Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Rencana Yang Malah Jadi Bumerang


__ADS_3

Saat ini Natalia dan kawan-kawan tampak sedang melesat dari satu pohon ke pohon lain-nya dengan sangat cepat.


sementara itu, dari belakang mereka tampak seekor ular raksasa yang besar badan-nya kira-kira dua kali lipat lebih besar dari batang kelapa serta memiliki tiga kepala dengan dua tanduk yang tajam di masing-masing kepala tersebut tampak sedang mengejar mereka dari belakang.


Saat ini Natalia dan kawan-kawan sedang bergerak ke arah di mana siswa dari akademi Narodo dan Niverom yang sedang bertarung.


Setelah beberapa saat mereka melesat, kini kelompok Natalia tiba di sebuah tempat di mana Niverom dan para siswa akademi Narodo yang sedang bertarung.


Dari kejauhan Natalia sempat melihat seorang Niverom yang sedang mencoba melancar-kan serangan petir ke arah siswa akademi Narodo.


Natalia yang melihat hal itu kini berniat memanfaat-kan kesempatan itu untuk membuat si Niverom terlihat seolah menyerang si ular.


"ini waktu yang tepat!" ucap Natalia sambil menoleh ke arah teman-temannya. "ayo percepat lesatan kalian!" ucap Natalia yang kemudian langsung mempercepat lesatan-nya.


setelah itu seluruh anggota kelompok lain-nya langsung mengikuti kecepatan Natalia.


Tak lama setelah itu, kini Natalia dan anggota kelompok lain-nya langsung muncul dari samping dan mendarat tepat di depan si Niverom yang hendak menyerang.


namun mereka hanya mendarat dalam waktu yang sekejap karena dengan cepat mereka kembali melompat dan menjauh dari tempat itu.


Sementara itu, si Niverom yang melihat hal itu langsung dengan refleks melancar-kan serangan-nya ke arah Natalia dan kawan-kawan.


namun karena Natalia dan kawan-kawan langsung bergerak, kini serangan itu pun tak mengenai mereka melain-kan malah terkena si ular berkepala tiga tepat mengenai kepala si ular.


Hal itu pun membuat kepala si ular tertepis ke samping.


ular itu pun langsung berhenti mengejar Natalia dan yang lain-nya.


lalu ular itu pun menoleh ke arah Niverom yang menyerang-nya barusan.


"berhasil!!" ucap Natalia dengan semangat sambil mendarat di sebuah dahan pohon dan di ikuti oleh anggota kelompok lain-nya yang juga mendarat di dekat Natalia.


"seperti-nya rencana kita berhasil!.... untuk sekarang sebaik-nya kita segera kabur dari sini!" timpal Nina.


"kau benar.... mumpung ular itu sedang menyerang mereka, sebaik-nya kita gunakan kesempatan ini untuk kabur " balas Natalia saat melihat si ular yang kini sedang bertarung dengan beberapa Niverom yang ada.

__ADS_1


"hei kalian semua!!" teriak Lili sambil mengarah-kan pandangan-nya pada para siswa dari akademi Narodo. "cepat menjauh dari sini jika kalian ingin selamat!" teriak Lili memberi saran.


Baru saja berkata seperti itu, tiba-tiba mereka semua mendengar suara seseorang yang terdengar menggema di telinga.


"SETELAH MEMBAWA MASALAH KALIAN MAU KABUR BEGITU SAJA HAH?!!..... HAHAHAHA TIDAK SEMUDAH ITU!!"


Setelah suara itu berakhir, tiba-tiba muncul sebuah penghalang berbentuk segitiga yang sangat besar.


penghalang itu mirip dengan penghalang yang ada di tempat Bu Meri sebelum-nya.


kini penghalang itu mengurung Natalia dan yang lain-nya di dalam sana.


"sial!.... seperti-nya mereka mengurung kita di sini!" ucap Natalia.


"ayo serang dinding penghalang itu!.... siapa tahu dinding-nya bisa di hancur-kan!" ucap Lili.


"ayo kita coba!" balas Nina.


Lalu kini mereka semua langsung bergerak mendekati dinding tersebut.


kemudian dengan segera mereka menyerang dinding itu dengan jurus mereka masing-masing.


"dinding-nya terlalu kuat!" ucap Nina dengan ekspresi kesal.


"serangan kita sama sekali tak berasa!" timpal Lili setelah serangan-nya tak memberi-kan efek apa-apa pada dinding penghalang.


"tidak ada bekas sedikit-pun dari serangan kita!.... bahkan tergores sedikit-pun tidak!" sambung Natalia yang kini terlihat bingung harus bagaimana selanjut-nya.


Kini mereka semua menyadari bahwa dinding itu sulit untuk mereka hancur-kan.


setelah itu mereka pun langsung memutar balik tubuh mereka dan melihat ke belakang.


Baru saja melihat ke belakang tiba-tiba ular berkepala tiga itu kini tampak melesat cepat ke arah mereka.


hal itu pun langsung membuat mereka semua terkejut dan dengan cepat langsung menghindar sambil berpencar.

__ADS_1


"apa yang terjadi?!" ucap Natalia yang tampak kesal. "bukan-kah tadi ular ini sedang bertarung dengan para Niverom itu?"


"Natalia!.... para Niverom itu bisa keluar dari penghalang ini!.... lihat di sana!" ucap Nina sambil menunjuk dua Niverom yang baru saja keluar dari penghalang itu dengan bantuan teman mereka yang ada di luar penghalang.


"hahahaha.... jangan pikir kalian bisa seenak-nya di sini!.... jika kalian ingin menjebak kami, maka kami juga bisa menjebak kalian!.... lagi pula sejak awal tujuan kami memang untuk menghancur-kan kalian semua..... hahahaha." ucap salah satu Niverom yang berada di luar penghalang itu dengan tatapan licik dan kemudian tertawa mengejek.


Natalia yang melihat hal itu kini makin kesal.


"sial.... tidak ku sangka akan jadi seperti ini!" batin Natalia.


"Natalia!!..... menghindar!!" teriak Lili yang berada cukup jauh dari Natalia.


Mendengar teriakan Lili, kini Natalia pun langsung menoleh ke depan, dan ia pun melihat bahwa saat ini ular itu sedang mengarah pada-nya.


Natalia dengan segera melompat dan menghindar dari ular itu.


"hampir saja!" ucap Natalia yang hampir tak sempat menghindari ular tersebut.


Setelah Natalia berhasil menghindari serangan ular tersebut, kini ular itu langsung menoleh ke arah Natalia sambil menyembur-kan cairan merah panas dari mulut-nya.


ketiga kepala ular itu tampak menyembur-kan cairan merah panas yang sama.


Natalia yang melihat hal itu kini langsung melompat dan menghindari cairan itu sebisa mungkin.


Saat cairan panas itu menyentuh rumput, rumput di sekitar-nya langsung layu dan terbakar.


bahkan ada pula cairan yang terkena batang pohon. pohon yang terkena cairan itu pun tampak perlahan layu, dan batang yang terkena cairan itu perlahan terbakar.


bahkan ada pula cairan panas itu mengenai batu dan membuat batu pun perlahan meleleh akibat panas yang di hasil-kan oleh cairan itu.


"rupa-nya hewan ini berelemen api!" batin Natalia.


Saat ini Natalia dan yang lain-nya sudah tidak punya pilihan lain lagi.


mau kabur tapi tak ada jalan untuk lari.

__ADS_1


Selain itu di luar penghalang ini tampak para Niverom yang sedang duduk santai di sebuah pohon sambil menonton pertarungan mereka dengan ular berkepala tiga itu.


"ini tontonan yang menarik.... akan sangat bagus jika ular itu menyiksa mereka sebelum membunuh-nya!" ucap salah satu Niverom dengan senyum licik di wajah-nya.


__ADS_2