
Kini es milik Esi menusuk perisai naga milik Natalia. namun es milik Esi ternyata masih belum mampu menembus pertahanan perisai naga itu.
kemudian Natalia menatap Esi sambil berseringai.
"seperti-nya dia mulai panik." batin Natalia.
Sementara itu, Esi saat ini tampak langsung mengayunkan pedang-nya. seketika pedang Esi hancur, dan kepingan-kepingan pedang Esi kini berubah menjadi tongkat-tongkat pendek dengan kedua ujung yang runcing.
lalu Esi menghancurkan pedang-nya yang satu lagi, dan menciptakan tongkat-tongkat es yang sama.
"kali ini aku harus berhasil! ini adalah teknik yang ku variasi sendiri, aku yakin pasti dengan cara ini aku bisa menyerang!" batin Esi.
Setelah itu, Esi pun kini langsung mengayun tangan-nya ke arah Natalia. seketika itu juga empat tongkat es itu melesat ke arah Natalia.
"apa ini sama seperti serangan serpihan pedang yang sebelum-nya?" batin Natalia bertanya-tanya. "tidak, rasa-nya ini sangat berbeda! dia pasti punya trik tersendiri di balik tongkat es yang runcing itu." tebak Natalia.
Saat ini empat es runcing itu melesat ke arah Natalia, Natalia yang melihat hal itu langsung menggerak-kan jari-jari di kedua tangan-nya dengan beberapa bentuk gerakan yang berbeda.
seketika itu juga muncul empat petir yang menyambar keluar dari perisai naga milik Natalia.
petir itu langsung melesat ke arah tongkat Esi.
saat petir-nya hendak menghantam tongkat itu, tiba-tiba tongkat milik Esi langsung menghindari serangan petir Natalia.
Melihat hal itu Natalia langsung terkejut. ia membuka mata-nya lebar-lebar sebagai bentuk keterkejutan-nya.
"es itu menghindar?" batin Natalia.
setelah itu Natalia langsung melempar pandangan-nya ke arah Esi dan melihat Esi yang saat ini juga sedang menggerak-kan jari-jari di kedua tangan-nya untuk mengendalikan ke empat tongkat es itu.
"ternyata memang benar!.... ini teknik yang berbeda dari sebelum-nya." batin Natalia yang kini terus mengincar tongkat es milik Esi.
Kini di udara tampak tongkat es milik Esi serta petir milik Natalia terlihat sedang saling mengejar di udara. mereka tampak hendak saling mematahkan serangan masing-masing.
Natalia kini mulai menggerak-kan seluruh tangan-nya untuk mengendalikan petir-nya, bahkan sesekali tubuh-nya juga ikut bergerak.
__ADS_1
sementara itu, Esi juga tidak mau kalah, diri-nya kini mulai menggerak-kan seluruh bagian tangan serta tubuh-nya untuk mengendalikan es-nya dengan bebas.
"seperti-nya empat tongkat es tidak cukup untuk menyerang!.... mungkin sebaik-nya ku gunakan empat tongkat es yang ada di belakang-ku ini agar bisa mengacaukan formasi jurus milik Natalia!" batin Esi.
saat ini memang masih ada empat tongkat es yang melayang di belakang Esi. ia sengaja tidak menggunakan seluruh-nya karena diri-nya belum terbiasa mengendalikan delapan objek sekaligus.
"ini akan sangat sulit, tapi tidak ada salah-nya kalau aku mencoba-nya sekarang!" ucap-nya dalam hati dengan keyakinan teguh.
Setelah membulatkan tekad-nya, kini Esi pun langsung melesatkan empat tongkat es-nya lagi dan mulai melakukan pengendalian penuh terhadap empat tongkat es itu.
Natalia yang sedang sibuk mengantisipasi serangan empat tongkat es sebelum-nya kini di kejutkan dengan serangan mendadak empat tongkat es lain-nya yang baru saja di lesatkan oleh Esi.
empat tongkat es itu kini menghantam perisai naga milik Esi.
tongkat itu berhasil di tahan oleh perisai naga, namun Esi masih belum menyerah. sambil menggerak-kan empat tongkat lain-nya, Esi kini berusaha menekan tongkat yang menghantam perisai itu dengan sekuat tenaga.
hingga akhir-nya muncul retak-kan pada perisai naga yang di serang oleh empat tongkat itu.
"sial!.... dia menggunakan empat tongkat lain-nya untuk menyerang di satu tempat yang sama, dan itu berhasil melemahkan perisai naga petir-ku!.... ini tak boleh di biarkan!" batin Natalia saat melihat serangan yang meretakan perisai naga petir-nya itu. lalu Natalia pun langsung mengangkat kedua tangan-nya di atas kepala, dan setelah itu ia langsung merentangkan kedua tangan-nya ke samping kiri dan kanan dengan hentak-kan yang cepat.
Seketika muncul enam petir yang keluar dari perisai naga petir milik Natalia. petir itu langsung melesat cepat dan hendak menghancurkan tongkat es milik Esi.
Esi yang melihat hal itu tentu makin terkejut dengan mata yang terbelalak.
"sial!.... perbedaan kami terlalu jauh!" batin Esi sambil menarik tombak es-nya dari perisai naga petir agar tak di hancurkan oleh Natalia.
Kini petir milik Natalia langsung menyambar kesana-kemari.
ia mengendalikan petir-nya dengan baik.
dengan berbagai gerak-kan kini Natalia mengendalikan petir-nya untuk menyerang Esi dengan cepat.
Esi yang melihat serangan itu mau tak mau kini menarik tiga tongkat es-nya untuk di pakai menghindari serangan petir Natalia.
sementara tiga tongkat itu sedang melesat mendekati Esi, kini Esi hanya bisa menghindari serangan petir Natalia dengan cara melompat dan memutar tubuh-nya agar tak terkena Sambaran petir.
__ADS_1
"sial.... petir-nya bergerak bebas di udara layak-nya ular naga yang sedang terbang menyerang.... itu benar-benar sangat merepotkan!" batin Esi sambil pasang ekspresi kesal.
Tak lama setelah itu kini tiga petir menyambar ke arah Esi dari tiga sudut yang berbeda.
melihat hal itu, Esi pun segera melompat setinggi mungkin ke udara.
Natalia yang melihat Esi melompat tinggi kini tersenyum tipis.
"dasar bodoh! kau tidak akan mungkin bisa menghindar jika di udara!" batin Natalia.
kini Natalia mengarahkan lima petir ke arah Esi yang masih berada di udara.
Ketika melihat lima petir itu mengincar diri-nya, kini Esi menggerak-kan jari-jari di kedua tangan-nya dengan dua gerak-kan yang berbeda. seketika salah satu tongkat es berada di samping Esi.
Esi pun memijak-kan kaki-nya pada es itu dan segera melompat ke samping untuk menghindari serangan petir.
saat berhasil mendorong tubuh ke samping, Esi pun langsung mendarat-kan kaki-nya di atas dua tongkat es yang sudah ada di sana.
kini Esi melayang di udara dengan cara memijak-kan kaki-nya di atas tongkat es yang bisa ia kendalikan dengan bebas.
Natalia yang melihat aksi Esi itu pun langsung terkejut sekaligus merasa sedikit kagum.
"luar biasa! rupa-nya kau punya teknik yang cukup unik ya." ucap Natalia sambil tersenyum.
"tentu saja.... ini adalah trik yang ku buat sendiri, dan kau-lah orang pertama yang bisa memaksaku menggunakan teknik ini." ucap Esi sambil tersenyum membalas senyuman Natalia.
"kau juga cukup kuat, kau adalah lawan yang bisa membuat-ku mengeluarkan kekuatan-ku yang sebenar-nya..... aku harap setelah latihan ini kita bisa jadi teman baik." ucap Natalia.
"uhm...." Esi bergumam sambil mengangguk. "tentu saja bisa." jawab Esi.
"kalau begitu, untuk sekarang ayo kita bertarung habis-habisan!" ucap Natalia dengan bersemangat.
"tentu saja!" balas Esi yang juga tampak bersemangat.
Kini kedua-nya pun kembali bertarung.
__ADS_1