
Saat ini Madika sedikit terdesak akibat tekanan dari serangan si Udin.
ia kini belum bisa mendapat-kan solusi untuk menyerang balik dalam keadaaan di mana diri-nya masih harus bertahan dari serangan si Udin.
"ini benar-benar merepot-kan!.... belum lagi langkah dewa angin milik-ku sudah ku pakai semua, sekarang aku harus gunakan jurus apa untuk melawan?.... tchi.... tapi jika terpikir-kan pun tampak-nya akan sulit melawan jika dia terus menahan-ku seperti ini!" ucap Madika yang tampak sedikit kesal.
Baru saja berkata seperti itu, tiba-tiba Madika pun kini terpikir-kan sesuatu.
"tunggu.... jika di perhatikan dengan baik, kemampuan bertarung jarak dekat orang ini tidak-lah kuat, ia tampak biasa-biasa saja saat melakukan gerakan, ia hanya unggul dari sisi kekuatan saja!" ucap Madika yang tampak menyadari sesuatu. lanjut-nya, "kalau begitu!...." Madika menggantungkan perkataan-nya.
Lalu Madika dengan cepat mengangkat dua kaki pusaka ratu semut milik-nya untuk menahan pedang si Udin. setelah itu Madika pun langsung melangkah-kan kaki kanan-nya ke depan dan dengan cepat ia menendang ke arah perut si Udin.
Seketika kaki Madika bisa menembus pertahanan aura Udin dengan sangat mudah.
kini kaki Madika menghantam perut Udin hingga hantaman itu menghasil-kan ledakan energi yang cukup kuat.
Bersamaan dengan ledakan angin itu, kini si Udin langsung terhempas sangat kuat karena Madika menendang-nya dengan dengan menggabung-kan tekanan Saga yang sangat kuat pada kaki-nya.
Madika kini terkejut melihat kejadian itu, hal yang membuat Madika terkejut adalah aura yang membungkus seluruh tubuh Udin itu ternyata tak bisa menahan serangan fisik secara langsung.
Hal itu pun membuat Madika merasa sedikit penasaran.
"apa jangan-jangan aura itu hanya menahan serangan yang berasal dari senjata dan tidak bisa menahan serangan fisik secara langsung?" batin Madika yang kini merasa penasaran.
"dari pada penasaran begini maka lebih baik aku segera mencoba-nya!" ucap Madika sambil menyimpan kembali pusaka pedang raja semut milik-nya.
Sementara itu, kini si Udin tampak mendarat di lantai dengan posisi yang tidak benar sehingga kini ia terguling-guling dan sesekali terangkat ke udara layak-nya batu yang berguling di jalan yang tidak rata.
hingga akhir-nya kini si Udin memutar tubuh-nya dan dengan cepat menancap-kan pedang-nya ke lantai untuk menahan gaya dorong yang tersisa.
__ADS_1
hal itu pun membuat pedang si Udin kini menggores lantai hingga sepanjang 10 meter.
Kini si Udin langsung mengangkat wajah-nya dan menatap ke arah Madika dengan ekspresi kesal.
Namun, baru saja ia mengangkat wajah-nya, kini Madika sudah ada di depan-nya dan sudah siap menendang.
Kini dengan cepat Madika menendang wajah Udin dengan sekuat tenaga, dan hal itu pun membuat si Udin sekali lagi terhempas hingga menabrak dinding dan membuat dinding itu sedikit hancur serta mengalami retak-retak di sekitaran tempat yang di hantam oleh tubuh si Udin.
Sementara itu Madika kini langsung melesat lagi ke arah si Udin.
namun kali ini si Udin sudah bersiap jika ia di serang lagi.
Baru saja Madika tiba di hadapan Udin, kini Madika pun langsung melancar-kan tinju tangan kanan-nya ke arah si Udin.
Udin pun kini langsung membuat sebuah perisai petir di sekitaran aura yang mengelilingi-nya sehingga kini tinju Madika tertahan oleh perisai itu.
Di waktu yang hampir bersamaan, kini si Udin pun langsung menebas-kan pedang-nya ke arah Madika.
hal itu pun kini membuat Madika berada di belakang Udin, dan dengan cepat Madika memutar tubuh-nya serta langsung melayang-kan tinju ke punggung si Udin dan membuat si Udin pun terhempas lagi ke depan.
"sial@n!!" teriak Udin saat diri-nya terhempas akibat tinju madika.
"seperti-nya bocah ini sudah tahu kelemahan jurus-ku!" ucap Udin.
Kemampuan Udin saat ini memang terbilang luar biasa, namun bukan berarti tak punya celah.
satu-satunya celah bagi jurus ini adalah serangan fisik.
jika si Udin di serang mengguna-kan serangan elemen secara langsung, atau-pun serangan senjata energi serta senjata pusaka, maka aura yang membungkus seluruh tubuh Udin itu akan menghenti-kan serangan tersebut hingga serangan itu benar-benar tidak dapat menyentuh-nya.
__ADS_1
Sementara itu, Madika yang kini melihat bahwa serangan fisik benar-benar bekerja dengan baik kini langsung tersenyum tipis menatap si Udin.
"heh..... begitu ya.... seperti-nya ini akan jadi sedikit lebih menarik!" ucap Madika.
Madika kini kembali percaya diri untuk melawan si Udin, apa lagi saat ini ia juga menyadari bahwa Udin tidak lah kuat dalam pertarungan jarak dekat.
Mengingat hal itu, kini Madika pun langsung mengeluar-kan sayap angin-nya untuk membantu pusaka ratu semut agar bisa bergerak lebih cepat dan lebih bebas lagi.
Sementara itu, si Udin yang melihat sebuah sayap angin muncul di punggung Madika kini jadi semakin iri pada Madika.
"bocah ini benar-benar sangat beruntung!!... sudah punya pusaka langka, kini ia juga punya jurus langka!.... benar-benar sangat menyebal-kan!!" ucap-nya dalam hati sambil menggertak-kan gigi-nya dan mengepal-kan tangan-nya hingga jari-jarinya berbunyi seperti ranting patah.
Lalu si Udin pun langsung melesat ke arah Madika sambil memuncul-kan satu pedang petir lagi di tangan-nya sehingga kini ia pun mengguna-kan dua pedang petir.
Sementara itu, Madika yang melihat si Udin bergerak ke arah-nya kini langsung terbang ke samping seolah hendak kabur dari si Udin.
Udin yang melihat hal itu kini langsung memutar arah lesatan-nya.
ia kemudian dengan cepat mengejar Madika yang sedang terbang di udara.
tampak si Udin berlari di atas dinding lorong itu dengan sangat cepat, lalu ia melompat ke arah Madika yang saat ini berada di udara sambil memutar tubuh-nya dan melakukan tebasan memutar ke arah Madika.
Madika pun kini langsung terbang sedikit ke samping untuk menghindari si Udin sehingga tebasan Udin tak mengenai diri-nya sedikit-pun.
si Udin pun langsung mendarat di lantai dan diri-nya langsung lanjut berlari lagi mengejar Madika.
"jangan lari kau pengecut!" bentak Udin yang kemudian melancar-kan serangan tebasan petir ke arah Madika yang sedang terbang cepat di udara.
Tebasan angin yang di lesat-kan oleh Udin secara bertubi-tubi kini mendekat ke arah Madika.
__ADS_1
namun karena Madika sekarang jauh lebih lincah, maka ia pun dengan cepat bisa menghindari semua-nya.