
Saat ini Madika dan Freon terus beradu pedang.
Madika melancarkan dua tebasan dengan efek pedang berwarna biru pudar. sementara Freon langsung memblokir serangan pedang Madika dengan pedang-nya yang memancarkan efek warna merah.
Sekali lagi gelombang angin langsung terbentuk di sekitaran pedang mereka dan langsung menyebar luas menghantam para penonton yang sedang menyaksikan pertarungan mereka.
Situasi pertarungan semakin menegangkan. para penonton yang melihat pertarungan itu juga merasakan ketegangan dari pertarungan itu.
Di sisi lain, Natalia saat ini tampak serius memperhatikan Madika. hal itu di karenakan hanya Madika saja yang di anggap oleh Natalia sebagai ancaman bagi-nya dalam pertarungan ini.
meskipun Natalia menganggap Madika sebagai ancaman, namun ia tetap tidak mau jujur di hadapan kakek-nya. ia tidak mau mengakui kemampuan Madika di depan kakek-nya karena diri-nya tidak mau kakek-nya membanding-bandingkan diri-nya dengan Madika.
"jika kakek tahu bahwa di antara para peserta pertarungan ini hanya Madika yang paling ku waspadai, maka bisa saja kakek akan membanding-bandingkan aku dengan Madika, sama seperti yang ayah dan ibu lakukan saat tahu bahwa aku di kalahkan oleh Madika!" batin Natalia mengingat tindakan kedua orangtua-nya.
Saat ini, di arena pertarungan tampak semakin memanas. hal itu di akibatkan oleh kemampuan berpedang Madika yang ternyata jauh lebih unggul dari kemampuan berpedang Freon.
Madika yang saat ini menggunakan dua pedang di tangan-nya tampak sangat lincah mengayunkan dua pedang itu dengan gerak-kan yang ekstrim.
ia bahkan tampak terus melancarkan serangan dan berusaha menyudutkan Freon.
Freon kini hanya bisa berusaha menahan serangan dari Madika. ia bahkan tak sempat mengayunkan pedang-nya untuk membalas serangan Madika.
sementara Madika saat ini tampak terus menyerang dengan lincah-nya. Madika dengan cepat melakukan gerakan memutar di udara sambil menebas-kan pedang-nya ke arah Freon.
saat mendarat di lantai, Madika dengan segera melancarkan tebasan berikut-nya dengan cepat dan melakukan banyak serangan secara teratur dan beruntun.
Kini Freon makin kesulitan menangani serangan Madika.
"sial.... teknik berpedang-nya lebih unggul dari-ku!" batin Freon yang saat ini pasang tampang sangar karena kesal. "seperti-nya dia benar-benar sudah banyak menguasai teknik berpedang di banding diri-ku.... sebaik-nya aku mulai menjaga jarak!"
__ADS_1
Setelah itu kini Freon pun langsung menghentak-kan pedang-nya dan hentak-kan pedang-nya itu menghasilkan gelombang angin bertekanan tinggi yang membuat Madika sedikit terdorong ke belakang.
"HUAAAA!!!" Teriak Freon saat menghentak-kan pedang-nya.
Kini Madika tampak sedikit terdorong oleh gelombang angin dari Freon. namun Madika tetap tidak menghentikan aksi-nya.
Sementara itu, Freon yang melihat pergerakan Madika yang sempat terhenti beberapa detik karena terdorong oleh gelombang angin dari-nya kini langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk melompat jauh ke belakang untuk menjaga jarak dari Madika.
Namun Madika tampak sama sekali tidak membiarkan Freon untuk menjaga jarak karena ia tahu bahwa Freon saat ini sudah terdesak.
"jika ku biarkan dia mengambil jarak dari-ku, aku yakin dia pasti akan langsung menggunakan jurus yang kuat untuk menyerang-ku... sebaik-nya aku segera menghabisi-nya selagi aku unggul saat ini!" batin Madika yang saat ini langsung melesat cepat ke arah Freon.
Ketika Freon baru saja mendaratkan kaki-nya ke lantai, kini ia melihat Madika yang dengan cepat melesat ke arah-nya.
hal itu pun membuat Freon tidak sempat menyiapkan jurus yang kuat untuk melawan Madika.
alhasil diri-nya pun kini langsung menyiapkan pedang-nya untuk menyambut serangan Madika.
Mau tak mau Freon pun harus menangkis dua lengkungan angin itu menggunakan pedang-nya karena diri-nya tidak sempat mengambil tindakan untuk menghindar.
bahkan saat diri-nya baru saja berhasil menangkis dua lengkungan angin itu, kini Madika sudah berada di depan Freon.
Madika saat ini terlihat sedang berada di udara karena saat berada di dekat Freon ia sempat melompat ke atas dan hendak menyerang Freon dari atas.
Melihat Madika yang saat ini berada di atas-nya, Freon pun dengan segera mengayunkan pedang besar-nya itu ke arah Madika.
sementara itu, Madika yang saat ini berada di udara langsung melancarkan tebasan sambil memutar tubuh-nya di udara.
Pedang mereka pun saling berhantaman dan menghasilkan ledakan angin.
__ADS_1
sekali lagi Freon menghentak-kan pedang-nya agar Madika terdorong oleh tekanan angin dari-nya.
namun kali ini Madika tidak mau kalah, diri-nya pun ikut menghentak-kan pedang-nya, bahkan ia langsung mengayunkan satu pedang-nya lagi untuk menopang pedang-nya yang saat ini sedang menekan pedang Freon.
Alhasil Madika tidak terdorong lagi oleh tekanan angin Freon karena Madika juga membalas-nya dengan tekanan angin yang sama.
"tidak akan ku biarkan kau menggunakan jurus-jurus mu kali ini!" batin Madika.
"HUUUAAAA!!!" Teriak Madika dengan penuh semangat dan berusaha menekan kekuatan-nya agar bisa menyaingi dan menghempaskan Freon yang sedang menahan pedang-nya.
~DUAAAAARRRRR~
Alhasil kini terjadi ledakan yang sangat kuat ketika Madika menekan kekuatan angin-nya untuk menyerang Freon.
kini Freon benar-benar terhempas oleh serangan yang di lancarkan Madika.
Freon kini terlempar cukup jauh sampai-sampai diri-nya terguling-guling beberapa kali sebelum akhir-nya berhenti.
Tidak lama setelah Freon berhenti, Freon pun tiba-tiba merasakan aura membunuh yang sangat kuat, ia bahkan tiba-tiba mempunyai insting bahwa seseorang sedang mengincar leher-nya.
saking kuat-nya insting-nya itu, sampai-sampai di dalam otak-nya sudah terbayangkan tentang gambaran Madika yang tampak memengg4l kepala-nya.
gambaran yang muncul di otak Freon itu pun membuat Freon dengan cepat langsung berguling menjauh dari posisi-nya saat ini.
Baru saja Freon berguling menjauh dari posisi-nya, tiba-tiba pedang Madika menghantam lantai tepat di mana Freon berada sebelum-nya. bahkan jika di perhatikan dengan teliti, posisi pedang Madika berada benar-benar tepat pada posisi leher Freon sebelum-nya.
"kini Freon pun berhenti berguling dan langsung berdiri serta melihat Madika yang kini sudah berada di tempat ia terbaring sebelum-nya.
bahkan lantai yang terkena tebasan Madika tampak retak hingga panjang retakan-nya mencapai 10 meter.
__ADS_1
"lagi-lagi dia berhasil menghindari-nya!" batin Madika saat serangan-nya berhasil di hindari.
"ampun dah!.... hampir saja aku tereliminasi di sini!" batin Freon yang seketika merasa bersyukur masih sempat menghindari kekalahan.