
Saat ini Madika dan yang lainnya sedang melesat cepat.
Tampak Madika sedang menggendong Natalia dan membawanya terbang menggunakan sayap angin miliknya sementara yang lain kini menunggangi Bunggu yang saat ini dalam wujud naga kuno legendaris.
"Kali ini kita akan langsung ke istana dan menemui kedua orangtua-mu." Ucap Anton dengan ekspresi serius sambil menoleh ke wajah Natalia yang saat ini sedang merapat di dadanya.
"Uhm... Ku harap mereka baik-baik saja." Ucap Natalia sambil membalas tatapan Madika.
Setelah beberapa saat mereka terbang, kini mereka pun tiba di ibukota kerajaan Sumba.
Saat mereka lewat di atas kota itu, tampak kota itu seperti baru saja terjadi peperangan, dan memang benar, karena beberapa jam yang lalu peperangan terjadi di tempat ini akibat serangan para Niverom yang bahkan datang membawa banyak monster yang berasal dari hutan perburuan hewan monster.
Hal itu pun membuat banyak ksatria Saga harus di kerahkan untuk menghentikan kekacauan tersebut serta untuk melakukan evakuasi terhadap para masyarakat yang ada di kota itu.
Namun saat ini semua monster dan Niverom yang menyerang itu sudah di tumbangkan sejak beberapa jam yang lalu dengan sebuah pasukan khusus yang di kerahkan oleh ayah Natalia yakni Andreas Taunaroso.
Tampak beberapa ksatria Saga sedang melakukan pencarian korban di puing-puing bangunan kota yang di hancurkan oleh monster dan para Niverom saat menyerang.
Tampak sangat banyak ksatria Saga yang kini berhasil menyelamatkan satu persatu masyarakat sipil meskipun banyak dari masyarakat itu kini mengalami luka parah dan sampai ada yang sudah sekarat sehingga harus di bawa ke tempat pengobatan dengan terburu-buru.
Kesibukan terjadi di seluruh tempat yang hancur itu, namun jika di perhatikan, ibukota kerajaan Sumba ini tidak terlalu luas area yang hancur akibat penyerangan karena ksatria di sana bertindak dengan cepat dan berhasil menghentikan pergerakan para Niverom agar tak menyebar lebih luas lagi.
Hal itulah yang membuat kota tersebut tidak banyak yang rusak akibat serang para Niverom dan hewan monster.
"Orang-orang di sini sepertinya sudah terkena serangan dari para Niverom yang datang itu... Tidak ku sangka ternyata para Niverom sampai bertindak sejauh ini!" Ucap Madika sambil mengedarkan pandangannya.
Sementara itu Natalia yang saat ini melihat kondisi kota yang hancur itu kini tampak hanya bisa bersedih ketika ia sempat melihat orang-orang yang saat ini dalam keadaan sekarat dan mengalami luka-luka sampai ada yang kehilangan kaki dan tangannya.
"Mereka semua menderita akibat serangan para Niverom!... Kita harus balas dendam pada para Niverom itu!" Ucap Natalia yang mulai meneteskan air matanya.
"Tenang saja!... Suatu hari nanti! Dia yang di nanti-nantikan akan segera tiba dan membawa Dunia ini kembali pada perdamaian!" Ucap Madika dengan ekspresi yang tampak sangat yakin dan pasti.
__ADS_1
Natalia yang sebenarnya tidak begitu paham siapa dan apa yang Madika maksud kini hanya diam dan kembali mengedarkan pandangannya.
Sementara itu, para ksatria yang sedang melakukan tugas di bawah sana kini langsung terkejut melihat kemunculan mereka, terutama saat mereka melihat sosok seekor naga kuno legendaris sedang terbang di atas mereka.
"Mahluk apa itu?"
"Itu seekor naga!"
"Yang benar saja?!... Itu tampaknya bukan naga biasa!... Auranya terlalu kuat!"
Kini berbagai komentar muncul dari mulut para ksatria bahkan masyarakat sipil yang ada di kota itu.
Bahkan ada pula yang merasa khawatir melihat kemunculan naga kuno legendaris itu karena mereka mengira bahwa naga itu datang menyerang mereka.
Sementara itu, Madika dan yang lainnya kini masih terus bergerak hingga akhirnya mereka pun tiba di istana tersebut.
Tanpa banyak basa-basi, Madika pun langsung terbang menerobos dan mendarat tepat di halaman istana itu.
Beberapa ksatria penjaga yang ada di sana banyak yang terkejut dengan kemunculan Madika dan naga kuno legendaris miliknya.
Namun, begitu mereka mengepung Madika, mereka pun jadi terkejut karena mereka baru menyadari bahwa orang yang mendarat di halaman istana itu adalah Madika dan putri dari kerajaan yang mereka jaga saat ini, yakni Natalia Taunaroso.
"Nona Natalia!" Ucap salah satu ksatria Saga sambil menundukkan tubuhnya dan berlutut satu kaki menghadap ke arah Natalia dan Madika.
Di sisi lain, mereka semua yang juga menyadari akan hal itu kini langsung memberi hormat pada Natalia dan tampak mereka semua langsung berlutut ke arah Natalia.
Sementara itu, Madika kini langsung menoleh ke arah Bunggu. Ia melihat saat ini seluruh siswa dan guru pemandu dari akademi Walawatu telah turun dari tubuh Bunggu.
"Bunggu, gunakan wujud manusiamu!" Ucap Madika memberi perintah.
"Baik tuan!" Jawab Bunggu dengan tenang dan patuh.
__ADS_1
Seketika itu juga Bunggu pun langsung berubah wujud menjadi seorang pria yang memiliki wajah tampak dan perawakan yang cukup perkasa.
Seketika semua yang melihat sosok Bunggu itu jadi terkejut terutama para ksatria Saga yang sedang berlutut di depan Natalia saat ini.
"Na... Naga itu berubah jadi manusia?... Jangan-jangan naga itu adalah salah satu hewan kuno Legendaris yang ada di legenda-legenda sejarah?" Ucap salah satu ksatria Saga.
"Ternyata mahluk itu benar-benar ada!... Pantas saja ia memancarkan aura yang sangat kuat!" Balas ksatria Saga lainnya.
"Tampak sekali!" Ucap guru pemandu saat melihat sosok Bunggu saat ini.
Tidak hanya guru pemandu itu saja, kini Diana dan beberapa siswi lainya juga terlihat terpesona dengan ketampanan Bunggu saat ini.
Tak berselang lama, kini ayah Natalia yakni Andreas Taunaroso beserta kakek Natalia yakni Samon Taunaroso datang menghampiri Madika dan Natalia di halaman istana itu.
"Hahahaha... Sudah ku duga itu adalah kau Madika." Ucap tuan Samon saat baru tiba di depan Madika dan Karina karena dari kejauhan tuan Samon sudah bisa merasakan kehadiran Madika di sekitar kerajaan ini.
"Apa kalian baik-baik saja?" Tanya Andreas pada Madika dan Natalia.
"Kami baik-baik saja ayah." Ucap Natalia sambil mendekati ayah dan kakeknya.
"Bagaimana bisa kalian saling bertemu?" Tanya Andreas saat Natalia sudah berada di depannya.
Baru saja Natalia hendak menjawab, namun tiba-tiba Anton segera menyela.
"Kami bertemu secara kebetulan, tidak ku sangka pertemuan itu membuatku mendapatkan informasi yang mengharuskan ku untuk segera kembali ke sini." Ucap Madika.
"Begitu ya... Ngomong-ngomong... Kenapa perkembanganmu secepat ini?... Kemarin masih elite eh sekarang tau-taunya sudah master saja!... Padahal orang-orang lainnya masih harus merangkak tapi kau bisa secepat ini." Ucap Andreas.
"Itu hanyalah sebuah keberuntungan bagiku." Jawab Madika dengan nada rendah.
Lanjutnya, "Oh iya... Ada sesuatu yang harus ku bicarakan dengan kalian berempat." Ucap Madika memulai pembicaraan yang menjadi tujuannya saat ini.
__ADS_1
Kalau ada yang minat baca karya lainnya bisa cek di profil author ya...