
Saat ini Madika telah malas melanjut-kan perdebatan dengan Aurel.
"terserah kau saja lah." ucap Madika yang kemudian berhenti karena kini mereka sudah berada di dalam akar pohon raksasa itu dan telah menemukan tempat yang cukup bagus yang bisa mereka tempati untuk beristirahat.
Lalu Elsi dan Aurel pun kini duduk di atas akar pohon yamg muncul di permukaan tanah itu.
akar pohon itu kini mereka jadikan sebagai kursi duduk, sementara itu Dion pun juga ikut duduk sementara Madika kini mulai mengeluar-kan beberapa ramuan yang sebelum-nya sudah pernah ia buat sebelum-nya.
"baiklah, ini ramuan penyembuh, kalian minum ramuan ini agar luka dalam kalian jadi lebih cepat sembuh." ucap Madika sambil menyodor-kan dua botol kecil berisi cairan ramuan yang sudah ia buat jauh-jauh hari.
Setelah itu kini Dion dan Elsi pun langsung mengambil obat itu dari tangan Madika, dan kemudian mereka pun langsung meminum ramuan itu.
Sesudah meminum-nya, kini Madika mengeluar-kan beberapa obat lain-nya serta sebuah kain perban untuk mengobati luka gores yang ada di tubuh Dion dan Elsi.
"hei Aurel.... kau obati luka Elsi, biar aku yang urus Dion." ucap Madika sambil menyodor-kan obat dan sebuah kain perban pada Elsi.
"baiklah, akan ku lakukan." jawab Elsi.
Setelah itu Elsi pun mengambil semua perlengkapan yang ia butuh-kan untuk mengobati luka Elsi.
Sesudah itu kini Elsi dan Aurel pun mencari tempat yang tertutup untuk mengobati luka Elsi.
Saat ini Aurel pun mulai mengobati luka Elsi.
__ADS_1
mereka berdua mulai mengobrol ringan dan saling mengakrab-kan diri.
"hei Aurel, apa kau benar-benar tak punya hubungan dengan Madika?" tanya Elsi.
"tentu saja tidak.... bukan kah tadi sudah ku bilang sebelum-nya?." jawab Aurel dengan tenang.
"ehh.... padahal kalian sangat akrab dan kalian juga kelihatan sangat cocok.... sayang sekali jika tidak punya hubungan yang lebih dalam.... kalau aku jadi kau mungkin aku akan segera menggoda Madika hingga ia jatuh cinta pada-ku hahaha." ucap Elsi yang sedikit membawa perkataan-nya dalam canda.
"hah.... kami memang cukup akrab saat ini.... tapi suatu saat nanti belum tentu kami bisa akrab lagi." balas Aurel dengan raut wajah yang terlihat seperti orang yang sedang murung.
"lah, kenapa bisa begitu?" tanya Elsi.
"tidak kenapa-kenapa kok.... itu hanya pikiran ku saja." jawab Aurel.
"hmm..... seperti yang ku sebut sebelum-nya, di kerajaan ini ada empat klan yang sangat besar, yakni klan angin, petir, api, dan es..... keempat klan ini mengfokus-kan kemampuan elemen mereka dan mereka tidak akan menerima orang di luar elemen klan mereka.... sejak dulu, ke empat klan ini memang sering bertikai, dan pertikaian antara empat klan ini sama sekali tidak ada yang berani melerai-nya, bahkan raja Doroko sekali pun sama sekali tak bisa menahan pertikaian yang terjadi antara empat klan ini.... keempat klan ini selalu saling bersaing untuk menjadi yang terkuat di kerajaan Doroko.... saking terobsesi-nya mereka untuk saling bersaing, sampai-sampai ke empat klan ini pun membuat persetujuan untuk mengadakan sebuah kompetisi tahunan untuk para pemudah dengan alasan untuk melihat klan mana yang terkuat, dan generasi mana yang paling banyak di penuhi oleh orang-orang berbakat." ucap Dion memberi penjelasan panjang lebar.
"hmm.... begitu ya.... dari empat klan itu, kini aku sudah membuat masalah dengan satu klan ya." ucap Madika dengan ekspresi tenang.
Lalu Dion pun kini kembali melanjut-kan penjelasan-nya kepada Madika tentang apa saja yang ada di kerajaan ini.
ia bahkan juga menjelas-kan tentang reruntuhan kuno yang mana segel-nya akan melemah sore ini.
Berdasar-kan penjelasan dari Dion, kerajaan di Tambolo ini terdapat empat klan yang kuat serta sebuah sekte besar yang mendominasi di wilayah kerajaan.
__ADS_1
Untuk sebuah sekte besar yang ada di kerajaan ini, sekte tersebut adalah sebuah sekte yang menerima semua orang pengguna Saga yang mau bergabung dalam sekte tersebut.
Sekte itu memiliki satu tujuan, yakni menjadi yang terkuat di antara semua orang, bahkan beberapa rumor mengata-kan bahwa sekte tersebut kini semakin berkembang dan bahkan pemimpin sekte itu saat ini sudah berada di tingkat Epic, dan tingkatan itu sudah setara dengan para raja yang berkuasa di setiap kerajaan yang ada di kekaisaran Balengga ini.
Namun bukan hanya tingkatan saja, si pemimpin sekte itu memang sudah mendapat pengakuan dari sang kaisar bahwa si pemimpin sekte itu adalah orang yang memiliki pengetahuan serta kemampuan yang luar biasa, ia bahkan di sebut sebagai seorang jenius yang memiliki kemampuan bertarung di luar nalar oleh sang kaisar.
Sang kaisar sendiri bahkan sempat mengaku bahwa jika sekte itu semakin besar, maka tidak akan menutup kemungkinan kalau si pemimpin sekte itu bisa memberontak dan bahkan mengambil alih kerajaan Doroko tempat di mana markas besar mereka berada saat ini.
nama sekte besar tersebut adalah sekte Balumba.
Selain informasi tentang sekte Balumba dan empat klan, kini Dion juga menjelas-kan tentang reruntuhan kuno itu, dan berdasar-kan informasi dari Dion, kata-nya empat klan saat ini sudah mengirim beberapa orang-orang mereka untuk mencari harta Karun di reruntuhan kuno itu, dan saat ini mereka sudah berkumpul di reruntuhan itu dan menunggu waktu yang tepat untuk membuka segel dari reruntuhan itu.
Selain empat klan itu, tentu-nya sekte Balumba juga tidak mau ketinggalan, mereka juga telah mengirim beberapa orang-orang mereka untuk melakukan perburuan harta Karun di reruntuhan tersebut.
"huh..... seperti-nya perjalanan kali ini akan semakin sulit." ucap Madika dengan ekspresi lelah mengingat diri-nya sudah membuat masalah dengan klan petir.
"oh iya, sebelum-nya kau di serang oleh orang-orang dari klan petir kan?.... jadi bagaimana kalau kau melapor saja ke klan angin-mu agar mereka membalas perbuatan dari klan petir itu." ucap Madika menyaran-kan.
"percuma saja, orang-orang di klan angin tidak akan mungkin mau membantu-ku." ucap Dion dengan ekspresi murung.
"hmm.... apa kau ada masalah dengan klan-mu sendiri?" tanya Madika.
"ya.... bisa di bilang begitu." jawab Dion.
__ADS_1
Lalu Dion pun mulai menjelas-kan permasalahan yang ia alami saat ini, dan bukan hanya itu saja, diri-nya pun sampai mencerita-kan tentang masalah yang di hadapi oleh Elsi karena masalah itu juga masih berkaitan dengan diri-nya saat ini.