
Saat ini Niso benar-benar sudah sangat kesal pada Madika.
apa lagi saat Madika terus menatap-nya dengan tatapan tajam dan terkesan ingin menantang diri-nya untuk bertarung.
Hal itu pun membuat Niso langsung memilih untuk melawan Madika saat itu juga.
Kini Niso pun langsung menghentak-kan tubuh-nya dan di saat yang bersamaan aura Saga yang ada di dalam tubuh-nya pun langsung menyerang Madika dan Aurel.
Seketika Madika dan Aurel pun langsung terkena tekanan aura Saga milik Niso, dan tampak Aurel yang masih berada di tingkat atas itu langsung jatuh tersungkur ke tanah.
"ini sudah berakhir, bocah itu tak bisa di selamat-kan lagi!" ucap Dion sambil memaling-kan wajah-nya dari Madika dan Aurel.
Sementara itu, reaksi Elsi justru tampak berbeda dengan reaksi Dion.
Elsi saat ini terlihat sedang terkejut sambil menatap ke arah Madika dan Aurel.
hal yang membuat Elsi terkejut adalah sosok Madika yang saat ini masih berdiri tegak dan tampak santai-santai saja di bawah tekanan aura Saga milik Niso.
"hei Dion!... cepat lihat itu!" ucap Elsi yang saat ini masih terus memandangi Madika seolah pandangan mata-nya tak mau lepas dari Madika.
Mendengar ucapan Elsi, kini Dion pun langsung menoleh ke arah Madika dan Aurel.
seketika itu juga Dion pun ikut terkejut saat melihat sosok Madika yang masih berdiri tegak.
"ap.... apa yang terjadi?" ucap Dion yang merasa tidak percaya dengan apa yang di lihat-nya.
Sementara itu, selain Dion dan Elsi, Niso dan delapan pria lain-nya kini juga tampak terkejut.
mereka sama sekali tidak menyangka kalau Madika bisa bertahan dalam aura Saga milik Niso.
"ba.... bagaimana bisa?" ucap Niso yang tampak terkejut dan tidak percaya.
"hmm.... rupa-nya kau juga belajar cara memperkuat aura Saga ya." ucap Madika dengan tenang.
"sial@n!!.... jadi kau juga sama seperti-ku?!" bentak Niso lagi.
__ADS_1
"entah-lah." balas Madika singkat.
"tchi!.... hanya karena bisa bertahan dari serangan aura Saga ku jangan pikir kau sudah memang bocah!" bentak Niso lagi sambil mengangkat pedang-nya dan mengambil ancang-ancang untuk menyerang Madika.
Sementara Madika yang melihat hal itu kini hanya menatap dan menanggapi Niso dengan tenang.
"seperti-nya kau benar-benar bodoh ya..... apa perlu aku beri pelajaran agar kau paham dengan situasi-mu saat ini?" ucap Madika sambil melebar-kan senyum-nya dan kemudian mengeluar-kan aura Saga-nya yang di penuhi dengan niat membunuh yang sangat kuat.
bisa di bilang, aura Saga-nya kini menjadi aura membunuh yang sangat menakut-kan.
Kini aura Saga Madika pun langsung menyerang Niso dan delapan orang yang ikut bersama-nya.
Aura Saga Madika yang sangat mengeri-kan itu kini langsung membuat tubuh mereka terasa di tekan oleh sesuatu yang sangat berat.
bahkan karena aura Saga Madika di sertai aura membunuh, kini mereka semua langsung merinding ketakutan saat merasa-kan aura membunuh Madika.
Mereka semua kini langsung tersungkur di atas tanah, bahkan Niso yang sangat angkuh itu pun kini langsung tersungkur dan tampak seolah sedang berlutut.
Saat Niso tersungkur lutut ke tanah, kini Aurel, Dion dan Elsi langsung terlepas dari tekanan aura Saga milik Niso.
"di.... dia mematah-kan aura Saga milik Niso dengan sangat mudah!" ucap Dion yang kini mulai kagum terhadap kekuatan Madika.
"di.... dia ini.... sebenar-nya berapa banyak kekuatan yang ia memiliki?" ucap Aurel dalam hati dengan ekspresi terkejut melihat kekuatan aura Saga Madika.
"sial@n kau bocah!" bentak Niso yang kini jadi semakin kesal pada Madika.
"bagaimana bisa kau melakukan ini sial@n?!"
Sementara itu, Madika yang mendengar ucapan Niso kini langsung berjalan mendekati Niso sambil tersenyum tipis.
"sudah ku bilang bukan, kau ini benar-benar sangat bodoh!.... kau ingin tahu bagaimana aku melakukan-nya?.... jika kau mau tahu, seharus-nya itu tidak sulit karena sejak awal kita berdua adalah orang yang mempelajari cara memperkuat aura Saga, jadi harus-nya kau tahu apa yang terjadi." ucap Madika dengan ekspresi yang masih tampak tersenyum tipis.
Sementara itu Niso yang mendengar-kan ucapan Madika kini langsung mengerti apa yang Madika maksud-kan itu.
"jadi maksud-mu aura Saga-mu jauh lebih kuat dari aura Saga ku begitu hah?!" bentak Niso sambil menatap Madika.
__ADS_1
"ya itu benar sekali.... baiklah, sekarang aku akan bertanya pada-mu.... apa kau yang mengguna-kan laser petir sebelum-nya?" tanya Madika.
"memang-nya kenapa jika aku yang melakukan-nya hah?!!.... apa kau pikir aku akan memohon maaf pada-mu hanya karena kau bisa menekan-ku mengguna-kan aura Saga-mu?!!.... hahahaha jangan bermimpi boc....."
~plak!!~
Niso yang belum selesai mengoceh itu kini langsung di tampar oleh Madika hingga wajah-nya langsung tertepis ke samping.
"begitu ya.... kalau begitu kau harus merasa-kan sakit yang ku rasa-kan sebelum-nya." ucap madika dengan ekspresi datar.
Mendengar ucapan Madika, kini Niso pun langsung membelalak-kan mata-nya.
Tak butuh waktu lama, kini perut Niso langsung di tendang oleh Madika.
tendangan Madika itu sangat kuat dan membuat Niso terhempas dan menabrak para pengikut-nya yang ada di belakang-nya.
Hal itu pun membuat beberapa dari mereka langsung terguling di atas tanah akibat tabrakan yang terjadi dengan Niso.
"Niso.... kau baik-baik saja?" tanya salah satu pengikut Niso.
"bagaimana bisa kau bertanya seperti itu saat melihat kondisi-ku saat ini hah?!" bentak Niso dengan ekspresi kesal.
Lalu Madika pun kembali mendekati Niso, dan dengan segera ia mencekik leher Niso lalu melancar-kan tinju ke wajah Niso.
tidak hanya sekali, Madika tampak terus melancar-kan tinju ke wajah Niso hingga wajah Niso babak belur dan berlumuran darah. bahkan kepalan tangan Madika saat ini pun tampak berlumuran darah.
Para pengikut Niso kini hanya bisa melihat bos mereka di hajar habis-habisan, sementara si Niso sendiri tampak terus berteriak kesakitan setiap kali tinju Madika mendarat di wajah-nya.
"uwahhh..... benar-benar pria yang menyeram-kan." ucap Aurel dengan ekspresi yang tampak sedikit takut.
"bocah ini.... apa dia benar-benar sudah tidak tertolong lagi?" ucap Dion saat melihat Madika yang terus-menerus melancar-kan tinju ke wajah Niso.
"kalau seperti ini sudah jelas dia tidak akan tertolong lagi.... aku yakin dia pasti akan di jadikan buronan oleh klan petir!" timpal Elsi.
"ya tapi tak masalah, setidak-nya berkat bocah itu kini kita berdua tetap bisa saling bersama." ucap Dion yang kini langsung menarik tubuh Elsi dan memeluk serta mencium bibir Elsi dengan lembut, dan Elsi pun merespon hal itu sehingga kini bibir dan lidah mereka pun saling beradu.
__ADS_1
Sementara itu, Aurel yang melihat Dion dan Elsi yang sedang berciuman itu pun kini hanya bisa menatap mereka dengan ekspresi dan tatapan malas.
"benar kata Madika.... mereka ini benar-benar duo bucin yang meresah-kan." ucap Aurel sambil memutar bola mata-nya dengan malas.