Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Menguji Kekuatan Pusaka Baru


__ADS_3

Saat ini gorila itu langsung menembak-kan bola api secara bertubi-tubi ke arah Bunggu.


namun dengan santai-nya Bunggu menghindari serangan bola api itu.


Karena jumlah bola api-nya sangat banyak, Bunggu pun langsung mengayun-kan tangan kanan-nya ke samping dan seketika gelombang api yang sangat besar langsung menepis semua bola api milik gorila itu sehingga semua-nya malah berbelok arah dan menghantam dinding-dinding ruangan tersebut.


"ehh..... belum di suruh tapi dia-nya langsung pakai elemen api milik-nya.... apa dia berpikir bahwa Bunggu sangat kuat dan tak bisa di kalah-kan dengan kekuatan yang setengah-setengah?" pikir Madika.


Sementara itu, kini si gorila itu langsung melempar-kan lagi pedang-nya ke arah Bunggu.


"hmm.... apa dia berpikir cara yang sama bisa mengalahkan-ku?" pikir Bunggu saat melihat serangan itu.


Kini pedang yang di lempar-kan oleh gorila itu sudah berada dekat dengan Bunggu.


kira-kira jarak-nya sekitar 3 meter dari tempat Bunggu berdiri.


namun Bunggu tidak langsung menghindar karena ia akan menghindar saat pedang itu berada di jarak satu meter atau lebih sama seperti sebelum-sebelumnya.


Namun tak di duga-duga kini si gorila itu langsung berteleportasi saat pedang-nya masih berada di jarak kurang lebih dua meter dari tempat Bunggu berdiri, lalu dari jarak sedekat itu kini gorila itu pun langsung menembak-kan semua bola api milik-nya secara bertubi-tubi ke arah Bunggu.


Bunggu sempat terkejut melihat hal itu, namun dengan cepat Bunggu langsung mengantisipasi hal tersebut.


Bunggu kini langsung memuncul-kan sebuah perisai api untuk melindungi diri-nya dari serangan bola api tersebut.

__ADS_1


Tidak cukup sampai di situ saja, si gorila yang saat ini sudah berada di depan Bunggu kini langsung memutar tubuh-nya sambil menebas-kan pedang-nya dengan sangat kuat ke arah Bunggu sehingga pedang itu kini langsung menghantam perisai api milik Bunggu.


Hantaman pedang si gorila itu sangat kuat sehingga hantaman pedang-nya menghasil-kan ledakan energi yang sangat kuat dan menghentak di udara.


Madika yang melihat hal itu kini hanya bisa merasa kagum akan apa yang ia dapat-kan saat ini.


"ini benar-benar kekuatan penghancur yang luar biasa!" ucap Madika dengan ekspresi senang.


Meskipun saat ini tebasan pedang gorila itu tak bisa menghancur-kan perisai milik Bunggu, namun Madika sudah bisa menilai seberapa kuat pusaka monster gorila yang ia miliki itu.


Setelah itu kini Madika pun menghenti-kan pertarungan Bunggu dan gorila itu.


kini Madika langsung memati-kan fungsi dari kristal itu sehingga gorila itu pun langsung menghilang begitu saja.


Setelah itu Bunggu yang berada jauh dari Madika kini langsung melesat dengan sangat cepat dan kurang dari tiga detik ia pun sudah berada di depan Madika.


"hmm... aku juga berpikir begitu." ucap Madika sambil mengkerut-kan dagu-nya mengguna-kan tangan kanan-nya.


"baiklah, sudahi dulu tentang gorila itu, sekarang waktu-nya memakai pusaka yang ke dua.... kata-nya pusaka itu bisa memuncul-kan ratusan pasukan kera yang sangat kuat.... aku jadi penasaran ingin melihat hal itu." ucap Madika sambil mengeluar-kan sebuah mahkota yang ia maksud-kan itu.


"pasukan kera?" ucap Bunggu memasti-kan.


"ya.... memang-nya kenapa?" tanya Madika lagi.

__ADS_1


"hmm... jangan-jangan itu adalah pusaka raja kera bayangan?!" ucap Bunggu yang tampak antusias.


Sementara itu, Madika yang saat ini sedang memasang mahkota itu ke kepala-nya kini hanya bisa memandangi Bunggu dengan ekspresi penuh tanya karena ia masih belum tahu sepenuh-nya tentang mahkota itu.


meskipun demikian, bukan berarti Madika tak tahu tentang raja kera bayangan yang dulu pernah menjadi rumor yang cukup terkenal di era-nya saat itu.


"raja kera bayangan?..... haha.... tidak mungkin.... bagaimana bisa raja kera yang sangat sulit untuk di tangkap itu kini bisa menjadi sebuah pusaka.... jika sudah jadi pusaka bukan-kah itu arti-nya ada yang berhasil membunuh-nya?" ucap Madika yang menyangkal ucapan Bunggu sebelum-nya.


"aku tidak bergurau tuan.... dahulu saat anda telah meninggal, aku sempat mendengar rumor bahwa raja kera bayangan itu berhasil di kalah-kan oleh seorang kaisar yang sangat kuat, dan kaisar itu pun mendapat-kan sebuah pusaka dari raja kera bayangan itu.... namun setahun setelah itu kekaisaran itu di serang oleh para Niverom dan istana kekaisaran pun hancur akibat perang. sementara sang kaisar itu sudah mati karena berusaha menghadapi semua musuh sendirian.... sejak saat itu, semua senjata pusaka milik kaisar itu termasuk pusaka raja kera itu langsung lenyap begitu saja, tak ada yang tahu di mana senjata pusaka itu di sembunyi-kan, tapi yang pasti-nya ada kemungkinan bahwa pusaka-pusaka itu masih ada hingga saat ini." ucap Bunggu yang tampak serius memberi penjelasan pada tuan-nya itu.


"heh?.... kaisar?.... apa cerita-mu itu memang hanya kebetulan atau memang saling berkaitan dengan tempat yang kita kunjungi saat ini." ucap Madika dengan ekspresi menerka-nerka.


"apa maksud anda?" tanya Bunggu.


"tempat ini dulu-nya adalah sebuah istana kekaisaran, dan istana kekaisaran ini hancur akibat serangan para Niverom dalam perang dunia ratusan tahun yang lalu.... selain itu, mahkota ini ku dapat-kan dari sini, dari ruangan ini, dan yang menyimpan mahkota ini adalah murid-ku satu-satunya yang menurut-ku sangat berbakat." ucap Madika.


Bunggu yang mendengar hal itu kini langsung membelalak-kan mata-nya dengan ekspresi seolah sedang menyadari sesuatu.


"ahh.... benar juga, bukan-kah waktu itu murid anda telah menjadi seorang kaisar?.... jika memang begitu maka arti-nya tempat ini adalah istana milik murid anda di masa lalu." ucap Bunggu menebak.


"hmm.... seperti-nya memang begitu, lagi pula ia sudah berusaha payah menyimpan syarat untuk-ku bersama dengan pusaka mahkota raja kera ini." balas Madika.


"begitu ya." ucap Bunggu sambil memegang dagu-nya dan mengangguk-kan kepala-nya sekali. "kalau begitu bagaimana kalau anda segera mencoba kekuatan dari mahkota itu, barangkali ada yang mirip dengan jurus milik kera bayangan itu?" ucap Bunggu sambil menatap Madika.

__ADS_1


"uhmm" Madika bergumam sambil mengangguk sekali.


Setelah itu kini Madika pun mencoba untuk memulai mengaktif-kan mahkota itu serta mencoba mengeluar-kan semua jurus yang bisa ia gunakan dari mahkota itu.


__ADS_2