Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Tetua Barugo Vs Lingka (2)


__ADS_3

Kini tetua Barugo kembali melesatkan serangan ke arah Lingka.


Kali ini tetua Barugo memunculkan sebuah tombak raksasa di udara menggunakan kekuatan petir-nya.


Lingka pun tidak mau kalah, ia kini memunculkan seekor banteng petir raksasa di udara.


Lingka saat ini terlihat sedang memutar kedua tangannya dengan beberapa variasi gerakan dan setelah itu ia mengangkat satu kakinya sementara tangan kanannya tegak lurus di depan dan tangan kirinya di angkat ke udara tepat di bawah si banteng petir raksasa itu.


Setelah keduanya siap dengan jurus masing-masing, kini keduanya pun langsung langsung melesatkan jurus mereka masing-masing.


Tampak sebelum melesat tombak milik tetua Barugo terlihat berputar-putar layaknya sebuah bor yang sedang berputar-putar.


Setelah beberapa detik berputar-putar barulah tombak itu melesat ke arah Lingka.


Sementara itu, banteng petir raksasa milik Lingka saat ini tampak mengaum dengan keras dan mengeluarkan suara khas seekor banteng pada umumnya.


Namun Auman itu mengandung energi yang sangat kuat sehingga sanggup menggetarkan udara namun tidak menggetarkan hati.


Setelah mengaum dengan suara keras, kini banteng petir raksasa itu pun langsung melesat ke arah tetua Barugo.


Kini kedua serangan itu bergerak saling menghampiri dengan sangat cepat


Sementara orang-orang yang saat ini bertarung di dekat tempat yang akan menjadi pertemuan dari kedua jurus itu kini langsung panik.


"Lari!!"


"Selamatkan diri kalian!!"


Teriak salah satu murid sekte dengan wajah panik dan langsung kabur dari tempat itu dan menjauhi area tersebut.


Seketika itu pula semua orang yang berada di tempat itu langsung menjauh karena mereka yakin akan terjadi ledakan yang lebih kuat lagi dari sebelumnya.


Kini kedua jurus itu pun saling berhantaman dan benar saja, ledakan yang bahakan lebih kuat dari sebelumnya kini terjadi dan terlihat ledakan itu memunculkan gelombang energi yang lebih kuat lagi dari sebelumnya sampai-sampai tempat di bawahnya langsung di sapu bersih oleh gelombang energi yang bergerak meluas dan menghantam segala objek yang berada di jalurnya.


"Kali ini akan ku buat kau paham bahwa kau lebih lemah dariku!" Ucap tetua Barugo yang kemudian menghentakkan kedua tangannya untuk mendorong tombak petir-nya itu.


Kini tombak petir milik tetua Barugo yang saat ini masih saling beradu kekuatan dengan kepala yang sangat keras dari banteng petir itu kini langsung berputar lebih cepat lagi dari sebelumnya sampai-sampai kini terbentuklah pusaran angin yang tampak seperti sebuah tornado menyelimuti tombak yang berputar-putar itu. dan dari dalam pusaran angin itu tampak petir menyambar keluar dalam jumlah yang cukup banyak.

__ADS_1


Petir-petir itu berasal dari tombak yang sedang berputar-putar tersebut.


Alhasil kekuatan tombak itu benar-benar jadi lebih meningkat dan mendorong banteng petir itu dengan sangat kuat sampai-sampai banteng petir itu tampak terdorong mundur.


Lingka yang melihat hal itu kini langsung memutar kedua tangannya dan kemudian menghentakkan tangannya ke depan dan di saat itu juga tubuh banteng petir miliknya itu langsung memancarkan aura kebiruan dan dari dalam tubuh banteng itu menyambar petir yang sangat banyak dan sangat kuat sampai-sampai menghasil-kan suara gemuruh guntur yang sangat bising.


Bahkan kini awan-awan di atas mereka pun juga ikut berubah menjadi sangat gelap dan mendung, dan di awan-awan mendung itu muncul kilatan-kilatan petir yang cukup banyak di sertai suara guntur yang saling sahut-sahutan dengan suara gemuruh dari jurus yang di keluarkan oleh tetua Barugo dan Lingka.


Sementara itu, beberapa guru dari sekte Balumba yang baru saja berhasil menumbangkan lawan mereka kini menoleh ke arah pertarungan itu.


Mereka melihat sosok tetua Barugo dan mantan tetua klan petir Lingka sedang saling beradu jurus terkuat mereka.


"Sepertinya rumor tentang tetua Lingka sebagai tetua terkuat di klan petir itu bukanlah sebuah rumor biasa! bahkan sudah dalam bentuk yang di kendalikan seperti itu tetua Lingka masih bisa menunjukkan kekuatan terbesarnya dan menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang ksatria Saga tingkat Epic!" Ucap salah satu guru.


"Kau benar! Skala pertarungan para tetua memang benar-benar di luar kemampuan kita, karena itulah kita hanya bisa melawan musuh yang setara dengan kita saja." Timpal salah satu yang lainnya.


Sementara itu, para murid dan beberapa orang lainnya yang menyaksikan hal itu juga ikutan penasaran dengan kejadian tersebut.


Mereka tampak takjub dengan pertarungan itu dan mereka ingin tahu siapa yang akan menang kali ini.


Serangan tetua Barugo terus mendesak dengan sangat kuat.


"Menyerah-lah sialan!" Umpat tetua Barugo dan kemudian sekali lagi menghentak-kan tangannya.


Seketika itu juga tombak yang sudah di lapisi oleh tornado berpetir itu langsung menghentak kepala banteng petir milik Lingka dan hentakkan itu menghasilkan ledakan energi yang sangat kuat dan membuat banteng petir raksasa milik Lingka kini langsung meledak.


DUAAARRRR!!!


Ledakan yang dahsyat pun terjadi dan tampak gelombang energi langsung menyebar ke berbagai tempat bersamaan dengan hentakan di udara serta hembusan angin dari ledakan tersebut.


Sementara itu, di tempat yang berjauhan dari lokasi pertarungan tetua Barugo dan Lingka, tampak tetua Kabosu yang saat ini sedang berhadapan dengan budak bayangan Madika yakni mantan guru di sekte Balumba yang bernama Rukadu kini langsung menoleh ke arah pertarungan tetua Barugo dan Lingka.


"Sepertinya tetua Barugo benar-benar mengamuk sekarang!" Ucap tetua Kabosu sambil menahan serangan pedang api dari Rukadu menggunakan perisai es miliknya.


Tak lama setelah itu, kini Rukadu pun langsung muncul di samping tetua Kabosu Sambil menebaskan pedangnya ke arah Kabosu.


Namun dengan gerakkan yang refleks Kabosu langsung memunculkan lagi perisai es untuk menahan tebasan itu.

__ADS_1


Saat ini Kabosu dan Rukadu sedang terbang di udara menggunakan sebuah pedang besar di bawah kaki mereka.


Saat tetua Kabosu berhasil menahan tebasan pedang Rukadu, kini Rukadu pun kembali bergerak kesana-kemari dengan sangat acak sambil sesekali menyerang dan menghantamkan pedangnya ke arah tetua Kabosu.


Namun semua serangan Rukadu itu tampak berhasil di blokir oleh Kabosu menggunakan perisai es miliknya.


Saat ini Kabosu masih belum menggunakan pedang miliknya untuk menyerang Rukadu karena sebenarnya Rukadu itu adalah salah satu teman baiknya dan hal itu membuat ia merasa sedikit ragu dan tidak tega untuk menyakiti Rukadu meskipun Rukadu saat ini terus menyerang dirinya.


"Sialan! Bocah itu benar-benar sudah keterlaluan sampai membuatmu jadi seperti boneka hidup seperti ini!" Ucap tetua Kabosu dengan ekspresi kesal di wajahnya.


Tetua Kabosu saat ini benar-benar merasa kesal terhadap tindakan Madika yang membuat Rukadu jadi seperti ini.


Oleh karena itu sejak tadi Kabosu ingin pergi dari incaran Rukadu dan ingin langsung menyerang Madika. Namun sayangnya Rukadu terus menghalangi jalannya untuk menghadapi Madika secara langsung.


"Apa yang harus ku lakukan sekarang? Apa aku benar-benar harus membunuhmu?" Pikir Kabosu yang saat ini terlihat bimbang sambil terus menahan tebasan Rukadu menggunakan perisai es miliknya.


Sementara itu, Rukadu yang kini sadar bahwa ia tak bisa menghancurkan perisai es itu hanya dengan serangan biasa kini langsung melesat ke belakang dan mengambil jarak dari tetua Kabosu.


Setelah itu Rukadu pun melempar pedang apinya itu ke udara dan setelah itu pedang api tersebut langsung melayang begitu saja.


Kemudian Rukadu pun mulai menggerakkan kedua tangannya dengan beberapa variasi gerakan dan seketika itu juga pedang api itu berubah menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya dan kini telah menjadi sebuah pedang raksasa dengan badan pedang yang di penuhi oleh kobaran api yang menyala-nyala.


Tetua Kabosu yang melihat hal itu kini langsung terkejut.


"Ya ampun... Apa aku tak punya pilihan lain lagi saat ini?!" Pikir tetua Kabosu.


Karena terlalu lama berpikir, kini Rukadu pun sudah melesatkan pedang raksasanya itu ke arah tetua Kabosu.


Namun tetua Kabosu saat ini masih terlihat berpikir.


Hingga akhirnya kini pedang api raksasa itu pun sudah berada di depan tetua Kabosu.


Di saat-saat terakhir itu, tetua Kabosu pun dengan cepat memunculkan sebuah jurus untuk menahan pedang api raksasa itu.


Tetua Kabosu langsung mundur dengan sangat cepat dan kemudian memunculkan sebuah golem es raksasa di depannya.


Kini golem es raksasa itu pun langsung menangkap pedang raksasa itu menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


Seketika pedang itu pun berhasil di tahan dan di tangkap oleh Golem es tersebut, dan karena tingkatan yang di miliki oleh tetua Kabosu saat ini berada di level yang lebih tinggi dari Rukadu, maka kini pedang api Rukadu itu pun sama sekali tidak bisa melelehkan es milik Kabosu.


__ADS_2