Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mewarisi Kekuatan Raja Kera


__ADS_3

Saat ini Madika berhasil keluar dari bayangan raksasa yang ia kendalikan itu.


ia juga bahkan dengan cepat menghentikan pengendalian penuh pada bayangan tersebut agar dirinya tidak terkena efek dari luka parah yang akan di terima si bayangan raksasa itu.


Kini pedang si raja kera itu pun langsung menebas leher bayangan raksasa itu hingga akhirnya pedangnya keluar dari bagian samping perut si bayangan raksasa dan membuat bayangan raksasa Madika itu pun terbagi menjadi dua.


Madika yang saat ini masih di udara dan masih berada dekat dengan bayangan raksasanya itu kini hanya bisa menghindari pedang raja kera itu dengan cepat menggunakan kemampuan terbang dari sayapnya.


Seketika bayangan raksasa milik Madika itu pun langsung meledak dan ledakan energi yang terjadi akibat hancurnya bayangan raksasa itu kini langsung menghasilkan gelombang energi yang sangat kuat dan membawa aura hitam bersamanya.


Gelombang energi yang membawa aura hitam itu pun langsung menghantam Madika dan membuat Madika terdorong jauh bersamaan dengan pergerakan gelombang yang terus melebar.


"Kuat sekali!" Ucap Madika dalam hati.


"Hahahaha... Bagaimana bocah? apa sekarang kau menyadari betapa kuatnya diriku?" Ucap si raja kera itu dengan penuh percaya diri sambil berkacak pinggang.


"Ahh... Ku akui kau memang kuat, tapi bukan berarti aku akan menyerah begitu saja!" Ucap Madika sambil mengangkat tinju tangan kanannya ke depan wajahnya.


"Hahaha begitu ya... Tapi sayangnya kali ini aku tidak mau lanjut lagi. Tujuanku susah selesai, dan aku sudah menetapkan dirimu untuk menjadi pewaris kekuatanku ini... Jadi jika aku bertarung lagi denganmu, maka bisa-bisa energiku habis sebelum mewariskan kekuatan padamu." ucap si raja kera itu menolak keinginan Madika untuk bertarung lagi.


"ehh?... Begitu ya." balas Madika.


Setelah itu, kini raja kera itu pun langsung turun ke lantai.


Madika pun segera turun ke arah raja kera itu.


Raja kera itu pun tanpa berbasa-basi langsung duduk bersila.


"Duduklah." Ucap raja kera itu saat Madika mendarat tepat di depannya.


"Uhm." Madika bergumam sambil menganggukkan kepalanya. Lalu Madika pun langsung duduk bersila di depan raja kera itu.


Kini raja kera itu langsung memulai ritual pewarisan kekuatannya.


Raja kera itu kini terlihat sedang memutar kedua tangannya dan setelah itu menyatukannya kembali.

__ADS_1


Kemudian ia kembali memisahkan kedua telapak tangannya yang semula menyatu dan tampak di tengah-tengah kedua telapak tangan raja kera itu terbentuk sebuah gumpalan benda hitam yang memancarkan aura hitam yang sangat pekat.


Gumpalan itu mulanya berukuran seperti sebuah bola kaki, namun setelah raja kera itu terus mengalirkan energinya kini gumpalan itu perlahan mengecil hingga akhirnya ukurannya menjadi sebesar kelereng.


"ini..." Ucap raja kera itu sambil menyodorkan gumpalan energi berwarna hitam pekat itu pada Madika.


"Telanlah pil ini, dan mulailah bersemedi, dengan begitu kau akan mewarisi semua kekuatanku dan pusaka sebelumnya yang kau miliki akan berubah menjadi pusaka yang menyatu dengan tubuhmu." ucap si raja kera itu.


Madika pun langsung meraih pil itu, ia kemudian langsung menelannya serta melakukan seperti yang di katakan oleh raja kera barusan.


Tak butuh waktu lama, kini energi di seluruh tubuh Madika pun langsung bergejolak.


Sementara itu, di tubuh asli Madika kini tampak energi Saga Madika langsung meluap dari dalam tubuhnya.


Bunggu yang melihat hal itu kini langsung mundur beberapa langkah ke belakang dan membiarkan Madika dalam posisi duduk bersila.


"Sepertinya dia akan naik tingkat!" Ucap Bunggu dalam hati dengan senyum tipis di wajahnya.


Beberapa saat kemudian, kini energi yang meluap-luap di tubuh Madika itu pun langsung meledak dan menciptakan hentakan yang cukup kuat di udara serta membuat seluruh energi yang meluap itu langsung berhamburan hampir memenuhi ruangan tersebut.


Setelah selesai menyerap, kini Madika pun perlahan mulai membuka matanya.


Ia kemudian menarik nafas dalam dan kemudian menghembuskannya dengan tenang.


"Apa yang barusan terjadi tuan?" tanya Bunggu sambil berjalan mendekati Madika.


Madika pun langsung berdiri dari duduknya.


"Aku baru saja menyerap semua kekuatan dari raja kera bayangan yang sebelumnya kau bicarakan, dan sekarang ia sudah mewariskan semua sisa kekuatannya serta semua jurus-jurus dan keahlian yang ia miliki padaku." Jawab Madika dengan tenang.


"Hmm... Begitu ya, pantas saja sekarang anda langsung naik tingkat dengan cepat, dan di tambah lagi levelnya juga meningkat sampai ke level pertengahan." Ucap Bunggu lagi sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Kau benar juga." Balas Madika sambil memperhatikan tubuhnya saat ini. "Sekarang aku sudah berada di tingkat master level 37... Benar-benar sesuatu yang sangat luar biasa." Ucap Madika menimpali perkataannya barusan.


Setelah itu kini Madika pun langsung menguji kekuatan yang ia dapatkan dari raja kera itu, yakni kekuatan pintu bayangan.

__ADS_1


Mengapa di sebut pintu bayangan?... Itu karena jurus ini memanfaatkan kegelapan ataupun sebuah bayangan sebagai media yang bisa menjadi jalan keluar masuk.


"Kau mau lihat salah satu jurus andalan raja kera itu?" Tanya Madika pada Bunggu dengan bersemangat.


"Ohh... Tentu saja tuan, aku ingin melihatnya!" Jawab Bunggu yang juga merasa penasaran dengan jurus apa yang ingin di tunjukkan oleh tuannya itu pada dirinya.


Lalu Madika pun langsung berjalan santai ke belakang Bunggu, setelah tiba di belakang Bunggu Madika pun langsung menepuk bahu Bunggu dengan perlahan.


Bunggu pun penasaran kenapa tuannya melakukan hal itu.


Lalu Bunggu pun segera menoleh ke belakang dan saat itu ia sama sekali tidak menemukan keberadaan Madika.


Madika kini seolah lenyap dengan sangat cepat dan bahkan jejak energi miliknya pun sama sekali tak bisa di deteksi menggunakan jurus pendeteksian.


"Heh?!"


Bunggu sedikit memiringkan kepalanya dan mencoba untuk berpikir.


"Hei, aku di sini." Teriak Madika yang saat ini tiba-tiba muncul cukup jauh di belakang Bunggu.


Bunggu pun langsung menoleh ke belakang dan melihat tuannya itu ada di sana.


"Eh?... Bagaimana anda melakukannya?" Tanya Bunggu yang tampak sedikit bingung.


Madika tidak langsung menjawab, namun ia dengan tiba-tiba langsung menghilang dari tempat semula dan tiba-tiba muncul tepat di depan Bunggu layaknya setan yang mendekat secara tiba-tiba.


"Tentu saja ini adalah jurus dari raja kera bayangan itu... selama ada kegelapan maupun bayangan, maka aku bisa menjadikan itu sebagai pintu keluar masuk untuk berpindah dengan cepat... kira-kira mirip seperti lingkaran energi yang ku gunakan untuk memanggilmu itu." Jawab Madika menjelaskan pada Bunggu.


Setelah Madika sudah selesai menunjukkan jurus-jurus baru yang ia dapatkan itu, kini ia pun langsung berencana untuk pergi ke klan petir untuk mencari Kindo dan rekan-rekannya yang sudah meludahinya beberapa hari yang lalu.


"Ini saatnya pergi ke klan petir dan membalas dendam atas kematianku!" Ucapan Madika sambil mengepalkan tangannya di depan dada.


"Tapi anda kan belum mati tuan." Sela Bunggu dengan ekspresi malas.


"Anggap saja aku sudah mati dan bereinkarnasi sekali lagi." Sanggah Madika yang masih ngotot dengan pemikirannya.

__ADS_1


"Hah... Terserah anda saja lah." Balas Bunggu sambil menghela nafas panjang.


__ADS_2