Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Perjalanan


__ADS_3

Saat Natalia membaca isi surat dari Madika, tanpa Natalia sadari air mata-nya mulai mengalir.


ia tidak menyangka diri-nya akan merasa sesedih ini ketika Madika pergi meninggalkan-nya dan tidak di ketahui apakah masih akan kembali atau justru tidak akan kembali lagi.


pasal-nya banyak orang yang berpetualang selalu berakhir tragis karena tak sanggup menyesuai-kan diri dalam perjalanan-nya.


Natalia yang mengingat akan hal itu tentu-nya kini merasa sedih hingga air mata-nya mengalir.


namun tak lama setelah itu Natalia pun langsung mengusap air mata-nya.


ia berusaha mencoba untuk menerima keputusan yang di ambil oleh Madika meski-pun ia merasa sedikit berat untuk melepas-kan.


Natalia pun kini langsung masuk ke kamar-nya dan langsung berbaring di atas ranjang-nya dengan raut wajah yang tidak bersemangat seolah tak punya semangat hidup lagi.


"kenapa aku jadi seperti ini?" batin Natalia bertanya-tanya. "dulu aku tidak pernah bertingkah seperti ini.... tapi kenapa aku bisa sesedih ini hanya karena di tinggal Madika.... apa jangan-jangan aku benar-benar mulai jatuh hati pada-nya." batin Natalia yang kemudian menyembunyi-kan wajah-nya di balik bantal milik-nya.


Saat ini Natalia mulai menyadari perasaan-nya pada Madika.


ia mulai merasa kalau diri-nya mungkin memang sudah jatuh hati pada Madika sejak saat mereka berdua terjebak di dunia bawah tanah.


Kini Natalia hanya bisa menetes-kan air mata-nya sambil berbaring di atas ranjang-nya itu.


*******


Saat ini, hari sudah malam, Madika kini sedang berjalan di tengah pedalaman hutan.


tujuan Madika saat ini yaitu mencari kembali pecahan tongkat kaisar rotan api milik-nya.


Karena hari sudah malam, Madika pun kini berhenti berjalan, ia kini memutus-kan untuk beristirahat di bawah pohon yang cukup lebat.


"Askila, kita tidur secara bergantian, aku akan tidur terlebih dahulu dan kau yang akan berjaga." ucap Madika.


"tidak perlu tuan, biar aku saja yang melakukan tugas jaga." ucap Askila.


Kemudian Askila pun langsung mengeluar-kan sepuluh ekor kloning-nya.


"baiklah, kalian bersepuluh lakukan tugas jaga secara bergantian." ucap Askila dengan santai-nya memerintah kloning-nya.


"lalu bagaimana dengan-mu?" tanya salah satu kloning Askila.

__ADS_1


"tentu saja aku akan tidur bersama tu...." "AAAAAA!!!" Askila seketika berteriak keras sebelum menyelesai-kan ucapan-nya karena saat ini diri-nya di setrum oleh salah satu kloning-nya menggunakan petir.


"apa yang kau lakukan bod0h?!" bentak Askila pada kloning-nya.


"diam kau bang$at!.... kami juga mau tidur, jadi sebaik-nya kau juga ikut berjaga seperti kami!" balas kloning Askila membentak.


Madika yang melihat hal itu kini hanya bisa menghela nafas.


"hah.... bahkan dengan kloning sendiri pun ternyata tidak bisa akur." ucap Madika sambil tertawa kecil pada Askila.


Setelah berkata seperti itu, kini Madika pun langsung melambai-kan tangan-nya.


seketika dari sebuah lingkaran energi muncul sebuah tenda yang sudah terpasang dan sudah berdiri tegak di atas tanah.


"baiklah, kalian urus saja bagaimana bagus-nya, aku mau tidur dulu." ucap Madika yang kemudian masuk ke dalam tenda itu.


Tenda milik Madika itu memiliki ukuran yang cukup besar, dan di dalam-nya juga terdapat satu ranjang.


Madika pun langsung membaring-kan tubuh-nya di ranjang.


Di sisi lain, di hutan itu terdapat seorang gadis yang sedang tersesat.


Gadis itu terus berlari, diri-nya terlihat sedang terluka, dan bisa di pasti-kan luka itu berasal dari si laba-laba raksasa itu.


Gadis itu mengalami luka pada bahu kanan serta pinggiran perut-nya.


gadis itu terus berlari hingga akhir-nya diri-nya pun kini merasa-kan keberadaan Energi Saga seseorang.


namun selain energi Saga, gadis itu juga merasa-kan ada-nya energi Nosa lain-nya yang berada di dekat pengguna Saga itu.


Saat merasa-kan keberadaan Saga itu, si gadis pun berniat langsung mendatangi sumber Saga itu berada.


"aku harus mencoba ke sana.... mungkin saja aku bisa bekerja sama dengan orang itu." ucap gadis itu sambil terus berlari.


Di sisi lain, Madika yang saat ini sedang terbaring di atas ranjang langsung membuka mata-nya ketika menyadari ada-nya hewan monster serta seorang pengguna Saga yang bergerak mendekat ke arah-nya.


Madika yang belum lama membaring-kan tubuh-nya di atas ranjang tentu belum sempat tertidur. hal itu-lah yang membuat diri-nya menyadari keberadaan pengguna Saga yang bergerak mendekati mereka.


Madika pun langsung keluar dari tenda.

__ADS_1


"Askila, apa kau merasa-kan keberadaan hewan monster dan seorang pengguna Saga?" tanya Madika.


Sementara itu, Askila yang saat ini tampak sudah bersiap untuk menyambut manusia dan hewan monster itu langsung mengangguk ke arah Madika.


"ya aku merasakan-nya tuan." jawab Askila.


Lalu Madika pun kini langsung mengeluar-kan tongkat kaisar rotan api milik-nya.


"tetaplah waspada, hewan monster yang mengikuti gadis itu seperti-nya hewan luar dan bukan hewan peliharaan!" ucap Madika mengingat-kan.


Tak lama setelah itu, kini dari semak-semak tiba-tiba sosok seorang gadis dengan rambut panjang terurai langsung melompat ke arah Madika.


Saat gadis itu mendarat di depan Madika, gadis itu langsung tersungkur ke tanah, dan luka di pinggiran perut-nya kini semakin mengeluar-kan banyak darah.


tak lama setelah itu, tiba-tiba seekor laba-laba raksasa kini muncul dari belakang gadis itu sambil menembak-kan sebuah benang untuk mengikat gadis itu.


Madika yang melihat hal itu langsung bergerak cepat.


ia langsung menggendong gadis itu dan dengan cepat menghindari serangan dari si laba-laba itu.


"Askila.... hadapi laba-laba raksasa itu secepat-nya!" perintah Madika. "gadis ini harus segera di obati!" ucap Madika saat melihat luka di pinggiran perut gadis itu mengeluar-kan sangat banyak darah.


Lalu Madika pun membawa gadis itu kedalam tenda milik-nya itu.


"aku serah-kan laba-laba itu pada-mu!" ucap Madika yang kemudian segera masuk ke tenda.


kemudian Madika pun langsung membuat perisai setengah lingkaran untuk melindungi tenda tersebut.


"Tenang saja tuan, laba-laba kecil ini tidak ada apa-apanya jika harus berhadapan dengan-ku." ucap Askila dengan percaya diri karena hewan itu berada satu tingkat di bawah Askila.


Tak lama setelah berkata seperti itu, kini laba-laba itu pun langsung menembak-kan benang api milik-nya.


benang api itu muncul dari mulut-nya dan langsung melesat ke arah Askila.


Melihat serangan itu, Askila pun langsung melompat ke belakang dengan cepat.


Saat benang itu menyentuh tanah, tiba-tiba benang itu bermekaran dan langsung menjalar layak-nya akar yang berada di bawah tanah.


Benang api itu bergerak ke arah Askila dengan sangat cepat.

__ADS_1


Askila pun tidak diam saja, ia dengan segera langsung melancar-kan serangan petir ke arah benang yang menjalar ke arah-nya itu dan membuat benang itu berhenti bergerak karena hancur.


__ADS_2