Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Awal Pertarungan


__ADS_3

Tak terasa, kini hari yang di tetapkan untuk kompetisi pertarungan khusus para siswa laki-laki pengguna Saga kini telah tiba.


pagi ini Madika datang ke sekolah dengan menggunakan kadambaya milik-nya.


sesampai-nya di akademi, kini Madika langsung menyimpan kadambaya milik-nya itu ke ruang penyimpanan milik-nya yang ia buat menggunakan energi saga-nya.


note: ruang penyimpanan yang di ciptakan menggunakan energi Saga adalah sebuah teknik yang di ciptakan oleh sang Elang Hitam, teknik ini mulai banyak di gunakan oleh seluruh ksatria dan para pengguna Saga ketika sang Elang Hitam memberikan izin kepada para ksatria untuk mempelajari teknik ini. alhasil kini teknik ini banyak di kenal oleh seluruh pengguna Saga.


Saat Madika masuk ke sekolah, tampak saat ini banyak siswa yang sedang menuju ke arena pertarungan.


tempat itu sangat luas, dan di khususkan untuk para pengguna Saga saat bertarung.


tampak di atas arena itu saat ini terlihat banyak siswa yang sedang duduk dengan niat untuk menonton pertarungan ini.


"seperti-nya hari ini benar-benar tidak akan di adakan pelajaran seperti biasa-nya." ucap Madika dengan suara yang hampir tak terdengar.


Sesudah itu Madika pun langsung bergabung di antara para penonton.


"kira-kira berapa lama kegiatan ini akan berlangsung?." batin Madika bertanya-tanya.


Tak lama setelah itu, kini wasit dari pertarungan kali ini datang dan masuk ke tengah-tengah arena.


Sementara itu, Madika saat ini melihat ke arah tempat duduk yang sangat mewah dan istimewa. tempat itu berisikan orang-orang penting dan terkenal di wilayah ini.


di sana juga tampak tuan Samon yakni kakek Natalia sedang duduk di sebuah kursi yang tampak mewah.


ia di dampingi oleh dua pengawal pribadi-nya yang saat ini tampak berdiri di sebelah kiri dan kanan tepat di belakang tuan Samon.


Saat ini, wasit dari kompetisi ini mulai memberi arahan dalam pertandingan.


"baiklah.... seperti apa yang kami tuliskan di papan pengumuman, maka untuk pertarungan awal tidak akan di adakan satu lawan satu, melainkan harus melalui seleksi terlebih dahulu.... dengan kata lain, pertarungan pertama adalah pertarungan bertahan hidup..... pertarungan ini di adakan di hutan milik akademi, dan di hutan ini akan di berikan pembatas area dengan jarak satu kilometer agar pertarungan bertahan hidup ini tidak berlangsung terlalu lama."


"dih.... berarti langsung bertemu dengan musuh nih."


"kalau seperti ini berarti tidak ada kesempatan untuk sembunyi."

__ADS_1


"seperti-nya kita akan di paksa bertarung untuk mempercepat waktu."


berbagai bisikan mulai terdengar di antara para siswa laki-laki yang mengikuti kompetisi tersebut.


di sisi lain, tampak para siswa lain-nya yang tidak mengikuti kompetisi itu tampak mulai bersorak dan terlihat tidak sabar untuk melihat pertarungan-nya.


"baiklah...." wasit mulai menjelaskan lagi. "untuk mengakhiri pertarungan bertahan hidup ini di butuhkan tiga puluh siswa terbaik yang bisa bertahan.... dan jika sudah tersisa tiga puluh, maka pertarungan akan berakhir.... dan untuk mengawasi pertarungan, kami akan menggunakan sebuah drone yang membawa kamera, dan kemudian pertarungan kalian itu akan di siarkan langsung di area pertarungan yang sangat luas ini."


Setelah menjelaskan hal itu, kini si wasit dengan semangat mengangkat tangan kanan-nya dan berteriak.


"tunggu apa lagi? semua yang ingin berpartisipasi langsung siapkan alat Polinjanyawa kalian dan segera menuju ke hutan akademi!!" teriak si wasit.


Seketika suara teriakan yang penuh semangat langsung pecah memenuhi tempat itu.


tampak kini sangat banyak siswa yang ingin berpartisipasi langsung mengaktifkan alat Polinjanyawa dan segera melesat ke hutan akademi.


Madika yang melihat hal itu pun tidak tinggal diam, ia dengan segera mengaktifkan alat Polinjanyawa dan langsung bergegas ke hutan akademi.


Saat semua siswa yang berpartisipasi itu tiba di bagian hutan yang sudah di beri batas, kini terdengar suara dari sebuah drone yang mengangkut speaker.


[semua-nya sudah siap!! ayo mulai pertarungan-nya sekarang!!]


berbagai teknik di gunakan untuk saling menjatuhkan.


masing-masing dari mereka melawan satu orang, namun ada juga yang bertarung dengan membabi-buta dan menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.


tampak di lokasi itu sangat kacau, es, petir, angin, api. semua elemen itu tampak beterbangan di udara seolah sedang menari-nari di udara.


pemandangan dari pertarungan itu terlihat menakjubkan dan penuh dengan warna-warni dari energi Saga serta empat elemen yang saling bertumbuk-kan.


[Luar biasa!!!]


Teriak seorang pria yang menjadi komentator.


seluruh penonton yang sedang duduk di stadion arena pertarungan tampak langsung berteriak semangat melihat pertarungan itu melalui beberapa layar lebar yang berada di stadion itu.

__ADS_1


Beberapa penonton tampak memberi semangat pada beberapa orang yang mereka kenal. teriak-kan mereka membuat seluruh stadion arena pertarungan itu jadi semakin heboh.


Di sisi lain, saat ini Natalia tampak sedang memperhatikan pergerakan Madika melalui layar lebar itu.


entah kenapa ia jadi penasaran sendiri tentang Madika. ia ingin tahu lebih jauh, kira-kira sekuat apa Madika itu.


sementara itu, kakek Natalia saat ini terus memperhatikan di seluruh layar lebar yang ada, ia terlihat sedang menganalisa seluruh siswa yang sedang bertarung itu.


Saat ini, di hutan tempat pertarungan sedang terjadi, tampak Madika sedang bertarung dengan salah satu siswa yang ada di hadapan-nya.


Madika saat ini terlihat tidak kesulitan menghadapi orang itu.


saat ini Madika tampak dengan cepat membereskan pria yang ia lawan itu. tak lama setelah itu ia langsung menghadapi tiga lawan sekaligus.


tampak-nya ketiga pria yang datang melawan-nya itu memiliki dendam tersendiri kepada Madika.


namun Madika tidak tahu mengenai hal itu.


mereka bertiga tampak bekerjasama untuk melawan Madika.


namun Madika masih merasa tidak kesulitan menghadapi tiga pria itu.


Madika dengan cepat melakukan berbagai gerakan tipuan untuk mengecoh-kan lawan-nya.


saat Madika maju ke arah mereka bertiga, Madika kini berhasil memecah formasi mereka.


lalu Madika berusaha memancing mereka satu persatu dan menghabisi mereka dengan cepat.


"sial! kami terlalu meremehkan-nya!" ucap salah satu pria yang saat ini perut-nya tertusuk pedang dan tersangkut di batang pohon oleh karena pedang Madika.


"seperti-nya memang bukan hal mustahil kalau orang ini bisa mengimbangi Natalia!" ucap salah satu-nya lagi yang saat ini tampak berada di sebuah kawah yang cukup dalam.


"tidak ku sangka ternyata kemampuan-ku hanya sampai sebatas ini saja!" ucap pria yang ketiga yang saat ini tangan dan kaki-nya patah serta leher-nya sedang di cekik oleh Madika.


"makan-nya lain kali berusahalah untuk menyadari posisi-mu sebelum memulai pertarungan." ucap Madika dengan tenang.

__ADS_1


Di sisi lain, kakek Natalia yang sebelum-nya menganalisa para petarung itu kini terlihat sedang tertarik pada Madika.


"apa anak itu....?" batin kakek Natalia sambil tersenyum tipis dan mengelus jenggot-nya.


__ADS_2