
Saat Sugiono sedang terhempas kesana-kemari. kini Madika langsung menembak-kan tiga peluru angin milik-nya ke arah Sugiono.
tiga peluru angin itu menembus kulit Sugiono dan tertanam di dalam tubuh Sugiono.
Satu peluru angin tertanam di bahu kiri Sugiono, dan di bahu kanan juga tertanam satu peluru angin. sementara peluru angin yang ketiga tertanam di perut Sugiono.
Ketika ketiga peluru angin itu sudah tertanam di dalam tubuh Sugiono. kini Madika pun langsung menghentikan ledakan peluru angin di sekitar tempat yang di pijaki oleh Sugiono.
Setelah itu kini Madika memasukan kedua tangan-nya ke dalam saku celana-nya.
ia lalu melihat Sugiono dengan tatapan mengintimidasi.
"aku sudah menunjuk-kan kemampuan-ku.... sekarang kau tahu bahwa kau tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan-ku.... jadi sebaik-nya kau menyerah saja." ucap Madika dengan tatapan mengintimidasi.
"uhuk-uhuk."
Sugiono terbatuk-batuk, dan batuk-nya itu membuat darah dari dalam tubuh-nya keluar.
Setelah itu ia pun berusaha untuk berdiri.
kaki-nya mulai gemetar, tapi tampak wajah-nya menunjuk-kan bahwa ia tidak mau menerima kekalahan yang ia anggap sangat memalukan ini.
"hanya karena berhasil mendesak-ku seperti ini kau sudah mulai sombong hah.... jangan bercanda.... aku masih belum kalah!" ucap Sugiono dengan tegas.
"aku tanya sekali lagi." ucap Madika yang makin mengintimidasi. "menyerah atau mati?" tanya Madika dengan ekspresi wajah yang terlihat menakutkan di mata Sugiono yang saat ini sudah merasakan intimidasi dari Madika.
Sugiono kini hanya bisa berusaha untuk tidak kalah mental dari intimidasi Madika.
meskipun intimidasi Madika benar-benar terasa menakutkan bagi Sugiono saat ini, namun diri-nya tetap berusaha agar diri-nya tetap bisa membulatkan tekad untuk tetap maju dan menghajar Madika.
"aku tidak akan menyerah!!" ucap Sugiono dengan semangat.
"menang atau mati!!" ucap-nya lagi sambil menciptakan sebuah bola api di depan-nya.
__ADS_1
saat ukuran bola api itu kira-kira sebesar bola kaki, kini Sugiono langsung menyelimuti seluruh tangan kanan-nya menggunakan api yang terus berkobar-kobar.
lalu ia pun segera melancarkan tinju tangan kanan-nya pada bola api itu.
seketika dari bola api itu muncul laser api berukuran seperti anak panah.
laser api itu jauh lebih banyak dari yang sebelum-nya.
Kini puluhan laser api yang muncul dari bola api itu langsung melesat ke arah Madika.
kali ini laser yang di gunakan itu bisa bergerak dengan bebas. tipe laser kali ini adalah tipe yang cukup berbahaya karena diri-nya bisa dengan sendiri-nya bergerak dan mengejar target-nya. bahkan sekalipun target-nya menghindar ataupun berbelok arah, laser ini akan tetap mengikuti hingga ia menghantam objek tertentu yang membuat-nya hancur barulah ia akan berhenti bergerak.
Tuan Samon yang melihat teknik Sugiono kini terlihat sedang menilai sambil mengelus janggut kesayangan-nya.
"laser api yang di gunakan-nya kali ini lebih sempurna dari yang sebelum-nya.... laser ini adalah laser yang sangat merepotkan untuk di hadapi.... parah-nya lagi, kekuatan Saga Madika yang jauh di bawah Sugiono pasti akan kesulitan memblokir serangan ini.... bahkan menghindar sekalipun tetap akan percuma.... kira-kira bagaimana Madika akan mengantisipasi teknik ini." ucap tuan Samon.
Saat laser yang sangat banyak itu sudah semakin dekat dengan Madika, kini Madika hanya berseringai. lalu dengan segera ia menjentik-kan jari-nya.
seketika terjadi ledakan tepat di bagian tubuh Sugiono yang tertanam peluru angin yang sebelum-nya.
darah dan sisa-sisa daging-nya yang terpotong-potong kini berhamburan di lantai.
bercak darah tampak hampir memenuhi lantai di sekitar tempat tubuh Sugiono meledak.
Kini sisa kepala Sugiono tampak menggelinding di lantai.
saat kepala itu berhenti menggelinding, wajah-nya tampak terarah ke pandangan beberapa siswa yang menonton.
Melihat pemandangan yang mengerikan itu membuat seluruh siswa terutama para siswa perempuan langsung berteriak.
mereka belum pernah melihat hal sekeji itu sebelum-nya.
bahkan ada beberapa dari mereka yang langsung muntah-muntah karena tidak terbiasa dengan hal itu.
__ADS_1
mereka melihat kepala Sugiono yang bocor serta otak yang berserakan di lantai. hal itu lah yang menambah kengerian di tempat pertarungan itu.
"me..... mengerikan sekali!" ucap Natalia dalam hati saat melihat kejadian itu.
sementara Nina yang duduk di samping-nya tampak langsung menutup mata-nya karena tak tahan melihat hal itu.
Kini laser api milik Sugiono langsung lenyap ketika Sugiono meledak.
Madika yang melihat hal itu hanya diam. ia tak mau berkata-kata.
lalu dengan tenang Madika langsung membalik-kan badan-nya dan membelakangi sisa-sisa tubuh Sugiono.
Tak lama setelah itu, kini sisa tubuh Sugiono itu pun langsung lenyap begitu saja.
kini kesadaran Sugiono telah kembali ke tubuh asli-nya.
Saat kesadaran-nya kembali ke tubuh asli-nya, ia langsung tersengal-sengal. ia tampak seperti seseorang yang baru saja di kejar-kejar setan. ia berusaha menarik nafas dengan panjang. wajah-nya tampak sedikit panik karena rasa takut yang ia alami ketika tubuh-nya meledak.
"sebelum aku benar-benar kehilangan kesadaran, aku sempat melihat tubuh-ku yang meledak itu berserakan di atas lantai.... itu benar-benar mengerikan!.... siapa sebenar-nya Madika itu? kenapa dia bisa sekuat itu?" batin Sugiono bertanya-tanya sambil mengingat sedetik sebelum ia meninggal di tubuh ke-dua.
Di sisi lain, tuan Samon yang sedang menonton saat ini tampak terkejut melihat hal itu.
diri-nya tidak menyangka bahwa tubuh Sugiono akan meledak seperti itu.
"anak itu benar-benar bisa menguasai pertarungan dengan baik... ia sudah memprediksi-kan semua ini dan membuat Sugiono memilih untuk tetap lanjut ayah berhenti." batin tuan Samon.
"ba-bagaimana mungkin bisa jadi seperti ini?" ucap pengawal pribadi tuan Samon yang berdiri di samping kiri belakang tuan Samon.
"me-meledak!.... tubuh-nya meledak?!.... ini belum pernah ku lihat sebelum-nya." ucap pengawal yang satu-nya lagi dengan ekspresi terkejut.
"anak ini sangat pandai menempatkan teknik-nya dan menggunakan-nya di saat yang tepat.... ia sudah menyiapkan teknik mengerikan ini dengan baik untuk menghabisi Sugiono jika ia masih ingin melawan Madika." balas tuan Samon.
Sementara itu, Ariel yang melihat kejadian itu hanya bisa menutup mulut-nya dengan kedua tangan-nya. mata-nya terbelalak melihat hal yang baru saja terjadi.
__ADS_1
Karena semua orang yang tampak terkejut. kini Madika langsung menatap si wasit pertarungan yang sedang diam dengan ekspresi yang tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihat-nya.
"hoi!" ucap Madika dengan suara yang cukup keras dan membuat si wasit yang berada di tempat yang cukup jauh dari-nya kini langsung tersadar. lalu wasit itu pun menyatakan kemenangan bagi Madika.