Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mendatangi Kelompok Bu Meri


__ADS_3

Setelah Madika membuat Niverom yang di hadapi-nya itu tidak berdaya dan jatuh begitu saja ke tanah, kini Madika pun langsung berdiri dari duduk-nya.


setelah itu ia pun langsung mengeluar-kan sayap angin milik-nya, dan setelah itu dengan segera ia turun ke bawah serta mendekati si Niverom itu.


Setelah Madika mendarat di dekat Niverom itu, kini Madika melihat bahwa Niverom itu sudah sangat sekarat. namun ia tampak masih bernafas dan bisa terlihat mata-nya masih sedikit terbuka meski-pun kesadaran-nya bisa di pastikan sudah mulai memudar.


"sebaik-nya aku segera melepas-kan mu dari sakit yang kau alami saat ini." ucap Madika sambil memegang dahi Niverom itu.


setelah itu melalui telapak tangan-nya, kini Madika mencipta-kan sebuah peluru angin di dalam kepala Niverom itu.


setelah itu Madika langsung berdiri dan berjalan membelakangi Niverom itu.


seketika sebuah ledakan terjadi di belakang Madika.


ledakan itu berasal dari peluru angin yang tertanam di kepala si Niverom itu.


ledakan itu pun membuat seluruh isi kepala Niverom itu terhempas bersamaan dengan gelombang angin yang di hasil-kan oleh ledakan itu.


bahkan saat ledakan itu terjadi, Madika sempat membuat perisai angin transparan di belakang-nya agar darah dari kepala yang meledak itu tidak terciprat ke baju-nya.


"sekarang saat-nya menuju ke tempat tujuan!" ucap Madika dengan ekspresi serius serta dengan tatapan tajam yang tampak menyeram-kan.


******


Saat ini, di kelompok Bu Meri serta para siswa dan guru dari akademi Parompe tampak para Niverom sedang mendominasi.


Bu Meri terlihat imbang melawan satu Niverom tingkat Alima, sedangkan dua guru dari akademi Parompe tampak imbang saat berhadapan dengan Niverom tingkat Aono.


kedua guru dari akademi Parompe saat ini berada di tingkat profesional, sama dengan Bu Meri yang juga berada di tingkat profesional.


selain tingkatan kedua guru dari akademi Parompe yang berada di bawah Niverom tingkat Aono, tampak kedua guru dari akademi Parompe itu tidak memiliki jurus yang benar-benar cocok untuk melawan Niverom itu.


jurus-jurus yang mereka gunakan tampak biasa-biasa saja dan tidak ada istimewa-nya sama sekali.

__ADS_1


mereka terlihat seperti tidak memiliki jurus khusus.


namun, sebenar-nya mereka tetap punya jurus khusus namun jurus mereka itu tetap tak bisa membuat mereka bisa menang telak melawan Niverom tingkat Aono.


Sementara itu, Bu Meri yang berhadapan dengan satu Niverom tingkat Alima pun tampak sedikit kesulitan untuk mengalah-kan Niverom itu.


namun bukan berarti Niverom itu bisa mudah mengalah-kan Bu Meri, justru Niverom itu juga tampak kesulitan untuk mencari cara agar bisa mengalah-kan Bu Meri.


Selain para guru, siswa dari akademi Parompe pun saat ini tampak bertarung dengan Niverom lain-nya, namun karena Niverom itu berada di tingkat yang lebih tinggi, kini mereka pun makin kesulitan untuk melawan.


semua serangan yang di lancar-kan oleh para siswa itu tampak tidak memberi-kan efek yang berarti bagi para Niverom yang menyerang.


parah-nya lagi, sampai saat ini siswa akademi Parompe itu tampak tetap memusuhi siswa akademi Walawatu.


mereka terlihat sama sekali tak mau membantu siswa Walawatu yang hanya tinggal tiga orang itu saat salah satu siswa Walawatu itu hampir terkena serangan dari salah satu Niverom yang menyerang.


"dasar orang lemah!.... kalau tak bisa bertarung lebih baik mati saja dari pada malah jadi beban!" ucap salah satu siswa dari akademi Parompe.


"apa kata-mu sial@n?!" balas salah satu siswa Bu Meri yang berhasil menyelamat-kan teman-nya dari serangan Niverom.


Mendengar ucapan siswa akademi Parompe itu, kini siswa Bu Meri pun langsung emosi.


mereka bertiga pun memilih untuk mundur dari posisi bertarung mereka.


mereka bertiga dengan segera menjauhi kelompok siswa akademi Parompe dan membiar-kan mereka bertarung dengan para Niverom itu.


Di sisi lain, Niverom yang melihat tindakan dari siswa akademi Parompe itu kini langsung tersenyum licik.


"itu memang benar!.... yang lemah lebih baik mati saja, dan biar yang lebih kuat yang bertahan!" ucap-nya sambil tersenyum dengan ekspresi yang tampak mengerikan.


Setelah berkata seperti itu, si Niverom itu pun langsung melesat ke arah para siswa akademi Parompe dan kemudian di ikuti oleh para Niverom lain-nya.


"kalau begitu mari kita lihat apa kalian adalah yang terkuat itu?!" ucap si Niverom sambil mengayun-kan tombak api milik-nya.

__ADS_1


Seketika tombak yang di ayun-kan oleh Niverom itu langsung mencipta-kan sebuah tebasan api yang sangat panjang dan langsung melesat ke arah para siswa akademi Parompe itu.


Siswa akademi Parompe yang melihat hal itu kini langsung bersiaga dan menunjuk-kan sikap yang tampak siap bertarung itu.


Kini para Niverom itu langsung mengobrak-abrik kelompok siswa akademi Parompe itu dan menyerang mereka semua hingga mengalami luka-luka yang cukup parah.


Sementara itu, para siswa Bu Meri kini hanya melihat pertarungan para Niverom dengan siswa akademi Parompe.


mereka semua terlihat tak tega melihat tindakan mengerikan yang di lakukan oleh para Niverom.


hal itu karena Niverom terus menyerang membabi-buta dan membuat para siswa akademi Parompe itu tersiksa oleh luka-luka akibat serangan mereka.


"biar-kan saja!.... lagi pula tadi mereka juga memperlaku-kan kita dengan buruk.... selain itu para Niverom itu hanya menunggu waktu saja untuk mulai membantai kita juga.... jadi tak perlu kasihan pada mereka!" ucap salah satu siswa Bu Meri.


"sialan!.... para Niverom itu membantai semua siswa kita!" ucap salah satu guru dari akademi Parompe.


"Akademi Walawatu sial@n!!.... kenapa kalian tak membantu?!..... dasar tidak berguna!" teriak salah satu guru akademi Parompe dengan suara yang sangat keras saat melihat situasi siswa-nya dari kejauhan.


Setelah guru akademi Parompe itu berteriak seperti itu, tiba-tiba sebuah suara yang terdengar berat dan menggema langsung berkumandang di wilayah yang terhalang oleh penghalang segitiga milik para Niverom itu.


"AKADEMI WALAWATU SIALAN?...... MEMBANTU?..... HAHAHAHA YANG BENAR SAJA?..... BUKAN-KAH SISWA-MU SENDIRI-LAH YANG SEJAK AWAL BERTINGKAH DENGAN ANGKUH DAN MERENDAH-KAN SISWA DARI AKADEMI LAIN?"


Suara itu terdengar menggema di telinga semua orang yang ada di wilayah penghalang itu.


tidak terkecuali para Niverom.


semua-nya mendengar suara itu, dan langsung menoleh ke segala arah untuk mencari keberadaan suara itu.


hingga akhir-nya mereka semua langsung menengadah ke langit dan mendapati sosok Madika yang sedang duduk di sebuah singgasana yang di jaga oleh dua ekor harimau api di kiri dan kanan.


Seketika seluruh siswa Bu Meri yang melihat pemandangan itu langsung menganga dan terkejut dengan ekspresi yang tampak seperti tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


mereka semua tampak terpesona saat melihat singgasana yang sangat mewah itu.

__ADS_1


bahkan Bu Meri yang melihat hal itu pun juga tampak terpesona.


"akhir-nya kau datang juga." batin Bu Meri yang tiba-tiba langsung bernafas lega.


__ADS_2