Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pertarungan Selanjut-nya


__ADS_3

Mendengar Madika yang kembali bertanya tentang cara menghindari jurus tatapan dewa es, kini tuan Risiwuku pun langsung kembali menjelaskan tentang jurus itu.


"seperti yang ku katakan tadi, jurus itu bisa di tandai dari mata pengguna-nya.... saat mata pengguna jurus itu berubah menjadi warna biru dan memancarkan cahaya redup, berarti jurus itu sudah di aktifkan dan siap untuk di lancarkan.... sementara itu, untuk menghindari-nya cukup di butuhkan refleks yang cepat.... jurus ini memiliki jeda saat pengguna-nya ingin menyerang target.... ketika pengguna jurus tatapan dewa angin melancarkan serangan pada target-nya, maka serangan itu baru bisa mencapai target-nya setelah 1,20 detik, dengan kata lain, dalam waktu yang kurang dari 1,20 detik ini target harus sudah berhasil mengalihkan pandangan-nya dari tatapan dewa es.... lambat sedikit saja maka serangan itu sudah masuk dan mulai membekukan seluruh tubuh dari dalam." jelas tuan Risiwuku.


Mendengar penjelasan itu, kini Madika tampak terkejut karena kesempatan untuk berhasil menghindari-nya hanya sekitar 10% saja.


"benar-benar membutuhkan refleks yang cepat untuk menghindar, jika tidak maka habislah sudah." ucap Madika.


"hahahaha...." tuan Risiwuku tertawa mendengar tanggapan Madika.


Sementara itu, Madika yang mendengar guru-nya itu hanya tertawa kini tampak bingung. lalu ia pun bertanya.


"apa yang guru tertawa-kan?" tanya Madika yang tampak bingung.


"kau tenang saja, jurus itu tidak akan bisa melukai diri-mu." ucap tuan Risiwuku yang terdengar percaya diri mengatakan-nya.


Mendengar guru-nya yang berbicara dengan penuh percaya diri itu pun membuat Madika malah jadi penasaran.


"seperti-nya guru tahu sesuatu sehingga ia berani bicara seperti itu." batin Madika.


"guru, aku masih belum bisa menangkap maksud dari ucapan-mu barusan." ucap Madika menanggapi perkataan tuan Risiwuku.


"Madika, apa kau masih ingat pertama kali saat kau di datangi oleh Nono?" ucap tuan Risiwuku bertanya.

__ADS_1


"maksud guru saat aku baru menyelesaikan pertarungan-ku melawan Sugiono?" tanya Madika memastikan.


"ya benar, saat itu kau sempat di hadang oleh Nono ketika hendak keluar dari stadion arena pertarungan melalui koridor bawah stadion." ucap tuan Risiwuku memberikan perincian situasi saat itu. lanjut-nya, "saat itu, sebenar-nya Nono sudah menguji jurus-nya itu pada-mu, namun ia tak bisa memasuk-kan energi Saga dari jurus-nya itu untuk menyerang diri-mu."


Mendengar ucapan tuan Risiwuku, Madika pun tampak sedikit terkejut karena diri-nya tidak menyangka bahwa Nono sudah pernah mencoba menggunakan jurus tatapan dewa es pada diri-nya.


"yang benar saja? bagaimana bisa seperti itu?" ucap Madika yang tampak seolah tidak percaya karena saat itu setahu-nya ia terus menatap mata Nono dengan niatan memberikan intimidasi melalui tatapan mata.


"hahaha.... mungkin saat itu kau memang tidak tahu karena saat itu aku-lah yang memblokir serangan Nono..... saat aku menyadari bahwa ia sedang menggunakan jurus tatapan dewa es, aku pun dengan cepat aku menghubungkan mata-ku dengan mata-mu, hasil-nya dia pun tak bisa memasuk-kan energi Saga dingin itu ke tubuh-mu karena mata-mu saat itu jadi sama seperti mata-ku yakni memiliki kemampuan menolak segala energi yang tak di kenali." ucap tuan Risiwuku menjelaskan.


"menolak segala energi yang tak di kenali?.... apakah kekuatan seperti itu di dapatkan dari sebuah latihan atau memang merupakan kemampuan bawaan sejak lahir?" ucap Madika memastikan.


"kekuatan ini ku dapatkan dari hasil latihan-ku.... pada dasar-nya, ini adalah sebuah jurus kuno yang sangat sedikit orang yang mengetahui-nya. hal itu di karenakan jurus ini sulit untuk di pelajari..... karena tingkat kesulitan-nya itu, akhir-nya banyak orang yang tak bisa menggunakan-nya, sehingga lama kelamaan jurus ini pun perlahan punah.... namun beruntung saat aku masih hidup aku sempat menemukan sebuah gulungan kuno tentang jurus itu, dan setelah itu aku pun langsung berusaha mempelajari jurus itu karena jurus itu memiliki fungsi yang sangat bagus dalam menghalau serangan energi dari luar." ucap tuan Risiwuku menjelaskan.


Mendengar pujian dari murid-nya itu, kini tuan Risiwuku hanya bisa tertawa kecil untuk menanggapi pujian-nya.


Setelah berbicara panjang lebar tentang jurus tatapan dewa es milik Nono, kini Madika kembali fokus pada pertarungan yang ada di depan-nya.


saat ini pertarungan ke dua telan selesai dan di lanjutkan dengan pertarungan ke tiga.


"setelah pertarungan ini, maka giliran-ku untuk melawan freon telah tiba." batin Madika dengan ekspresi serius. lanjut-nya, "dari beberapa informasi yang ku dengar, Freon dulu-nya pernah bertarung dengan ketua OSIS saat ini, dan hasil-nya Freon bisa mendesak si ketua OSIS.... karena hal itu-lah, kini banyak siswa berargumentasi bahwa Freon memiliki kemampuan untuk menjadi ketua OSIS untuk ke depan-nya."


Setelah beberapa saat kemudian, tak di rasa pertarungan ke tiga pun akhir-nya selesai.

__ADS_1


kini pertarungan ke empat akan segera di mulai.


dua petarung yang sebelum-nya kini tampak beranjak keluar dari arena pertarungan.


[baiklah, sekarang kita akan lanjut ke pertarungan ke empat!] ucap si pemimpin pertandingan dengan penuh semangat. lanjut-nya, [tanpa berbasa-basi, dua peserta pertarungan ke empat di mohon untuk segera datang ke arena pertarungan agar pertarungan kali ini langsung di laksanakan!] ucap si pemimpin pertandingan memanggil Madika dan Freon.


Tak lama setelah itu, kini terlihat sosok Freon yang sedang menggunakan kekuatan angin-nya melompat dari salah satu bangku penonton.


ketika Freon melompat, tampak di bangku penonton tempat yang ia pijaki sebelum-nya terlihat sebuah ledakan angin yang cukup kuat, bahkan orang-orang di sekitar-nya sampai menutup mata menggunakan tangan karena terkejut.


Saat Freon mendaratkan kaki-nya di lantai arena, di lantai yang ia pijaki itu pun langsung terjadi ledakan angin yang sangat kuat, sampai-sampai menghasilkan sebuah gelombang angin yang kini menghantam para penonton yang berada di posisi yang paling dekat arena.


hal itu pun membuat Freon makin menjadi pusat perhatian para penonton saat ini.


Di sisi lain, kini Madika juga langsung berdiri dari duduk-nya dan hendak melompat ke arena pertarungan.


baru mau melompat tiba-tiba Ariel menggenggam tangan Madika.


"berhati-hatilah..... Freon itu lebih kuat dari kelihatan-nya.... jika ia menggunakan kekuatan-nya yang sesungguh-nya, mungkin kau tidak akan punya kesempatan menang, jadi berusahalah untuk menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat sebelum ia menggunakan jurus-jurus yang sangat kuat." ucap Ariel mengingatkan Madika.


Mendengar ucapan Ariel itu, kini Madika hanya bisa bergumam sambil mengangguk ke arah Ariel.


setelah itu Madika pun langsung melompat ke arena pertarungan agar pertarungan ke empat ini bisa segera di mulai.

__ADS_1


__ADS_2