
Ketika Freon melihat pria itu sedang mengumpulkan kekuatan dari laser petir yang turun dari langit, Freon pun bisa menebak bahwa pria itu akan menggunakan teknik terkuat-nya untuk bisa segera mengakhiri pertarungan.
Freon yang menyadari hal itu tentu tidak diam saja.
kini Freon terlihat mulai mempersiapkan jurus terkuat-nya.
ia menggerak-kan kedua tangan-nya dengan berbagai variasi gerakan, hingga akhir-nya ia mengangkat kedua tangan-nya di atas kepala dengan posisi telapak tangan terbuka seolah sedang menahan sesuatu.
lalu dari udara kosong di atas kepala Freon tiba-tiba muncul secara perlahan sebuah sosok mahluk yang tercipta dari Saga elemen angin.
mahluk itu tampak seperti seekor banteng, namun ia memiliki dua taring panjang yang menjulur keluar dari mulut-nya, dan di punggung-nya tampak ada sayap yang cukup lebar dan mirip seperti sayap kelelawar.
Semua orang tampak antusias melihat mereka berdua.
pasal-nya saat ini tampak udara di sekitar lapangan di penuhi gejolak energi yang luar biasa.
angin yang berhembus juga tampak sangat kuat dan penuh tekanan.
di tambah Sambaran petir yang kini terus bermunculan dari tubuh pria yang menjadi lawan Freon.
Setelah laser petir itu berhenti turun dari langit, kini pria itu langsung menurunkan kedua pedang-nya.
kedua pedang-nya kini terlihat memancarkan cahaya biru keunguan dan tampak banyak petir-petir kecil menyambar di sekitar pedang-nya itu.
"terima ini!!" teriak pria itu sambil menebaskan pedang-nya ke arah Freon.
Ketika pria itu menebas-kan pedang-nya, tiba-tiba tercipta sebuah piton petir yang sangat besar, dan piton itu langsung melesat ke arah Freon.
Madika yang melihat kemunculan piton petir itu jadi sedikit terkejut, karena ternyata perkiraan-nya sedikit berbeda dari kenyataan-nya.
awal-nya Madika berpikir bahwa teknik yang akan di gunakan-nya itu hanya berbentuk tebasan biasa, namun ternyata teknik itu bisa mengambil wujud suatu mahluk tertentu dan tentu-nya serangan dari mahluk itu berbeda dengan apa yang Madika pikirkan.
__ADS_1
"ku pikir teknik yang di gunakan-nya mirip dengan yang pernah ku lihat di kehidupan-ku sebelum-nya, tapi ternyata tidak, dan justru sangat berbeda dari yang pernah ku lihat.... padahal jika di perhatikan baik-baik, pola jurus ini tampak sama dengan jurus yang pernah ku lihat." batin Madika sambil menggelengkan kepala-nya perlahan. "dunia memang sangat luas."
Ketika Freon melihat piton petir itu melesat ke arah-nya, kini Freon pun langsung mendorong kedua tangan-nya ke-depan, dan di saat yang bersamaan, banteng angin milik Freon pun langsung melesat dan siap beradu dengan piton petir milik pria itu.
Kini banteng angin dan piton petir itu saling berhantaman di udara. ketika kepala banteng angin dan piton petir saling berhantaman, terciptalah ledakan energi yang mengakibatkan hempasan angin yang kuat dan menekan.
angin dari ledakan itu membuat beberapa penonton sampai bergeming, bahkan ada beberapa yang duduk paling dekat arena sampai terdorong mundur.
Melihat efek pertempuran itu cukup mengerikan, kepala akademi pun langsung mengarahkan beberapa guru untuk segera menciptakan perisai untuk melindungi area sekitar agar serangan yang ada di dalam arena itu tidak berimbas pada para penonton.
"cepat buat lingkaran perisai dan halangi semua efek serangan dari arena!" perintah kepala akademi dengan tegas.
Lalu para guru yang di perintahkan itu pun segera bergerak dan mengambil posisi terdekat arena, mereka kemudian membentuk formasi melingkar dan langsung menciptakan sebuah perisai besar yang berbentuk setengah lingkaran.
perisai itu mengurung Freon dan pria itu di dalam-nya, dan saat perisai itu aktif, kini efek dari pertarungan mereka sudah tidak di rasakan oleh siswa lain yang sedang menonton.
Saat ini, di arena pertarungan itu tampak pertarungan makin sengit.
tampak Freon terus mendorong banteng angin-nya untuk terus maju. begitu pula dengan pria itu yang saat ini tampak terus menekan kedua pedang-nya agar piton petir milik-nya bisa terus bergerak maju.
"mati kau!!" teriak pria itu dengan semangat yang berapi-api sambil terus menekan pedang-nya agar piton petir-nya terus maju.
Freon yang melihat hal itu tentu tidak mau kalah, ia pun dengan semangat langsung memperkuat serangan-nya dan menekan banteng angin-nya dengan kuat agar menerobos serangan piton petir dengan paksa.
"tidak semudah itu mengalahkan-ku bang$at!!" teriak Freon sambil menekan energi-nya untuk memaksa banteng-nya menerobos.
Alhasil kini terjadi ledakan yang sangat kuat tepat di tempat banteng dan piton itu beradu kepala.
ledakan itu bermula dari kepala piton petir milik pria itu.
ya, benar, teknik piton petir pria itu kalah melawan jurus banteng angin milik Freon.
__ADS_1
Ledakan piton petir itu membuat pria pengguna piton petir itu langsung terdorong ke belakang dan kedua pedang-nya pun juga langsung hancur karena serangan-nya yang berhasil di hancurkan oleh banteng angin milik Freon.
ledakan itu membuat energi Saga yang di gunakan oleh pria langsung tertekan oleh ledakan piton petir milik-nya sendiri.
hal itu pun membuat tubuh-nya seolah terkena serangan dari dalam.
"uhuk-uhuk-uhuk!" pria itu terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulut-nya.
"sial! bagaimana mungkin ini bisa terjadi!?" batin pria itu sambil menyeka darah yang tersisa di pinggiran bibir-nya.
Baru saja selesai menyeka darah di bibir-nya, tiba-tiba dari area ledakan yang saat ini penuh dengan asap itu muncul sosok banteng angin yang menerobos keluar dari kepulan asap.
banteng angin itu langsung melesat tepat ke arah pria itu sambil mengeluarkan suara banteng yang ganas dan terdengar menakutkan.
Ketika mata pria itu mendapati sosok banteng yang melesat ke arah-nya, pria itu pun langsung terkejut dan dengan terburu-buru membuat sebuah perisai petir menggunakan kedua tangan-nya.
perisai petir itu pun langsung ia arahkan tepat ke arah datang-nya banteng itu.
Seketika banteng itu pun tiba dan menyeruduk perisai petir milik pria itu.
ketika banteng menghantam perisai, sekali lagi terjadi ledakan yang kuat yang menciptakan tekanan angin yang kuat.
meskipun demikian, ledakan itu masih belum cukup menghancurkan perisai milik pria itu.
Melihat hal itu, Freon pung menggerak-kan gigi-nya.
"mati-lah sial@n!!" teriak Freon sambil terus menekan banteng-nya dan mengerahkan banyak Saga untuk menerobos perisai petir milik pria itu.
Alhasil sekali lagi ledakan terjadi, dan kini perisai petir milik pria itu langsung hancur berkeping-keping dan membuat pria itu terhempas hingga menghantam dinding perisai yang di buat oleh para guru.
Hempasan itu sangat kuat, sampai-sampai tubuh pria itu patah-patah. kali dan tangan-nya bengkok ke arah yang tidak seharus-nya, dan kepala-nya terputar hingga menghadap ke belakang.
__ADS_1
banyak bercak darah yang kini menempel di perisai setengah lingkaran yang di buat oleh para guru itu.
melihat kejadian itu, kini para penonton sempat terdiam karena saking terkejut-nya melihat hal itu.