Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kemunculan Madika


__ADS_3

Melihat serangan es-nya berhasil di hancurkan oleh serangan petir, kini ksatria pengguna es itu langsung terlihat kesal.


Tak lama setelah itu mereka berdua pun di hampiri oleh salah satu Niverom yang sedang memegang pedang api di tangan-nya.


lalu Niverom yang melesat cepat menghampiri mereka itu kini melakukan tebasan bertubi-tubi di udara dan dari tebasan-nya menghasilkan lengkungan angin yang melesat cepat ke arah dua ksatria itu.


Ksatria elemen angin yang melihat hal itu langsung menggunakan perisai-nya menutupi mereka berdua agar tak terkena serangan itu.


Sementara itu, serangan Niverom itu terus berlanjut dan semakin banyak.


serangan itu terus menghantam perisai angin milik si ksatria itu.


tak lama setelah itu dua Niverom lain-nya kini langsung menyerang dua ksatria itu dengan elemen petir.


serangan kombinasi yang sangat kuat itu membuat perisai angin jadi melemah dan mulai retak.


"hei Poki! gunakan es-mu untuk menahan serangan mereka sembari menyerang!" ucap ksatria elemen angin itu memerintah teman-nya.


"oke!" jawab-nya dengan lantang.


Setelah itu Poki pun langsung mengeluarkan dinding es yang sangat tebal yang mengelilingi mereka berdua sehingga serangan petir dan lengkungan api dari Niverom itu berhasil terblokir meskipun dinding es itu mengalami retak yang luar biasa dan akhir-nya hancur.


saat dinding itu hancur, Poki dengan segera membuat dinding baru untuk mengganti bagian yang hancur itu.


"sial! kalau begini aku sama sekali tak bisa menyerang!" ucap Poki.


"sudahlah! kalau begitu fokus pada pertahanan terlebih dahulu dan beri aku waktu untuk mempersiapkan teknik terkuat-ku!" ucap ksatria berelemen angin.


Baru saja berkata seperti itu, tiba-tiba para Niverom itu mengkombinasikan teknik dari elemen api dan petir menjadi satu.


hal itu pun membuat serangan mereka menjadi sangat kuat.


serangan itu langsung menghantam dinding es itu hingga hancur bertubi-tubi dan menghasilkan ledakan yang di sertai kobaran api yang luar biasa dan tampak banyak percikan petir di sekitar area ledakan itu.


Ledakan itu membuat dua ksatria tingkat tinggi itu terlempar cukup jauh.


si ksatria pengguna elemen angin itu tampak menghantam batang kayu yang sudah tumbang dan dari tubuh-nya terdengar suara seperti suara tulang patah.

__ADS_1


sementara itu, Poki juga terhempas dan menghantam sebuah batu yang ada di tempat itu dan membuat kepala-nya mengeluarkan banyak darah.


"me.... mereka kuat sekali!.... padahal jika mereka itu manusia mereka itu hanya berada di tingkat atas!!" batin Poki dengan ekspresi meringis kesakitan.


Tak lama setelah itu salah satu Niverom melompat ke arah Poki dan langsung menendang Poki ke arah si ksatria pengguna angin.


Poki pun kini terlempar dan terhempas ke arah teman-nya itu.


setelah itu ketiga Niverom itu langsung berjalan mendekati mereka berdua.


"jadi kita mau apakan dua manusia lemah ini?" tanya salah satu Niverom itu.


"sebaik-nya kita tunggu perintah dari tuan Borak lebih dahulu.... untuk sekarang sebaik-nya kita segel mereka terlebih dahulu." balas Niverom lain-nya.


Setelah itu ketiga Niverom itu langsung menyegel piko dan teman-nya menggunakan teknik khusus.


teknik segel itu di pasang tepat di daerah inti Saga.


teknik itu berfungsi untuk menghentikan peredaran Saga di tubuh manusia sehingga mereka tak bisa mengeluarkan elemen dari Saga mereka.


Setelah Saga yang di miliki oleh kedua ksatria itu sudah di segel, kini kedua-nya hanya bisa menatap tiga Niverom itu dengan ekspresi kesal.


"sial!.... kalau saja kita bertarung satu lawan satu sudah pasti kalian yang kalah!" bentak Poki dengan ekspresi kesal menatap salah satu Niverom itu.


"hah?.... apa kau mau protes tentang hal ini ah!?" ucap salah satu Niverom itu sambil mendekati Poki.


"tentu saja!" jawab Poko dengan kesal.


"diam!" balas Niverom itu sambil menjambak rambut Poki lalu mendekatkan wajah-nya pada Poki. "kau tak punya hak untuk protes di sini..... di hutan kematian ini, pemenang adalah bos-nya.... tak peduli dengan cara apa, yang penting menang! paham!!" ucap Niverom itu dengan tegas dan suara yang makin keras.


Setelah itu Niverom itu langsung berdiri dan kemudian menendang wajah Poki dengan kuat dan membuat-nya terpental di tanah.


"Poki!" teriak teman Poki sambil berusaha mendekati Poki.


"kau diam saja sial@n!" ucap salah satu Niverom sambil menusuk kaki teman Poki menggunakan pedang petir hingga pedang petir-nya tertancap di tanah.


"AARRGGHH!!!" teriak teman Poki yang tampak kesakitan.

__ADS_1


Poki yang melihat hal itu jadi makin marah. ia kemudian berusaha berdiri dan mendekati Niverom yang menusuk kaki teman-nya itu.


"hentikan itu sial@n!" bentak Poki sambil melesat-kan tinju-nya ke wajah Niverom itu.


namun karena tinju yang di Lesatkan oleh Poki sangatlah lambat, maka Niverom itu pun bisa menghindar dengan santai.


"kau juga diam saja!" bentak Niverom itu sambil menebas tangan Poki hingga putus.


"AARRGGHH!!!"


Poki berteriak kesakitan, darah-nya terus mengalir keluar dari tubuh-nya.


ia mencengkram tangan-nya yang terpotong itu dengan niat untuk menghentikan darah yang terus keluar dari tangan-nya itu.


"BUKANKAH ITU TERLALU BERLEBIHAN?"


Suara itu tiba-tiba terdengar di telinga para Niverom dan ksatria itu.


kurang dari sedetik setelah mendengar suara itu, para Niverom itu pun langsung menoleh ke belakang mereka dan mata mereka langsung mendapati sosok Madika yang sedang berdiri dengan gaya yang sangat santai.


"bukan-kah para Niverom itu membutuhkan darah manusia?.... tapi jika kalian seperti itu bukan-kah darah-nya banyak yang rugi percuma?" ucap Madika lagi dengan ekspresi santai-nya.


Mendengar perkataan Madika, para Niverom itu pun langsung terlihat siap bertarung.


"hei bocah!.... bagus sekali kau datang ke sini!.... sekarang kau akan jadi mangsa kami yang selanjut-nya!! hahahaha!!" ucap salah satu Niverom itu sambil tertawa.


"bo.... bocah itu sudah gila.... kenapa dia datang di saat seperti ini.... belum lagi dia hanya berada di tingkat atas!.... kalau sampai melawan mereka bertiga, maka sudah pasti bocah itu akan kalah!" ucap teman Poki.


"kau benar!.... seperti-nya bocah itu tak bisa membaca situasi saat ini sehingga dia seenak-nya saja menghampiri para Niverom!" balas Poki.


Sementara itu, saat ini tampak salah satu Niverom mendekati Madika dengan ekspresi wajah yang terlihat menjijikan.


"hahaha.... BOCAH!.... apa kau tahu bagaimana rasa-nya jika darah-mu di hisap sampai habis hah?!" ucap Niverom itu sambil membuka mulut-nya untuk memperlihatkan gigi taring-nya.


"aku tak tahu dan tak mau tahu." jawab Madika dengan santai sambil berseringai seolah meremehkan Niverom itu.


"apa kata-mu hah?!" bentak Niverom itu sambil menjulurkan tangan-nya untuk mencekik leher Madika.

__ADS_1


namun baru berada pada jarang kurang lebih 30cm, kini tangan Niverom itu langsung terpotong begitu saja dan membuat Niverom itu terkejut.


"AARRGGHH!!" terik Niverom itu yang tampak kesakitan.


__ADS_2