
Saat ini Madika langsung memakai mahkota tersebut.
lalu Madika pun mulai mengalir-kan Saga milik-nya ke mahkota itu dan mulai mengaktif-kan mahkota itu.
Begitu mahkota berhasil di aktif-kan, kini beberapa jurus yang berasal dari mahkota itu pun langsung muncul dan masuk ke dalam ingatan Madika.
seketika itu juga Madika pun langsung memahami semua jurus yang bisa di gunakan oleh pengguna mahkota itu, dan benar saja, salah satu jurus kuat yang bisa di gunakan dari mahkota itu adalah memuncul-kan 500 pasukan kera yang sangat kuat.
Madika yang mendapat-kan semua informasi jurus yang ada di mahkota itu kini langsung tersenyum puas.
"seperti-nya semua jurus yang bisa di pakai sangatlah menarik." ucap Madika.
Baru saja Madika berkata seperti itu, tiba-tiba Madika langsung mendengar-kan sebuah suara yang sangat berat dan menggelegar.
namun suara itu hanya terdengar oleh Madika seorang dan suara itu langsung masuk begitu saja di kepala Madika layak-nya sebuah telepati.
"wahai anak muda!" ucap suara itu dengan suara yang terdengar berat dan menggelegar.
Seketika Madika pun langsung memegang kepala-nya saat ia mendengar-kan suara tersebut.
"suara apa ini?" batin Madika.
Sementara itu, Bunggu yang melihat Madika langsung memegang kepala-nya kini langsung bertanya dengan penasaran karena ia mengira bahwa tuan-nya itu mungkin tak cocok dengan pusaka tersebut.
"tuan.... apa yang terjadi?" tanya Bunggu yang terlihat sedikit panik.
"tidak ada apa-apa." jawab Madika yang masih memegang kepala-nya.
"tuan, jika anda merasa sakit dan tak cocok dengan pusaka itu, maka sebaik-nya anda tak menggunakan-nya.... jika anda memaksa bisa-bisa pusaka itu akan menyerang balik dan malah membuat anda terluka." ucap Bunggu memberi saran.
Memang benar kata Bunggu, terkadang ada pusaka yang tidak cocok dengan pengguna-nya, karena biasa-nya pusaka yang seperti itu memiliki sebuah keistimewaan, yakni di dalam-nya masih tertinggal sebuah jiwa serta pecahan kekuatan dari pemilik asli pusaka tersebut.
jadi jika Madika mengalami ketidakcocokan dengan mahkota itu, maka kemungkinan di dalam mahkota itu masih tersimpan jiwa serta kekuatan asli dari sang raja kera.
__ADS_1
Sementara itu, Madika yang saat ini mendengar-kan suara si raja kera itu kini langsung mencoba untuk tetap tenang.
ia kemudian langsung duduk bersila dan mencoba untuk mendengar-kan ucapan dari si raja kera itu dengan seksama karena ia berpikir bahwa ada kemungkinan bahwa raja kera itu akan mengata-kan sesuatu pada diri-nya.
Saat Madika sudah duduk bersila di lantai, tiba-tiba tatapan Madika langsung menjadi kosong.
ia seperti manusia yang kehilangan jiwa-nya dan benar saja, saat ini jiwa Madika sedang terpisah dari Madika karena saat ini jiwa Madika sedang mendapat-kan sebuah ujian dari sang raja kera tersebut.
"huaahahhaha!" suara menggelegar kembali terdengar.
tampak Madika langsung membuka mata-nya saat mendengar suara tertawaan tersebut.
Begitu Madika membuka mata-nya, seketika ia langsung terkejut dan langsung mengedar-kan pandangan-nya ke segala arah.
"d... di mana ini?" ucap Madika dalam hati.
Madika saat ini berada di sebuah ruangan hampa yang sangat-lah luas.
tempat itu tampak gelap layak-nya di luar angkasa, dan luas-nya juga tidak di ketahui oleh Madika.
"tempat apa sebenar-nya ini?" batin Madika yang kemudian perlahan mencoba untuk berdiri.
Setelah Madika berdiri, Madika pun mulai melangkah-kan kaki-nya dan mencoba untuk berjalan-jalan sebentar meski-pun ia tak tahu harus berjalan ke mana.
saat ia mulai berjalan, ia melihat ke bawah, tepat di lantai.
Namun saat melihat lantai, ia sama sekali tak bisa membeda-kan lantai itu dengan ruang kosong yang ada di sekitar-nya saat ini karena saat ini diri-nya seolah sedang melayang dan di bawah-nya seolah masih ada ruang kosong lain-nya yang tidak bisa ia ketahui luas-nya.
"ya ampun....
tempat apa sebenar-nya ini?" ucap Madika lagi dalam hati.
Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba suara si raja kera itu kembali terdengar di telinga Madika.
__ADS_1
"wahai anak muda, jawab-lah pertanyaan ku.... apa itu bayangan?" tanya si raja kera yang masih belum menunjuk-kan wujud-nya di depan Madika.
"bayangan?" ucap Madika dalam hati.
lalu Madika langsung memandang ke atas meski-pun ia tak tahu apakah si raja kera itu ada di atas atau di mana.
"hei.... sebelum aku menjawab, aku juga ingin bertanya... apa kau ini si raja kera bayangan itu?" tanya Madika.
"ya.... itu benar!" ucap suara itu dengan tegas dan tiba-tiba seekor raja kera bayangan itu muncul di udara tepat di atas Madika.
Raja kera bayangan itu tampak sedang berdiri dengan memegang dua pedang hitam di tangan kanan dan kiri-nya.
ia tampak sangat gagah dengan otot-otot layak-nya seorang atletik.
di belakang raja kera itu berdiri sebuah bayangan hitam yang memiliki rupa yang sama dengan di raja kera namun ia terlihat memiliki mata yang berwarna merah serta memiliki tinggi yang mencapai lima meter.
"sekarang aku tanya sekali lagi.... menurut-mu apa itu bayangan?" tanya si raja kera.
Mendengar pertanyaan itu, kini Madika pun mulai berpikir tentang apa itu bayangan.
Madika mencoba untuk mencari jawaban dari sudut pandang si kera bayangan itu.
"aku tak tahu apa maksud dari pertanyaan si raja kera yang satu ini!.... aku juga tak tahu apa tujuan pertanyaan ini.... akan tetapi, jika pertanyaan ini memiliki tujuan, maka akan lebih baik jika aku menjawab-nya sesuai dengan keinginan dari si raja kera ini." ucap Madika dalam hati.
Lalu Madika pun mencoba mengambil pandangan si raja kera itu mengenai apa itu bayangan.
"berdasar-kan sejarah yang ada, raja kera bayangan ini adalah mahluk yang sanggup mengendalikan sebuah bayangan.... entah bayangan apa pun itu semua-nya bisa ia kendali-kan, ia bisa mengubah bayangan menjadi sebuah senjata yang bisa di gunakan untuk menyerang lawan-nya.... selain menyerang, ia juga bisa mengguna-kan bayangan-nya sebagai perisai untuk menahan serangan lawan.... bisa di bilang, ia adalah pengendali bayangan." ucap Madika dalam hati.
Setelah berpikir sejenak, kini Madika pun langsung menjawab pertanyaan dari si raja kera itu.
"bayangan adalah sebuah senjata!.... selama ia di kendali-kan oleh orang yang tepat, maka ia akan menjadi senjata yang sangat mematikan." ucap Madika dengan tegas dan yakin.
"hahahaha..... kau benar sekali!!" balas si raja kera dengan suara keras dan tampak bersemangat.
__ADS_1
lalu raja kera itu menunjuk Madika.
"dan kau adalah orang yang tepat untuk mengendali-kan bayangan tersebut!.... karena itu lah aku membawa-mu kemari!" ucap-nya dengan bersemangat.