
Kini Madika yang sedang menahan serangan petir dari wanita yang merupakan rekan-nya sebelum-nya kini akan di serang lagi oleh Jos dari samping.
Kini sebuah tombak es raksasa milik jos sudah siap untuk di lesat-kan.
sementara itu Liga kini sudah siap dengan jurus naga angin milik-nya, sedangkan pria yang satu-nya juga sudah selesai menyiap-kan jurus laser api milik-nya.
Mereka bertiga kini sudah siap untuk melancar-kan serangan ke arah Madika.
Sementara itu, Madika yang mengetahui bahwa ia akan di serang dari samping kini langsung mengguna-kan tangan kiri-nya untuk melakukan panggilan hewan peliharaan.
"terima ini!" teriak Jos yang langsung memulai serangan-nya lebih dulu.
Setelah itu Liga dan pria yang satu-nya pun ikut melancar-kan serangan mereka.
"kami tak punya pilihan lain Madika!.... kau benar-benar sudah mengecewakan kami!" ujar Liga.
Kini serangan mereka bertiga pun melesat ke arah Madika.
lesatan serangan mereka bahkan sampai membuat angin di sekitar tempat itu berhembus secara acak dan tidak menentu.
Cahaya biru, merah, dan putih kebiruan yang berasal dari jurus-jurus mereka memenuhi area hutan layak-nya sebuah energi lepas yang berhamburan di mana-mana.
Tak butuh waktu lama, kini serangan mereka pun sudah mencapai Madika dan seketika itu juga terjadi ledakan yang sangat kuat akibat benturan dari empat jenis jurus yang kuat menghantam satu orang pengguna Saga.
Ledakan itu menghasil-kan gelombang udara yang membawa banyak sekali luapan energi sisa dari jurus-jurus yang di gunakan oleh keempat orang itu.
luapan energi sisa yang memancar-kan warna biru transparan kini langsung di hempas-kan oleh gelombang angin dan langsung menyebar ke seluruh area hutan itu serta memenuhi-nya.
Burung-burung yang tidur di sekitar pepohonan di hutan itu pun langsung terbang berhamburan di langit.
tampak burung-burung yang beterbangan itu kini membawa beberapa energi sisi di bulu mereka dan membuat tubuh mereka memancar-kan cahaya kebiruan.
Dari kejauhan burung-burung itu tampak seperti sebuah lampu yang bergerak-gerak bebas di udara.
Kini banyak orang-orang di kota itu terbangun, mereka melihat pemandangan itu, sejenak mereka merasa pemandangan itu terlihat sedikit indah karena di tengah kegelapan ada begitu banyak burung yang terbang sambil memancar-kan sebuah cahaya yang berwarna kebiru-biruan itu.
Meski-pun demikian, namun mereka tetap yakin bahwa lokasi di bawah burung-burung yang sedang terbang itu pasti sedang terjadi pertarungan antara para pengguna Saga.
__ADS_1
Hal itu pun mengundang banyak perhatian, kini beberapa ksatria Saga tingkat profesional, elite, master, serta grand master kini mulai bermunculan dan langsung bergegas mendekati tempat itu.
Di sisi lain, di hutan kota itu kini sudah di penuhi oleh asap hasil dari ledakan sebelum-nya.
asap itu menghalangi pandangan Liga dan yang lain-nya.
"uhuk-uhuk...." Jos terbatuk-batuk.
"apa dia masih hidup?" tanya Jos sambil menoleh ke arah Liga.
"seperti-nya begitu..... bukan hanya itu saja, aku kini merasa-kan ada-nya hewan peliharaan tingkat Elite saat ini." jawab Liga yang sedikit menyipit-kan mata-nya saat berkata tentang hewan peliharaan tingkat elite.
"apa?!"
Seketika ketiga rekan Liga itu pun langsung terkejut mendengar ucapan Liga.
hal itu di karena-kan Madika yang saat ini masih berada di tingkat elite, jadi seharus-nya ia tidak mungkin bisa mengendalikan hewan peliharaan tingkat elite.
hal itulah yang membuat mereka bertiga terkejut.
Tak lama setelah itu, Liga yang saat ini sedang melakukan pendeteksian kini langsung terkejut.
mata-nya terbelalak seketika saat merasa-kan sesuatu dalam pendeteksian-nya itu.
"i.... ini bagaimana mungkin?!" ucap Liga.
"ada apa?!.... apa masih ada hal mengejut-kan lain-nya?" tanya Jos yang langsung penasaran saat mendengar ucapan Liga.
"kau coba langsung gunakan teknik pendeteksian-mu saja jika ingin segera mengetahui-nya!" ucap Liga memberi saran.
Mendengar saran liga, kini Jos pun langsung mengguna-kan jurus pendeteksian-nya.
bahkan bukan hanya Jos saja yang berbuat demikian, kini dua orang lain-nya juga langsung mengguna-kan jurus pendeteksian mereka karena mereka juga penasaran dengan apa yang di deteksi oleh Liga barusan.
Saat mereka mengaktif-kan jurus pendeteksian mereka, seketika mereka pun langsung terbelalak dan terkejut.
hal itu di karena-kan hewan peliharaan tingkat Elite yang sebelum-nya hanya ada satu ekor saja kini menjadi puluhan ekor.
__ADS_1
"ba..... bagaimana bisa jadi seperti ini?" ucap Jos terbata-bata.
"ini benar-benar di luar dugaan!.... sebenar-nya seberapa kuat bocah ini sampai-sampai bisa mengendali-kan puluhan hewan peliharaan tingkat Elite?" timpal wanita yang saat ini berdiri cukup jauh dari Jos dan Liga.
"bocah sial@n ini benar-benar orang yang penuh kejutan!..... kenapa dia harus jadi lawan kita?!.... padahal jika di pihak kita, maka kekuatan tempur kelompok kita akan semakin lebih kuat lagi!" ujar pria yang saat ini berada tidak jauh dari Liga.
Meski-pun saat ini mereka belum melihat sosok Madika beserta hewan peliharaan-nya itu, namun hanya dengan merasa-kan keberadaan puluhan energi Nosa tingkat elite itu sudah membuat mereka yakin bahwa Madika telah mengendali-kan puluhan hewan peliharaan.
"seperti-nya kalian benar-benar serius ingin membunuh-ku ya...." ucap Madika yang saat ini masih belum terlihat oleh mata Liga dan yang lain-nya.
Saat mendengar suara Madika yang saat ini seolah menggema di kepala mereka, kini mereka pun jadi semakin waspada.
tatapan mereka yang sebelum-nya penuh dengan emosi kini penuh dengan sedikit rasa takut serta rasa waspada penuh terhadap Madika.
Sementara itu, Madika yang saat ini berdiri di tengah-tengah asap tebal itu kini langsung menghentak-kan kaki-nya ke tanah.
seketika terbentuk-lah gelombang angin dari kaki Madika itu.
gelombang angin itu pun langsung bergerak meluas dan menghempas-kan seluruh asap tebal yang mengelilingi diri-nya.
Kini seluruh asap tebal itu telah lenyap seketika, dan Liga bersama rekan-nya pun kini bisa melihat Madika dengan jelas.
Saat mereka melihat Madika, mereka pun benar-benar terkejut karena saat ini mereka sedang melihat segerombolan serigala petir yang tinggi-nya lebih dari dua meter kini sedang berdiri mengelilingi Madika.
Para serigala petir itu tampak sedang melindungi Madika dari berbagai arah.
bahkan beberapa dari serigala petir itu kini berjalan dan mulai menyebar.
namun mereka sama sekali tidak berniat untuk mengelilingi Liga dan yang lain-nya.
mereka hanya memperluas lokasi penjagaan mereka saja.
Puluhan serigala petir tingkat elite itu pun kini berhasil membuat gentar Liga dan tiga rekan-nya yang lain.
mereka kini terlihat ragu untuk memulai pergerakan yang mencolok.
mereka kini hanya bisa menganga dengan ekspresi tidak percaya akan apa yang mereka lihat saat ini.
__ADS_1