Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Jatuh Dalam Keputusasaan


__ADS_3

Saat ini si serigala petir itu tengah mengendus-endus dan mencari keberadaan Madika dan Natalia. hingga akhir-nya dengan penciuman-nya itu pun ia akhir-nya bisa menemukan keberadaan Madika dan Natalia.


lalu si serigala itu pun kini langsung berjalan pelan ke arah Madika dan Natalia.


hingga akhir-nya kini ia berhenti.


lalu serigala itu pun mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang Madika dan Natalia yang sedang berada di balik batu besar.


Madika dan Natalia pun kini tampak terkejut.


"dia benar-benar menemukan posisi kita!" ucap Madika yang tampak sedikit kesal.


"ayo bersiap untuk bertarung!.... setidak-nya kita bisa melawan sedikit sambil memikir-kan cara untuk kabur atau mengalah-kan hewan ini!" ucap Madika.


Natalia yang mendengar perkataan Madika kini hanya bisa mengangguk paham.


mereka berdua kemudian dengan segera mengeluar-kan sebilah pedang di tangan mereka masing-masing.


baru saja berhasil membuat pedang di tangan masing-masing, kini si serigala petir itu sudah siap dan langsung melancar-kan serangan-nya.


ia mencakar batu besar itu dari jarak jauh, dan tampak tiga goresan petir seperti bentuk cakaran melesat di udara dan menghantam batu besar itu hingga terjadi ledakan yang membuat batu itu hancur.


hal itu membuat Madika dan Natalia langsung melompat ke belakang untuk menghindari efek ledakan dari serangan serigala itu.


Baru saja Madika dan Natalia mendarat di tempat yang sama, kini serigala petir itu langsung mengaum dengan sangat keras.


auman serigala petir itu sangat kuat sampai-sampai banyak batu di langit-langit gua itu berjatuhan. bahkan beberapa batu-batu di dinding gua juga menggelinding dan pecah.


"sial.... hanya auman-nya saja bisa sangat menekan seperti ini!" batin Madika yang saat ini terkena serangan langsung dari auman serigala petir itu.


"pada dasar-nya ksatria tingkat atas memang bukan lawan yang sebanding dengan hewan monster tingkat elit!.... seperti apa pun usaha kami, pada akhir-nya kami akan kalah di hadapan mahluk yang lebih kuat dari kami!" batin Natalia yang kini menyadari posisi mereka yang sedang terpojok-kan.


Auman yang sangat kuat itu terus di lancarkan oleh serigala petir. hingga akhir-nya tampak tanah yang berada di bawah kaki Natalia dan Madika mulai retak.


namun mereka berdua tidak memperhatikan hal itu dan malah terus fokus ke arah serigala petir itu.

__ADS_1


hingga akhir-nya kini tanah yang mereka berdua pijaki itu langsung hancur dan tampak di bawah kaki mereka terdapat sebuah lubang yang sangat besar.


alhasil kini Natalia dan Madika jatuh ke bawah lubang besar itu.


kini retakan itu mulai menjalar cukup jauh ke dalam gua sehingga lubang itu juga semakin bertambah besar.


Saat Madika dan Natalia jatuh ke bawah lubang besar itu, tiba-tiba di jarak kurang lebih 10 meter dari permukaan tanah gua itu mereka mengalami hal yang sangat mengejut-kan.


hal itu di karena-kan pada jarak itu mereka tiba-tiba kehilangan energi Saga milik mereka.


energi Saga itu seolah-olah keluar begitu saja dari tubuh mereka dan tak ada sisa sedikit pun yang tertinggal di tubuh mereka.


hal itu pun membuat mereka berdua makin panik dan langsung melebar-kan mata-nya karena terkejut.


"apa yang terjadi di sini?!" ucap Natalia yang saat ini tampak semakin panik.


"aku tidak tahu! yang jelas-nya kita masih belum mencapai dasar lubang ini dan kini kita sudah kehilangan energi Saga!" ucap Madika menanggapi perkataan Natalia.


Mendengar jawaban dari Madika, kini Natalia pun tampak kehabisan kata-kata.


mereka berdua saat ini tampak jatuh bebas di dalam lubang itu.


tak lama kemudian air mata Natalia perlahan mulai membasahi mata-nya. ia kini tak tahu harus bagaimana lagi, ia telah kehabisan kata-kata untuk mengungkap-kan apa yang ia rasa-kan saat ini. yang jelas-nya kini ia pasrah meskipun harus mati di usia yang masih sangat muda.


Di sisi lain, Madika yang melihat Natalia yang saat ini sedang putus asa kini langsung meraih tangan Natalia.


Natalia pun sedikit tersentak saat Madika menyentuh tangan-nya, dan saat Madika berhasil memegang tangan Natalia, Madika pun langsung menarik Natalia dan dan membenam-kan wajah Natalia di dada-nya sambil memeluk Natalia dengan erat.


kini Natalia pun hanya bisa diam dan terus menetes-kan air mata.


ia kemudian membalas pelukan dari Madika.


ia kini memeluk Madika dengan erat sambil menyerah-kan nasib mereka pada keberuntungan.


Sementara itu, Madika kini hanya bisa berharap semoga saja di bawah mereka saat ini bukan lah tanah keras melain-kan sebuah lautan yang sangat dalam.

__ADS_1


meski-pun itu terdengar sedikit mustahil, namun ia tetap mengharap-kan hal itu karena ia sedang memikir-kan keselamatan mereka berdua.


Kini harapan Madika pun benar-benar terjadi, dan ketika Madika melihat ke bawah, ia pun langsung merasa sedikit senang melihat ada air yang tampak sangat tenang di bawah sana.


Madika pun kini dengan segera langsung memberitahu-kan Natalia tentang hal itu.


"Natalia! ada air di bawah sana!.... tahan nafas-mu ketika kita sudah mendekati air itu.... mungkin kita akan jatuh hingga kedalaman beberapa meter, namun kita masih punya harapan sekarang!" ucap Madika dengan ekspresi yang tampak bahagia.


Mendengar perkataan Madika itu, kini Natalia pun langsung melihat ke bawah dan benar di bawah sana terdapat air tenang yang kelihatan-nya sangat dalam.


hal itu pun membuat Natalia juga merasa bahagia.


kini kedua-nya pun tersenyum bahagia karena melihat masih ada secercah harapan bagi mereka untuk terus melanjut-kan hidup mereka.


namun tiba-tiba.


WHUUUSSS


Seekor paus raksasa kini melompat ke arah mereka berdua dan langsung menelan Madika dan Natalia hanya dengan sekali membuka mulut.


"EEHHHHH?!!!"


Madika dan Natalia serentak berteriak saat kedua-nya kini masuk ke dalam mulut ikan paus raksasa itu.


lalu paus raksasa itu pun kini langsung masuk ke dalam air.


air yang tadi-nya sangat tenang itu kini menjadi bergelombang akibat kemunculan paus raksasa itu.


Namun tak lama setelah paus itu masuk ke dalam air, tiba-tiba paus itu pun langsung kembali ke permukaan dan ia pun mulai menyembur-kan udara melalui lubang yang ada di bagian atas kepala-nya.


dari lubang itu tampak beberapa air keluar bersamaan dengan udara. bahkan di waktu yang sama Natalia dan Madika juga ikut di sembur keluar dari tubuh paus raksasa itu.


ketika mereka berdua di sembur keluar dari mulut paus itu, tampak Natalia yang langsung berteriak ketakutan.


namun dengan segera Madika menutup mulut Natalia mengguna-kan tangan-nya agar suara-nya tak kedengaran oleh paus bahkan hewan-hewan monster lain-nya yang ada di tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2