Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Monster Lipan


__ADS_3

Saat Madika selesai memberi-kan hadiah serta mengucap-kan selamat ulang tahun pada Nia, kini Madika pun langsung pergi dari kediaman keluarga Nakawao.


******


Di kegelapan malam yang sangat pekat tampak sosok Madika yang saat ini sedang berada di tengah hutan.


tampak Madika saat ini melompat dari satu pohon ke pohon lain-nya.


Tujuan Madika saat ini adalah sebuah reruntuhan kuno yang ada di sebuah pedalaman hutan Rikombo.


Hutan Rikombo adalah salah satu hutan yang sangat luas di seluruh kekaisaran Balengga.


hutan itu berada di wilayah kekuasaan kerajaan Doroko yang di pimpin oleh seorang raja yang bernama Ando Bangareso.


Berdasar-kan informasi yang di dapat-kan dari Nia, di kata-kan bahwa di hutan itu terdapat satu benda yang kemungkinan-nya adalah sebuah benda pusaka tingkat tinggi.


bahkan banyak yang pernah melihat di tempat itu terdapat sebuah tongkat pendek yang tertancap di atas sebuah batu yang sangat kuat.


Banyak orang yang sudah pernah mencoba untuk mencabut tongkat pendek itu, namun tak satu pun dari mereka bisa mencabut tongkat itu.


Bahkan sebelum-nya juga audah ada beberapa orang mencoba menghancur-kan batu yang ada di tempati oleh tongkat itu.


namun, saat serangan mereka mengenai batu itu, tampak batu itu masih baik-baik saja.


namun hasil dari serangan mereka itu kini menyebab-kan sebuah gempa yang sangat kuat hingga reruntuhan kuno yang berada di bawah tanah itu hampir roboh.


Orang-orang itu pun akhir-nya tak lagi melanjut-kan serangan pada batu itu karena jika gempa sekuat itu terus terjadi, maka bisa saja reruntuhan kuno yang berada di bawah tanah itu akan hancur dan menimpa semua orang yang ada di dalam-nya.


Reruntuhan kuno itu sangat kuat, sehingga jurus biasa tidak akan bisa menghancurkan-nya.


namun entah karena apa jika batu tempat tongkat itu tertancap di serang maka akan mengakibat-kan gempa yang kemungkinan saja bisa menghancur-kan tempat itu.


Banyak orang berpendapat bahwa tongkat itu sengaja di segel di tempat itu dan di beri sebuah pelindung agar tak satu pun orang bisa memiliki benda itu.


Karena banyak yang mencoba namun tak bisa di dapat-kan, maka kini orang-orang menyerah untuk memperebut-kan tongkat itu.

__ADS_1


lagi pula tongkat itu sama sekali tidak di ketahui kekuatan-nya.


bahkan belum juga ada kepastian bahwa tongkat itu adalah sebuah pusaka asli.


Setelah Madika merasa sudah berada jauh dari kota Kayau, kini Madika pun langsung memilih untuk beristirahat sejenak di tengah-tengah hutan saat ini.


Madika mencoba menunggu pagi, dan jika matahari sudah muncul, baru-lah ia akan kembali melanjut-kan perjalanan-nya menuju ke hutan Rikombo.


"mungkin sebaik-nya aku meningkat-kan kecepatan proses peningkatan level-ku saat ini." ucap Madika dalam hati.


Lalu Madika pun langsung duduk bersila dan ia mulai menggerak-kan tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan yang berbeda.


Setelah itu ia pun memposisi-kan kedua tangan-nya saling berhadapan di dipan pusar.


ia pun kini mulai mempercepat proses peningkatan level-nya saat ini.


*******


Pagi ini matahari tampak bersinar dengan sangat terang dan cerah.


Saat ini, Madika telah kembali melanjut-kan perjalanan-nya, namun kali ini ia melakukan-nya dengan tidak terburu-buru.


ia saat ini tampak sedang berjalan kaki untuk pergi ke hutan Rikombo.


Saat Madika sedang berjalan di tengah hutan itu, kini terlihat ada beberapa kupu-kupu terbang di sekitaran Madika.


Setelah Madika berjalan cukup lama di dalam hutan itu, kini Madika pun masuk ke bagian terdalam hutan itu.


Sebenar-nya Madika bisa saja mengambil jalan memutar jika Madika tidak ingin bertemu hewan monster yang kuat di pedalaman hutan ini.


namun, karena jalan melewati pedalaman hutan ini jauh lebih cepat sampai membuat Madika memilih untuk lewat di pedalaman hutan tersebut.


Setelah cukup lama Madika berjalan di pedalaman hutan itu, kini Madika pun merasa-kan aura aneh di sekitar-nya.


aura itu jelas-jelas terasa seperti aura membunuh, namun entah mengapa Madika tidak bisa langsung menemu-kan dari mana asal-nya aura itu.

__ADS_1


Madika pun kini langsung berhenti berjalan.


ia mulai melirik ke berbagai arah untuk memasti-kan keadaan saat ini.


"seperti-nya di tempat ini ada sesuatu yang tidak beres." ucap Madika dalam hati.


Sementara itu, dari balik pepohonan tampak seekor hewan monster dengan jumlah kaki yang sangat banyak kini sedang merayap ke atas pohon besar yang ada di belakang Madika.


Di sisi lain, Madika yang sedari tadi berusaha mencari keberadaan aura membunuh itu kini langsung merasa-kan firasat buruk datang dari arah belakang-nya.


Baru saja merasa-kan firasat buruk, tiba-tiba seekor lipan raksasa kini melompat dari batang pohon dan langsung melesat ke arah Madika sambil membuka lebar-lebar mulut-nya.


Namun, karena sebelum-nya Madika sudah merasa curiga dengan. situasi saat ini serta diri-nya sudah mencurigai situasi yang ada di belakang tubuh-nya kini Madika pun langsung menoleh ke belakang sambil memuncul-kan pedang angin di tangan kanan-nya.


Seketika Madika pun melihat sosok lipan raksasa itu kini berada di depan wajah-nya.


beruntung saat ini Madika bisa dengan cepat menahan serangan dari lipan raksasa itu.


~GGGRRRRRR!!!~


Lipan raksasa itu mengeluar-kan suara yang sangat kuat di depan Madika saat Madika berhasil menahan serangan-nya pada Madika.


Madika yang melihat hal itu pun kini langsung memperkuat pedang-nya itu.


Kini pedang Madika tampak di selimuti oleh arus angin yang cukup besar.


lalu Madika pun mengayun pedang-nya yang saat ini menahan kepala lipan raksasa itu dengan sangat kuat sehingga di saat yang bersamaan tercipta sebuah lengkungan angin yang kini mendorong lipan itu hingga menjauh dari Madika.


kini lipan raksasa itu terhempas cukup jauh dan menabrak sebatang pohon hingga pohon itu tubuh begitu saja.


"tchi!.... hampir saja aku terkena serangan-nya." batin Madika yang kini langsung pasang kuda-kuda bertarung.


Berdasar-kan pengalaman Madika di kehidupan sebelum-nya, ia sudah sering melawan hewan monster jenis lipan seperti ini, dan hewan monster jenis lipan ini adalah hewan yang memiliki bisa yang sangat kuat dan memati-kan.


bahkan sekali-pun kau tidak terkena gigitan dan hanya tersiram racun-nya saja, kau akan tetap mengalami keracunan, dan kulit tubuh yang terkena cairan racun dari lipan ini akan terlihat seperti terbakar dan rasa sakit-nya cukup untuk membuat seseorang menjerit menahan rasa sakit itu.

__ADS_1


Tidak hanya itu saja, ketika kulit terkena cairan beracun itu, maka luka yang di akibat-kan oleh cairan itu akan terbuka hingga ke daging, dan kemudian racun-racun itu akan masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit tersebut.


__ADS_2