
Saat ini lipan raksasa yang terkena tebasan pedang Madika langsung menjerit kesakitan.
Lipan yang merasa kesakitan itu kini langsung merayap dengan cepat ke depan seolah ingin kabur dari Madika.
Madika yang melihat hal itu langsung hanya tersenyum tipis.
"kau pikir kau mau ke mana hah?" ucap Madika yang kemudian kembali mengguna-kan jurus kerbau yang sebelum-nya.
Madika mengangkat kedua pedang-nya di atas kepala dengan pose yang sema dengan yang sebelum-nya.
setelah itu muncul sosok kerbau yang sama dengan yang sebelum-nya di atas Madika.
"terima serangan-ku ini!!" ucap Madika yang kemudian mengayun-kan kedua pedang-nya itu ke arah si lipan yang berusaha kabur dari-nya.
Seketika kerbau itu pun langsung berlari di udara dan melesat cepat ke arah lipan yang sedang melarikan diri tersebut.
Tak butuh waktu lama, kini kerbau itu pun sudah berada di belakang si lipan dan kemudian ia langsung menabrak lipan itu dengan sangat kuat.
Serangan tanduk kerbau itu sangat kuat sehingga saat ia menghantam di lipan raksasa, tampak-lah sebuah ledakan yang cukup kuat terjadi di tempat itu.
Ledakan itu membuat debu-debu tanah di sekitar-nya beterbangan.
debu-debu tanah itu sangat-lah tebal sehingga keadaan yang ada di tempat terjadi-nya ledakan itu kini tidak dapat di pasti-kan karena Madika tak dapat melihat ke tempat itu.
Namun satu hal yang membuat Madika yakin bahwa lipan itu sudah ia kalah-kan, dan satu hal itu adalah tentang aura lipan itu kini sudah tak di rasa-kan oleh Madika. bahkan Madika juga sudah mengguna-kan teknik pendeteksian untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalam sana.
Namun karena Madika sudah tak dapat merasa-kan keberadaan energi Nosa dari lipan itu kini langsung menghela nafas lega.
"hah...." Madika menghela nafas dengan ekspresi lelah. kemudian ia melanjut-kan perkataan-nya.
"akhir-nya selesai juga." ucap Madika dalam hati ketika diri-nya tidak merasa-kan keberadaan lipan raksasa itu lagi.
Selain itu, kini energi Nosa milik lipan itu lenyap dan berubah menjadi energi netral yang kini di serap oleh tubuh Madika.
__ADS_1
Setelah tubuh Madika selesai menyerap energi netral itu, kini Madika pun berniat untuk pergi dan mencari tempat yang cocok untuk bersemedi dan mengguna-kan teknik yang bisa mempercepat proses peningkatan level-nya saat ini.
Kini Madika pun mulai mencari tempat yang cocok.
setelah cukup lama melesat dari satu pohon ke pohon lain-nya, kini Madika-pun menemu-kan sebuah gua yang cukup besar.
Melihat gua itu, kini Madika pun langsung melompat dan mendarat ke tanah tepat di depan gua itu.
Di depan gua itu tampak ada beberapa kupu-kupu yang sedang beterbangan di udara.
"hah.... akhir-akhir ini aku sering bertemu dengan kupu-kupu." ucap Madika dalam hati saat melihat ada beberapa kupu-kupu di depan gua itu.
Madika kemudian berjalan masuk ke dalam gua itu untuk memasti-kan apa-kah gua itu aman untuk melakukan semedi atau tidak.
"untuk sekarang mungkin sebaik-nya aku mencoba berjalan-jalan di dalam gua ini untuk memasti-kan apa-kah gua ini aman atau tidak." batin Madika.
Kini Madika pun mulai melangkah masuk semakin dalam ke dalam gua tersebut.
saat Madika masuk ke dalam gua itu, Madika menemukan jalan bercabang.
Melihat hal itu, kini Madika pun langsung mengguna-kan jurus pemanggilan milik-nya dan langsung memanggil Askila.
Tak butuh waktu lama, kini Askila pun sudah muncul di hadapan Madika.
"apa ada yang bisa ku bantu tuan?" tanya Askila dengan nada sopan.
"saat ini aku ingin menyusuri isi dalam gua ini untuk memasti-kan keamanan jika aku bersemedi di sini nanti-nya..... namun, karena aku menemukan tiga cabang jalan, maka aku ingin kau membantu dengan cara menyuruh kloning-mu untuk mengecek jalan yang bercabang ini." ucap Madika dengan santai-nya.
"baik-lah tuan, aku mengerti." ucap Askila yang dengan sigap mematuhi tuan-nya itu.
Setelah itu, tanpa berlama-lama Askila pun langsung memuncul-kan tiga kloning milik-nya.
Sesudah itu, kini tiga kloning itu langsung memasuki tiga cabang gua yang berbeda itu untuk mengecek hingga ke kedalaman gua.
__ADS_1
"untuk sekarang kita tinggal tunggu saja informasi dari mereka bertiga." ucap Askila.
"uhm." Madika hanya bergumam sambil mengangguk sekali untuk menanggapi perkataan Askila.
Setelah cukup lama menunggu, kini ketiga kloning Askila pun telah kembali, dan mengata-kan bahwa gua ini aman untuk di tempati.
"tenang saja tuan, anda hanya perlu fokus dengan semedi anda..... jika ada sesuatu biar aku yang mengurus-nya." ucap Askila memberi saran.
"baik-lah, kalau begitu ku serah-kan sisa-nya pada-mu." ucap Madika.
Setelah itu Madika pun langsung melompat ke salah satu batu yang sedikit tinggi di tempat itu.
di atas batu itu cukup rata, dan Madika pun langsung naik ke atas batu itu.
sesudah itu ia pun langsung duduk bersila dan mulai melakukan semedi yang bisa mempercepat peningkatan level-nya.
*******
Saat ini di luar gua tampak seorang gadis sedang di kejar-kejar oleh seekor hewan monster jenis semut.
Ukuran semut itu sangat besar, dan memiliki tinggi yang mencapai empat meter.
Monster semut itu memiliki dua tanduk kecil dan runcing di kepala-nya.
selain itu ia juga memiliki antena panjang di kepala-nya dan gigi-gigi monster semut itu berbeda dari semut pada umum-nya karena gigi monster semut ini tampak bergerigi dan sangat tajam layak-nya gigi ikan hiu.
kulit monster semut itu terlihat sangat kasar dan banyak bintik-bintik merah di sekujur tubuh-nya, sementara wajah-nya juga sangat menyeram-kan karena di tumbuhi oleh bulu-bulu berwarna merah darah.
Mata merah serta gigi bergerigi tajam itu membuat si monster semut ini tampak semakin mengeri-kan.
Monster semut ini adalah hewan monster yang hidup di bawah tanah, selain tempat hidup-nya di bawah tanah, hewan monster yang satu ini adalah hewan monster yang bisa mengendali-kan elemen tanah.
Kini gadis yang sedang di kejar-kejar oleh monster semut itu tampak terengah-engah karena ia sudah di kejar-kejar sejak tadi.
__ADS_1
Gadis itu tampak sangat panik dan ketakutan, ia sama sekali tak berkutik jika berhadapan langsung dengan si monster semut itu.
Tingkatan gadis itu berada di tingkat atas level 26 sementara tingkatan monster semut itu berada di tingkat Elite level 76.