Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Menyiapkan Jurus Baru


__ADS_3

Mendengar permintaan Madika itu, kini tuan Risiwuku pun menyetujui permintaan-nya.


"baiklah kalau begitu." ucap tuan Risiwuku sambil menggerak-kan tangan kanan-nya dengan posisi jati tunjuk dan jari tengah tegak lurus sementara jari lain-nya di tekuk.


lalu tak lama setelah itu tiba-tiba muncul sebuah cahaya yang tampak ke emasan di antara jari tunjuk dan jari tengah tuan Risiwuku.


Saat cahaya ke emasan itu muncul, tuan Risiwuku pun menyuruh Madika untuk mendekat.


Madika yang mendengarkan perintah guru-nya itu kini langsung mendekat dengan patuh.


Setelah Madika berdiri cukup dekat dengan tuan Risiwuku, kini tuan Risiwuku pun langsung menjulurkan tangan-nya yang terdapat cahaya ke-emasan ke arah dahi Madika, lalu dengan cepat ia menghentak-kan jari tunjuk dan jari tengah-nya itu tepat mengenai dahi Madika.


seketika itu juga, cahaya ke-emasan itu pun langsung masuk ke kepala Madika dan hentak-kan dari jari guru-nya itu membuat Madika sedikit terkejut.


"baiklah, sekarang kau sebaik-nya bersemedi dulu untuk bisa menyesuaikan jurus ini dengan tubuh-mu.... bersemedi-nya tidak akan lama, hanya butuh beberapa menit saja pasti jurus-nya sudah bisa di gunakan sepenuh-nya oleh-mu." ucap tuan Risiwuku memberi arahan.


Mendengar arahan dari guru-nya itu, kini Madika pun langsung menuruti-nya.


ia pun langsung duduk bersila di atas lantai tempat ia berdiri saat ini.


"baiklah guru, aku akan menyesuaikan jurus ini dengan tubuh-ku terlebih dahulu." ucap Madika yang kemudian langsung memulai semedi-nya.


Ketika Madika memulai semedi-nya, tampak saat ini cahaya ke-emasan kembali muncul. cahaya itu muncul dari dahi Madika, lalu setelah itu sumber cahaya itu tampak perlahan mulai mengakar dan menjalar ke seluruh tubuh Madika.


tubuh Madika pun kini tampak bercahaya dan memancarkan warna ke-emasan.


Beberapa saat kemudian, tiba-tiba cahaya itu menjadi sangat terang dan meluap memenuhi ruangan itu.


bahkan dari luar jendela bisa terlihat bahwa cahaya itu seolah sedang menyambar keluar rumah karena saking terang-nya.


Melihat hal itu, kini tuan Risiwuku pun tampak sedikit puas dengan apa yang Madika lakukan.


"ternyata dia bisa menyesuaikan-nya lebih cepat dari yang ku duga." ucap tuan Risiwuku dalam hati sambil mengelus janggut-nya.


"seperti-nya aku berhasil menyesuaikan-nya." ucap Madika sambil menyudahi semedi-nya dan langsung berdiri.


"hmm.... kau berhasil melakukan-nya dengan sangat cepat." ucap tuan Risiwuku sambil mengangguk pelan.

__ADS_1


Mendengar perkataan guru-nya itu, Madika pun langsung terlihat senang.


"baiklah, kalau begitu aku akan langsung melakukan syarat yang di perlukan sekarang!" ucap Madika dengan penuh semangat.


"jika kau ingin melakukan-nya sekarang, maka segeralah pergi ke hutan-hutan terdekat.... jika kau melakukan-nya di sini maka jadi-nya akan mengganggu kenyamanan orang lain." ucap tuan Risiwuku memberi saran.


"baik guru, aku akan pergi ke hutan untuk memenuhi syarat yang di butuh-kan." ucap Madika sambil menangkupkan tangan-nya serta sedikit membungkuk-kan tubuh-nya.


Tuan Risiwuku yang mendengar ucapan Madika itu kini hanya bergumam sambil mengangguk sekali.


setelah itu Madika pun langsung menutup jendela kamar-nya lalu berjalan ke pintu keluar.


"baiklah, aku akan pergi sekarang." ucap Madika.


Sekali lagi tuan Risiwuku hanya bergumam sambil mengangguk. setelah itu wujud roh tuan Risiwuku itu pun lenyap dan langsung masuk kembali ke inti Saga milik Madika.


Kini Madika pun langsung keluar dari rumah.


ia pun langsung mengeluarkan Kadambaya dari ruang penyimpanan yang tercipta dari Saga.


lalu setelah itu ia pun menaiki Kadambaya dan langsung melesat cepat menuju hutan terdekat untuk memenuhi persyaratan yang di butuhkan untuk menggunakan jurus 'langkah dewa angin'.


Pagi ini, di stadion arena pertarungan tampak sudah banyak siswa yang duduk di bangku yang tersedia.


banyak yang berbincang-bincang membahas dan membuat perkiraan tentang pertarungan hari ini.


masing-masing dari mereka memiliki orang-orang yang mereka anggap mampu dan pasti bisa lolos.


Tidak sedikit pula orang-orang yang mendukung Madika di antara para penonton itu.


berkat penampilan Madika dalam beberapa pertarungan sebelum-nya, kini nama Madika perlahan mulai di kenal oleh seluruh siswa di akademi itu.


kini popularitas Madika mulai muncul ke permukaan. banyak gadis yang mulai mengidolakan-nya bukan hanya karena kemampuan bertarung-nya, melainkan juga karena ketampanan-nya yang membuat banyak wanita terpesona.


Beberapa saat kemudian, kini Madika memasuki stadion bersama dengan Ariel dan Nina.


Ariel dan Nina yang secara kebetulan bertemu Madika saat hendak ke stadion kini langsung mengikuti Madika dan masuk ke stadion bersama Madika.

__ADS_1


mereka bertiga pun kini menjadi sorotan beberapa siswa perempuan yang mengidolakan Madika, dan kini mereka pun mulai membahas tentang Madika.


"seandai-nya aku bisa seperti mereka berdua...."


"hei, mereka berdua itu punya pengaruh di akademi ini, jadi mereka bisa dengan mudah mendekati orang yang mereka sukai."


"ya, berbeda dengan kita yang hanya orang biasa."


"hmm... tapi ku dengar dari beberapa informasi, Madika itu juga hanya berasal dari keluarga biasa seperti kita."


"ya aku juga pernah dengar, dia itu juga hanya berasal dari keluarga yang sederhana.... namun kata-nya sekarang ia tinggal seorang diri karena kedua orang tua-nya telah meninggal."


"ya, dan dari informasi yang ku miliki kata-nya untuk biaya hidup-nya selama ini ia hanya bisa bergantung pada uang kiriman paman dan bibi-nya yang saat ini berada di kerajaan yang berbeda."


"hmm... jika memang seperti itu, ia pasti sangat kesepian tinggal seorang diri."


"hei-hei.... sebenar-nya dari tadi aku bingung dengan pembahasan kalian, bingung-nya itu mengenai dari mana informasi ini kalian dapat-kan? dan apakah informasi kalian ini benar-benar bisa di percaya atau hanya hoax belaka."


"informasi yang ku dapat-kan ini cukup akurat loh.... jangan meragukan-nya."


"ya informasi dari-ku juga akurat, lagi pula aku mendapatkan informasi ini langsung dari kepala akademi.... saat itu ia berbicara dengan seseorang tentang Madika, dan tidak sengaja aku menguping hal itu."


"tidak sengaja menguping?.... yang benar saja."


Beberapa siswa perempuan itu pun kini terus berbicara panjang lebar tentang Madika.


entah dari mana informasi yang mereka dapatkan, namun kebanyakan informasi yang mereka dapatkan itu memang cukup akurat.


Di sisi lain, Ariel yang sedari tadi sempat mendengar sedikit-sedikit pembicaraan orang-orang tentang Madika kini tampak tersenyum tipis.


lalu ia menoleh ke arah Madika sambil melempar senyum-nya.


"seperti-nya kau semakin populer saja." ucap Ariel.


"ehm.... kurasa tidak juga." ucap Madika sambil menggaruk belakang kepala-nya yang tidak gatal.


"apa yang Ariel katakan itu benar kok...." sela Nina. "bahkan beberapa siswa di kelasku banyak yang mulai membicarakan tentang-mu."

__ADS_1


Mendengar ucapan Nina itu, kini Madika hanya bisa menghela nafas panjang dengan ekspresi wajah yang mengatakan, "merepotkan sekali."


__ADS_2