
Saat ini pikiran Madika sedang di penuhi oleh keraguan.
diri-nya perlahan merasa kehilangan rasa percaya diri untuk bertarung melawan kura-kura raksasa itu.
"apa aku benar-benar bisa melakukan-nya?...
dari yang ku lihat sebelum-nya, besar kepala kura-kura itu bahkan lebih besar dari gunung ini, dan jika di lihat dari tekstur kulit-nya, bisa di pasti-kan kulit-nya sangat tebal dan kuat, serangan biasa tidak akan mungkin bisa melukai-nya.... bahkan jika aku mengguna-kan tongkat kaisar rotan api pun belum tentu bisa menang karena tongkat itu hanya bisa mengeluar-kan 25% kekuatan asli-nya saja." batin Madika.
"apa kau mau menyerah sampai di sini saja?" ucap tuan Risiwuku yang tiba-tiba berbicara pada Madika melalui perantara Saga.
"entah-lah, aku jadi sedikit bimbang sekarang." jawab Madika dengan ekspresi lesu.
"jika kau memang tidak yakin untuk melakukan-nya, maka kau hanya perlu mengabai-kan warisan dari Mawata, dan gunakan-lah enam bola energi itu untuk keluar dari tempat ini bersama dengan Natalia." ucap tuan Risiwuku memberi saran.
Mendengar ucapan guru-nya itu, kini Madika pun hanya bisa diam.
ia memang ingin keluar dari tempat ini bersama Natalia, namun, di sisi lain ia juga merasa tertarik untuk mendapat-kan warisan dari tuan Mawata.
"jika aku berhasil mewarisi kekuatan dari tuan Mawata, kira-kira seberapa banyak kenaikan tingkat yang akan ku dapat-kan?" tanya Madika pada tuan Risiwuku.
"hmm...." tuan Mawata bergumam sambil berpikir. "kemungkinan-nya kau akan berada di tingkat profesional setelah berhasil mendapat-kan kekuatan dari Mawata." ucap tuan Risiwuku memperkirakan.
"apa!!" ucap Madika dengan ekspresi terkejut saat mendengar ucapan guru-nya itu. "itu benar-benar sangat luar biasa, mendapat-kan warisan kekuatan benar-benar bisa meningkat-kan kekuatan dengan sangat praktis." ucap-nya dengan ekspresi yang tampak masih terkejut.
"ya begitulah sebuah kekuatan jika di wariskan.... karena itu aku menyuruh-mu untuk mencapai tingkat Epic terlebih dahulu sebelum menerima kekuatan dari-ku.... karena ketika kau mencapai tingkat Epic, kau harus melewati berbagai ujian di setiap kali kau menembus level ke sepuluh dari tingkat itu, dan itu adalah hal yang sangat merepotkan." ucap tuan Risiwuku memberi sedikit gambaran mengenai tingkat Epic.
__ADS_1
"jadi maksud guru, ketika aku berada di Epic, kemudian di warisi kekuatan dari guru maka aku akan langsung naik ke tingkat legendaris?" tanya Madika memasti-kan.
"ya benar.... jika aku memberi-kan kekuatan-ku pada-mu saat ini, maka kau akan kesulitan ke depan-nya.... meski-pun saat ini kau bisa meningkat dengan cepat, namun bisa di pastikan kau akan kesulitan ketika berada di tingkat Epic.... tingkat Epic itu bagai-kan neraka yang sangat sulit untuk di lalui, jika kau gagal dalam ujian untuk menembus setiap sepuluh level itu, maka sudah di pasti-kan kau akan mati." ucap tuan Risiwuku menjelas-kan.
Mendengar penjelasan itu, Madika pun langsung menelan ludah dengan kasar.
"aku bisa bayang-kan betapa mengerikan-nya tingkat Epic itu.... bukti-nya hingga saat ini para raja maupun kaisar semua-nya mentok di tingkat Epic.... mereka semua adalah para Epic abadi yang tidak mau mengambil resiko yang keberhasilan-nya hanya meliputi 10% saja." batin Madika sambil memaling-kan wajah-nya.
note: berhubung tingkatan Saga sudah di rubah dari tingkatan sebelum-nya, sekarang Thor juga akan ganti syarat kapan tuan Risiwuku akan memberikan kekuatan-nya pada Madika.
sebelum-nya harus mencapai tingkat master, tapi sekarang Madika harus mencapai tingkat Epic barulah bisa menerima kekuatan dari tuan Risiwuku.
"ehem.... baiklah, sekarang apa kau sudah memutus-kan untuk bertarung atau melarikan diri?" tanya tuan Risiwuku memotong pembicaraan tentang tingkatan Saga.
Mendengar keputusan Madika, kini tuan Risiwuku pun langsung menghela nafas.
"kalau begitu, untuk berjaga-jaga, aku akan mewariskan jurus pemanggilan hewan peliharaan pada-mu." ucap tuan Risiwuku.
"jurus pemanggilan hewan peliharaan?" tanya Madika memasti-kan.
"ya benar, dengan jurus itu kau bisa memanggil Bunggu untuk datang ke tempat ini dan membantu-mu bertarung." ucap tuan Risiwuku memberi penjelasan singkat.
"begitu ya...." ucap Madika sambil memegang dagu-nya seolah sedang berpikir.
setelah itu ia langsung mengangkat kepala-nya. "baik-lah, kalau begitu langsung saja berikan aku jurus tersebut." ucap Madika yang mendadak terlihat bersemangat.
__ADS_1
"Bunggu adalah salah satu dari tujuh hewan legendaris.... dia telah mencapai tingkat legendaris, aku yakin dia pasti bisa mengimbangi monster kura-kura ini." pikir Madika.
"baik-lah, kalau begitu aku akan segera memberi-kan jurus ini pada-mu." ucap tuan Risiwuku sambil mengayun-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.
setelah itu terbentuk-lah sebuah bola energi kecil yang berisikan pemahaman dan penguasaan jurus pemanggilan hewan peliharaan itu.
lalu bola energi itu pun langsung menabrak kening Madika dan masuk ke dalam kepala Madika.
kini Madika pun langsung merasa bahwa diri-nya bisa mengguna-kan jurus itu.
jurus itu muncul dengan sendiri-nya di kepala-nya dan diri-nya pun bisa langsung menguasai dan mengguna-kan jurus tersebut.
Setelah Madika telah mendapat-kan jurus tersebut, kini Madika pun kembali bertanya pada tuan Risiwuku.
"guru, kira-kira seberapa kuat kura-kura raksasa ini?.... apakah dia juga berada di tingkat legendaris sama seperti Bunggu?" tanya Madika yang tampak penasaran.
Tuan Risiwuku yang mendengar hal itu kini hanya bisa menggeleng-kan kepala-nya karena diri-nya juga tidak mengetahui tingkatan dari monster kura-kura raksasa itu.
"aku sama sekali tidak bisa menebak tingkatan monster kura-kura raksasa ini, lagi pula selama ini ia sama sekali tidak pernah memancar-kan energi Nosa yang ia miliki.... seandai-nya ia memancar-kan energi Nosa milik-nya, maka besar kemungkinan kita bisa mengetahui seberapa tinggi tingkatan monster kura-kura raksasa itu." jawab tuan Risiwuku.
"hah....." Madika menghela nafas dengan ekspresi lesu. "seperti-nya aku harus lebih waspada lagi, tidak menutup kemungkinan kalau monster kura-kura raksasa itu bahkan lebih kuat dari Bunggu." ucap Madika.
Setelah itu Madika pun langsung menghilang-kan pikiran pesimis-nya saat ini. ia kini berniat untuk segera melakukan pemanggilan hewan peliharaan, dengan kata lain, ia akan memanggil Bunggu untuk datang ke tempat ini.
"sebaik-nya aku segera memanggil Bunggu ke tempat ini." batin Madika.
__ADS_1