Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Ular Berkepala Tiga Di Kalah-kan


__ADS_3

Saat ini tampak dinding penghalang buatan para Niverom ada yang hancur dan ada pula yang masih mengalami keretakan setelah terkena serangan laser petir api milik Natalia.


di sisi lain si ular berkepala tiga yang di terkena serangan itu secara langsung kini tampak mengalami luka yang cukup parah dan membuat si ular tidak bisa bergerak untuk sementara.


Melihat hal itu, kini teman-teman Natalia langsung terlihat bersemangat dan senang saat ular serat dinding penghalang bisa di takluk-kan oleh Natalia.


namun kesenangan mereka seketika terhenti saat mereka melihat kondisi Natalia saat ini.


"Natalia.... kau baik-baik saja?" tanya Nina sambil menangkap tubuh Natalia yang sempoyongan dan hampir terjatuh.


"maaf, aku sudah hampir kehabisan energi Saga-ku." ucap Natalia dengan suara lesu.


"uhuk!" Natalia terbatuk dan dari mulut-nya keluar darah.


Melihat hal itu kini teman-teman yang lain-nya langsung mendekati Natalia dan mengerumuni-nya.


"seperti-nya kau mengalami luka dalam!" ucap salah satu siswa laki-laki yang melihat keadaan Natalia.


"seperti-nya ular tadi berhasil menghancur-kan naga yang sedang ku kendali-kan." ucap Natalia yang kemudian batuk sekali lagi.


"sebaik-nya kau beristirahat dulu Natalia.... biar ku gendong kau dan membawa-mu keluar dari sini." ucap Lili sambil menawar-kan punggung-nya pada Natalia.


"ehm.... seperti-nya kita tidak akan bisa keluar dari sini deh." ucap salah satu siswa perempuan yang sambil menunjuk ke arah tiga Niverom yang saat ini sedang memperbaiki kembali dinding penghalang yang hancur.


"bocah sial@n!.... tidak ku sangka serangan-nya bisa sekuat itu!" ucap salah satu Niverom yang sedang memperbaiki dinding penghalang.


Melihat hal itu, kini beberapa siswa yang berada di dekat Natalia langsung berdiri, dan hanya Nina saja yang masih duduk karena sedang menopang tubuh Natalia saat terjatuh.


"saat ini Natalia tak bisa bergerak dengan bebas!.... ini giliran kita untuk maju!.... kita tak boleh diam saja dan menyia-nyiakan perjuangan Natalia!" ucap Lili dengan tegas.


"kau benar!.... kita harus melawan!" balas salah satu siswa laki-laki.


"hahahaha...." salah satu Niverom itu kini tertawa mendengar ucapan teman-teman Natalia. "kalian pikir kalian mau bertarung dengan siapa hah?.... apa kalian pikir bisa mengalah-kan kami atau pun ular berkepala tiga itu?!" ucap si Niverom dengan wajah angkuh sambil melihat ke arah ular berkepala tiga yang kini terlihat sedang memulih-kan luka di tubuh-nya.

__ADS_1


"tidak lama lagi luka ular itu akan segera pulih dan kalian semua akan berhadapan lagi dengan ular itu! hahahaha." ucap Niverom itu yang kemudian tertawa.


"kalau begitu kami hanya perlu menyerang ular itu sebelum dia berhasil beregenerasi!" ucap Lili dengan tegas dan langsung memuncul-kan dua pedang api di tangan-nya.


setelah itu Lili pun segera melompat ke udara sambil melancar-kan tebasan api ke arah ular itu secara bertubi-tubi.


selain itu, siswa lain-nya kini juga ikut membantu dengan mengeluar-kan jurus andalan mereka masing-masing.


mereka menyerang ular berkepala tiga itu secara bersamaan dan membuat ular itu langsung mengeluar-kan suara jeritan yang sangat kuat.


ular itu pun dengan memaksa-kan diri berusaha untuk membalas serangan dari Lili dan yang lain-nya.


ular itu mengibas-kan ekor-nya untuk memukul mundur lili dan sudah siswa pria yang mendekati-nya. namun lili dan dua siswa pria itu langsung meloncat ke udara dan dengan segera melancar-kan serangan ke arah ular itu.


Lili menggabung-kan dua pedang api-nya dan kemudian memperbesar ukuran pedang api itu.


setelah itu ia langsung melesat-kan pedang api yang sangat besar itu ke kepala ular itu.


Ular berkepala tiga itu pun berniat menghindari serangan pedang api serta tombak api itu.


saat hendak menghindar, tiba-tiba seluruh tubuh hingga kepala ular itu langsung terikat oleh rantai api yang sangat besar.


rantai api itu muncul dari bawah tanah dan menahan si ular agar tetap berada di tempat itu.


"kerja bagus!" ucap Lili pada salah satu pria lain-nya yang mencipta-kan rantai itu untuk menahan si ular.


Kini ular yang sejak awal sudah mengalami luka cukup parah dari serangan Natalia kini harus menghadapi serangan terkuat dari Lili dan satu pria yang mengguna-kan tombak.


Kini tombak dan pedang api itu pun langsung mengenai kepala si ular berkepala tiga itu.


pedang api milik Lili kini menembus kepala si ular dan langsung tertancap di tubuh si ular itu.


sementara tombak api tampak menembus satu kepala lain-nya kemudian tertinggal di leher si ular.

__ADS_1


Setelah itu si pria pengguna tombak itu pun langsung mengepal-kan tangan-nya dengan kuat.


seketika tombak api itu langsung meledak dan ledakan tombak api itu membuat sebagian dari tubuh si ular berkepala tiga hancur dan tiga kepala ular itu kini terhempas secara terpisah-pisah.


Kini Lili dan pria pengguna tombak langsung mendarat ke tanah.


karena kedua-nya telah banyak menguras energi saat mengguna-kan serangan terkuat mereka, kini mereka pun juga mulai lelah karena stamina mereka juga mulai terkuras.


Selain mereka berdua, pria pengguna rantai api itu juga tampak sudah banyak mengeluar-kan saga-nya karena rantai api yang ia gunakan barusan adalah rantai terkuat milik-nya.


Saat melihat kekalahan ular berkepala tiga itu, kini mereka pun mulai terlihat sedikit senang dan mulai menampak-kan senyum di wajah mereka.


namun senyuman itu tak berlangsung lama karena kini tujuh orang Niverom langsung memasuki penghalang tersebut sambil menunjuk-kan ekspresi licik serta senyum yang penuh dengan niat jahat.


"hahahaha..... sekarang giliran kami yang menyiksa kalian!" ucap salah satu Niverom sambil menatap dengan angkuh.


"ular itu sudah banyak membantu, jadi sekarang kita tidak akan terlalu repot lagi jika ingin bermain-main dengan mereka." timpal yang satu-nya.


"hei kalian semua!.... sisa-kan gadis yang sedang tak berdaya itu untuk-ku.... aku ingin bermain-main dengan tubuh-nya!" ucap Niverom tingkat Aono sambil menatap natalia dengan ekspresi mesum sambil menjulur-kan lidah-nya seolah sedang menjilat sesuatu di bibir-nya.


Melihat hal itu, seketika mereka semua kembali terlihat waspada.


"huh.... aku sudah menduga akan jadi seperti ini akhir-nya." ucap Nina sambil menghela nafas.


Lili, kemari-lah dan jaga Natalia untuk sementara waktu." ucap Nina.


Mendengar perintah Nina, kini Lili dan dua pria lain-nya langsung mundur dan dengan segera mereka langsung mendekati Nina dan Natalia.


setelah itu Lili pun langsung duduk di samping Natalia.


sementara itu, Natalia kini langsung duduk bersila untuk memulih-kan diri-nya.


"baik-lah, sekarang giliran kami yang akan maju melawan mereka." ucap Nina sambil berdiri dan kemudian bergabung dengan satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang tersisa saat ini.

__ADS_1


__ADS_2