
Saat ini, si raja monster semut itu sedang berada di udara karena lompatan-nya saat ini cukup tinggi.
Sementara itu, Askila yang dari kejauhan melihat lompatan si raja semut itu kini langsung terlihat sedikit terkejut dan dengan segera ia memperingati Madika melalui telepati-nya.
"tuan!.... hati-hati, monster semut itu akan membuat gempa yang sangat dahsyat seperti gempa sebelum-nya saat anda masih bersemedi di dalam gua!.... kemungkinan tanah-tanah di sekitar anda akan bergerak layak-nya ombak di laut, dan bisa jadi raja monster semut itu akan muncul dari bawah tanah yang anda pijaki saat ini!" ucap Askila dengan sedikit terburu-buru agar Madika bisa segera mengetahui informasi itu dan bisa mendapat sedikit waktu sebelum mengambil keputusan untuk bergerak selanjut-nya.
Mendengar informasi dari Askila kini Madika langsung mengangguk paham.
"baiklah, akan ku ingat itu!" ucap Madika sambil mengangguk.
Tak lama setelah itu, kini si raja semut yang berada di udara tadi langsung mendarat.
keenam kaki-nya kini menapaki tanah dengan sangat keras hingga terjadi sedikit ledakan kecil di tempat ia mendarat.
Bukan hanya ledakan kecil itu saja.
saat ini tanah-tanah di sekitar-nya juga kini banyak yang hancur, bahkan terbelah dan mengalami banyak keretak-kan.
Di saat yang bersamaan, tiba-tiba terjadi lah gempa yang sangat dahsyat, dan benar saja, gempa dahsyat itu mengubah bentuk tanah menjadi seperti ombak yang sedang bergerak menepi ke pantai.
Gerakan gempa yang sangat ekstrim itu di buat lebih mengeri-kan lagi ketika banyak kaki-kaki monster semut yang sangat tajam muncul dari bawah tanah dan menjulang ke atas.
Kaki monster semut yang besar-nya layak-nya sebuah tombak dan memiliki ujung yang sangat tajam itu tampak menjulang ke atas dan menusuk objek apa pun yang ada di atas permukaan tanah.
Tidak tanggung-tanggung, kaki Monster Semut itu bahkan memiliki kekuatan yang luar biasa sampai-sampai sebuah batu yang ada di permukaan tanah pun bisa di tusuk-nya hingga tembus.
Madika yang melihat hal itu tentu-nya langsung terkejut dan membelalak-kan mata-nya.
__ADS_1
"ini sih bukan sekedar gempa lagi nama-nya!" ucap Madika.
Madika kini terus di guncang oleh gempa itu.
ia juga bahkan di kejar-kejar oleh kaki monster semut yang bermunculan dari bawah tanah.
hal itu pun membuat diri-nya terpaksa harus terus bergerak meski-pun keadaan tanah terus berubah-ubah.
Madika terus mencoba bergerak menghindari serangan dari kaki monster semut itu, namun karena bentuk permukaan tanah di sekitar-nya masih terus berubah-ubah akibat gempa yang di hasil-kan oleh raja semut, maka kini Madika pun jadi kewalahan untuk menghindar.
ia bahkan sudah beberapa kali terjatuh dan berguling di tanah yang terus berubah-ubah itu karena diri-nya sempat salah perkiraan saat mendarat-kan pusaka ratu semut milik-nya di tanah yang ia pikir tidak akan langsung berubah.
"sial@n!" ucap Madika dalam hati sambil berdiri dan menghindari lagi serangan kaki monster semut yang menjulang dari bawah tanah itu.
"ya sudah-lah, kalau begitu aku lebih baik terbang saja!" ucap Madika yang kemudian langsung mengeluar-kan sayap angin milik-nya.
Lalu dengan segera Madika pun melompat ke udara dan mulai melesat hingga ketinggian yang cukup tinggi menurut-nya.
"wah.... ini sih benar-benar parah!.... gempa-nya benar-benar menakut-kan." ucap Madika setelah melihat banyak pohong yang jauh dari mereka kini tumbang semua, bahkan Askila yang juga sudah berada jauh dari tempat mereka bertarung kini terlihat masih terkena efek dari gempa itu.
"jadi gempa yang di hasil-kan oleh monster ini ternyata memakan wilayah yang cukup luas juga ya.... benar-benar luar biasa." ucap Madika lagi sambil menoleh ke arah si raja monster semut berada sebelum-nya.
Saat Madika melihat si raja monster semut itu, kini Madika pun langsung terbang ke arah raja monster semut itu.
"kau benar-benar sangat merepot-kan ya." ucap Madika sambil menyilang-kan kedua tangan-nya di depan dada.
Sementara itu, si raja monster semut yang melihat Madika yang kini sedang terbang dan mendatangi-nya langsung berteriak dengan suara yang sangat keras.
__ADS_1
bahkan suara-nya itu kini di padu-kan dengan energi Nosa milik-nya sehingga suara-nya itu akan membuat orang yang mendengar suara-nya akan mengalami sakit telinga bahkan sakit kepala, dan jika tidak di antisipasi, maka hal itu akan berakibat fatal dan membuat seseorang akan kehilangan kesadaran dan pingsan begitu saja.
Madika yang menyadari bahwa gelombang suara yang di kirim-kan oleh raja monster semut itu untuk menyerang-nya adalah gelombang suara yang di sertai dengan gelombang energi kini langsung menutup telinga-nya mengguna-kan kedua tangan-nya.
Sementara itu, si raja monster semut yang melihat Madika menutup telinga kini langsung memuncul-kan ratusan pedang di udara.
lalu ia pun melesat-kan ratusan pedang itu ke arah Madika yang saat ini melayang cukup jauh di depan-nya.
Ratusan pedang itu pun melesat ke arah Madika dengan sangat cepat, namun hal itu tidak membuat Madika melepas-kan tangan-nya dari kedua telinga-nya.
Madika terus menutup telinga-nya mengguna-kan kedua tangan-nya, namun untuk menghindari serangan ratusan pedang dari si raja monster semut itu Madika hanya perlu terbang kesana-kemari untuk menghindar.
bahkan Madika pun masih sempat mengguna-kan pusaka ratu semut untuk menangkis beberapa pedang yang tak bisa ia hindari.
kini Madika terbang dengan sangat lincah di udara. ia bahkan menangkis banyak pedang sambil memutar tubuh-nya di udara.
Kemampuan terbang Madika saat ini benar-benar semakin meningkat, ia kini bisa melakukan berbagai gerakan yang menakjub-kan saat terbang dengan sayap angin-nya itu.
Sementara itu, Aurel yang dari kejauhan sedang melihat aksi Madika saat melawan raja semut itu.
Aurel kini hanya bisa menatap Madika dengan ekspresi takjub dan kagum dengan kemampuan Madika itu.
"sebenar-nya berapa banyak kekuatan yang di sembunyi-kan oleh pria itu?" ucap Aurel yang masih menatap Madika dengan kagum.
"hahahaha.... sedikit yang kau tahu lebih baik!" ucap Askila sambil menatap Aurel dengan ekspresi yang tampak tidak terlalu bersahabat.
"hei.... apa kau masih marah karena aku yang membuat para monster semut itu datang ke mari?" tanya Aurel sambil menatap ke arah Askila.
__ADS_1
"tentu saja bocah bod0h!.... gara-gara kau aku sekarang hanya bisa jadi penonton di saat-saat tuan-ku sedang bertarung!.... harus-nya sekarang aku berada di sisi-nya dan bertarung bersama-nya." ucap Askila yang tampak sangat kesal pada Aurel
"ya maaf.... aku kan hanya butuh pertolongan saja.... hhmmm." ucap Aurel yang kemudian menggembung-kan pipi-nya.