dan kemudian menghentak-kan pedang-nya dengan penuh tekad.


Seketika itu juga perisai petir milik Udin pun langsung retak dan hal itu pun langsung membuat Udin terkejut.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama kini perisai petir itu pun langsung hancur berkeping-keping dan hancur-nya perisai itu kini di sertai oleh ledakan energi yang sangat kuat sehingga Madika dan Udin pun langsung terhempas cukup jauh ke belakang.


__ADS_2