
Madika kini telah berhasil membunuh dua pemuda yang bertarung melawan dirinya.
Sementara lima pemuda sisanya kini langsung terlihat waspada.
Mereka semua sudah mulai menyadari cara kerja dari jurus Madika itu, sehingga mereka pun mulai berdiri dan saling memperhatikan satu dengan yang lain agar bisa saling melindungi.
Begitu Madika keluar dari bayangan dan muncul di belakang salah satu pemuda, tiba-tiba pemuda lainnya langsung melesatkan tebasan petir ke arah Madika Sambil memperingati pemuda yang hendak di serang oleh Madika itu agar menyadari ada serangan dari belakang.
Pemuda yang menjadi target Madika itu pun langsung menoleh dan melihat Madika yang kini langsung melompat ke udara untuk menghindari serangan tebasan petir yang melesat ke arahnya.
Begitu Madika melompat ke udara, pria yang menjadi target Madika sebelumnya kini langsung menebaskan pedangnya untuk menghancurkan tebasan angin dari pemuda yang menyerang Madika saat muncul di belakang si target.
"Terimakasih!" Ucap si target karena merasa sudah di selamatkan.
"Serang sekarang!" Ucap salah satu dari pemuda itu dengan suara tegas memerintahkan yang lainnya untuk segera menyerang.
"Mumpung dia berada di udara, ini kesempatan kita!"
"Dia tidak akan bisa menghindar sekarang!"
"Tidak ada bayangan yang bisa kau gunakan kali ini!"
Saat ini para pemuda yang mengira Madika tidak akan bisa menghindar jika berada di udara kini segera melesatkan berbagai macam serangan jarak jauh ke arah Madika.
Mulai dari serangan puluhan pedang petir, serangan tebasan petir, serangan laser petir, bahkan serangan tombak petir. Semua itu langsung di lesatkan ke arah Madika dalam satu waktu yang sama.
Madika yang melihat hal itu kini hanya tersenyum tipis.
"Mereka pikir ini kesempatan mereka ya." Ucap Madika dalam hati sambil berseringai.
Begitu serangan para pemuda itu berada dekat dengan Madika, kini Madika pun langsung memunculkan sayap angin miliknya.
Saat sayap angin Madika di munculkan, tiba-tiba terjadi ledakan angin di sekitar Madika dan di saat yang bersamaan Madika tiba-tiba langsung melesat dengan sangat cepat akibat dari dorongan yang sangat kuat saat terjadi ledakan angin barusan.
Ledakan angin itu sebenarnya tidak di sengaja oleh Madika.
Madika hanya ingin segera melesat cepat jadi ia langsung memaksakan sayapnya itu untuk bergerak cepat dan seketika itu juga sayap Madika pun mengeluarkan kekuatan angin yang sangat kuat untuk bisa melesat sangat cepat dalam waktu singkat.
__ADS_1
Dan pelepasan kekuatan angin itu mengakibatkan ledakan angin yang cukup kuat dan dengan bantuan ledakan angin itu sayap Madika bisa bergerak sangat cepat di udara.
Sementara itu, semua orang yang ada di tempat itu jadi semakin terkejut saat melihat Madika yang sedang terbang dengan sayap.
Mereka tak menyangka kalau jurus seperti itu ternyata bisa di miliki oleh seorang bocah yang jauh lebih muda di bandingkan dengan mereka.
Di sisi lain, para pemuda itu kini langsung menatap kesal ke arah Madika.
mereka juga terlihat iri saat Madika bisa terbang dengan bebas di udara dan menghindari semua serangan mereka dengan sangat mudah.
"tidak menggunakan pedang, melainkan sayap!... Bocah ini benar-benar bukan orang biasa!" Ucap salah satu petinggi klan yang saat ini berada di tingkat grand master.
Sementara di belakang petinggi klan itu tampak beberapa prajurit tingkat elit yang sedang berdiri menunggu perintah dari pimpinan mereka.
"Bocah ini sebenarnya memiliki kemampuan!"
"Benar sekali!... Pantas saja dia berani membuat kekacauan di sini?"
"Siapa sebenarnya bocah ini?... Aku sama sekali belum pernah mendengar tentang dirinya di wilayah kerajaan ini?"
"Apa mungkin bocah ini berasal dari kerajaan lain?"
Berbagai ocehan para pasukan yang berdiri di belakang para petinggi tingkat grand master itu terus terdengar.
Mereka kedengaran sedikit gaduh di belakang sana, sementara yang lainnya sedang fokus menonton.
Di sisi lain, para tetua susah cukup bersabar sebelumnya, dan kini mereka pun bersiap untuk turun tangan karena saat ini kelima pemuda yang tersisa itu sudah babak belur akibat serangan Madika yang sangat brutal sambil melakukan perpindahan cepat melalui bayangan.
"Inikah kekuatan kuno yang sangat di takuti itu?" Ucap salah satu Tetua dengan ekspresi tegang Karena tetua itu mengetahui tentang kekuatan yang di gunakan oleh Madika untuk melakukan perpindahan cepat.
Berdasarkan beberapa buku kuno yang ada, di katakan bahwa sang raja kera bayangan adalah sosok penguasa hutan yang sangat kuat di zamannya.
Ia di sebut-sebut sebagai yang terkuat dan tak terkalahkan.
Ia mendapatkan gelar itu bukan hanya karena kemampuan bertarungnya, melainkan karena kemampuannya yang bisa berpindah dengan sangat cepat dalam waktu singkat sehingga orang-orang yang bertarung dengannya sama sekali tidak bisa berkutik.
Jurus perpindahan cepat itulah yang paling terkenal di kalangan orang banyak karena jurus itulah yang paling sering ia gunakan dalam bertarung.
__ADS_1
Mulai dari pertarungan serius sampai pertarungan penuh ejekan yang dia anggap bermain-main, semua itu selalu mengandalkan jurus perpindahan cepat.
"Bocah ini, jangan-jangan dia sudah memiliki pusaka raja kera bayangan itu!" Ucap tetua Rionda.
"Kau benar!... Meskipun informasi tentang pusaka itu sangat sedikit, namun aku pernah mendengar tentang pusaka yang kau sebutkan itu." Timpal tetua Akina.
"Sial... Aku sudah tak tahan lagi!" Ucap tetua Lingka yang kini mencoba untuk turun ke arena pertarungan.
Namun tiba-tiba Jinjo muncul di hadapan tetua Lingka.
Si pemuda terkuat yang berada di posisi nomor satu itu kini tersenyum menatap tiga tetua itu.
Setelah itu ia pun memberikan hormat pada ketiga tetua itu.
"Tetua Lingka, tetua Rionda, tetua Akina... Biarkan saya mencoba terlebih dahulu sebelum anda sekalian menyerang bocah itu." Ucap Jinjo dengan sopan.
"Sebaiknya jangan terlalu gegabah anak muda." Jawab tetua Lingka sambil menepuk bahu Jinjo.
"Anda tenang saja... Saya hany sedang ingin mencoba melawan bocah itu, jika memang ternyata nantinya tak bisa maka aku akan segera mundur." Balas Jinjo berusaha meyakinkan para tetua agar memberinya izin.
"Ahh!... Terserah kau lah!... Lakukan secepatnya! Jangan sampai korban bertambah banyak!" Ucap tetua Lingka yang tampak sangat kesal.
Mendapatkan izin dari tetua Lingka, kini Jinjo pun langsung menyuruh para pembuat penghalang itu untuk membukakan jalan baginya.
Sementara itu, di tempat pertarungan, Madika saat ini sedang menghajar salah satu pemuda hanya dengan menggunakan tangan kosong saja.
Ia membuat pemuda yang di hajatnya itu jadi kewalahan.
Apa lagi saat ini ia menggunakan perpaduan sayap dan jurus berpindah cepat.
Pria yang di hajar itu tak memiliki kesempatan menghindar ataupun menyerang balik.
Hal itu di karenakan Madika yang saat ini sudah terbiasa melakukan perpindahan cepat dan muncul dengan tiba-tiba serta langsung mengarahkan tinjunya.
Madika bisa berpindah cepat melalui perantara bayangan, namun bayangan yang di maksud di sini bukan hanya bayangan yang terukir di permukaan benda, entah itu permukaan tanah, lantai, dan lain-lain.
Jurus berpindah cepat ini tidak terbatas pada konsep bayangan yang di sebutkan barusan karena selama ada bagian gelap, entah itu di udara maupun yang terbentuk di tanah, semuanya bisa di masuki oleh Madika.
__ADS_1
Karena itulah Madika jadi sangat sulit untuk di serang.