
Kini serigala petir itu telah terkena serangan dari peluru angin Madika.
peluru angin yang besar-nya kira-kira seperti sebuah kepalan tangan orang dewasa itu kini menghantam kepala serigala itu.
DUAAARRR!!!
Terjadi ledakan yang sangat besar di tengah-tengah hutan itu.
ledakan peluru angin itu membuat sebagian kepala si serigala petir itu hancur.
serigala itu kini telah tumbang.
Saat serigala itu berhasil di kalah-kan, kini Madika dan Natalia hanya bisa saling menatap satu sama lain.
"ehm...." gumam Madika sambil menggaruk kepala-nya yang tidak gatal.
Sementara itu, Natalia yang melihat reaksi Madika itu kini langsung berkacak pinggang pinggang.
"kalau tahu begini kenapa tadi kita harus kabur?...
kenapa tidak langsung melawan-nya saja?" ucap Natalia yang terlihat seperti sedang kesal.
"ehm.... itu karena tadi aku tidak yakin apakah kita bisa mengalahkan-nya atau tidak.... lagi pula tidak ku sangka kalau serigala tingkat Elite ini ternyata lemah." ucap Madika.
"masih mau beralasan lagi hah?!" ucap Natalia yang Tempak sedikit marah sambil mendekat-kan tubuh-nya pada Madika.
sementara itu Madika terlihat seperti seorang yang sedang ciut ketika di marahi.
"hehehehe.... maaf." ucap Madika sambil tertawa kecil.
Belum lama berkata seperti itu pada Natalia, kini Madika langsung terlihat terkejut.
ia langsung melebarkan mata-nya dan dengan cepat berdiri tegak di depan Natalia sambil merentang-kan tangan kanan-nya untuk memberi isyarat pada Natalia bahwa ada sesuatu di depan mereka sekaligus untuk segera bersiap melindungi Natalia jika tiba-tiba ada serangan yang datang.
"ada apa?" tanya Natalia yang tampak penasaran dengan apa yang sedang Madika lihat saat ini.
__ADS_1
"kau terlihat sangat waspada, apa ada sesuatu di depan sana?" tanya Natalia lagi.
"dari pada banyak tanya lebih baik kau gunakan teknik pendeteksian agar mengetahui situasi saat ini." ucap Madika tanpa menoleh.
Setelah Madika berkata seperti itu, kini Natalia pun dengan segera melakukan pendeteksian menggunakan Saga-nya.
seketika Natalia pun tampak terkejut karena diri-nya kini merasakan keberadaan energi Nosa di sekeliling mereka.
"seperti-nya kita sedang di kepung!" ucap Madika dengan ekspresi penuh waspada.
Natalia pun kini langsung pasang kuda-kuda untuk bertarung.
Saat ini keberadaan hewan monster bisa mereka rasakan, akan tetapi mereka belum bisa melihat wujud hewan monster itu karena tumbuhan di sekitar mereka cukup rimbun.
"saat ini kalian memang sedang di kepung.... akan tetapi yang mengepung kalian hanya-lah satu ekor serigala petir." ucap tuan Risiwuku.
"apa?!" ucap Madika yang tampak makin terkejut.
"kalian terlalu cepat menyimpul-kan kemenangan, sekarang coba lihat serigala petir yang kalian kalah-kan sebelum-nya." ucap tuan Risiwuku pada Madika.
Lalu Madika pun langsung menoleh ke arah samping tepat di tempat jasad serigala yang ia kalah-kan itu.
"apa maksud-nya ini?!.... bagaimana bisa serigala itu pulih dari luka mematikan itu!... ini sudah melampaui hukum yang ada!.... tidak mungkin mahluk itu abadi!" ucap Madika yang terlihat tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"bukan hewan-nya yang abadi.... hanya saja kalian salah target.... seperti-nya serigala ini sebelum-nya sempat mengguna-kan salah satu jurus terkuat-nya saat masih berada di dalam perisai petir-nya.... hal yang mungkin ia lakukan adalah mengeluarkan jurus yang menyerupai wujud-nya sendiri untuk menahan serangan peluru angin milik-mu, sementara itu, tubuh asli-nya mundur dan menjauh dari jangkauan serangan-mu menggunakan jurus kecepatan milik-nya..... dengan kata lain, serigala petir yang terkena peluru angin-mu itu hanya-lah sebuah jurus yang ia gunakan untuk di adu dengan jurus-mu." ucap tuan Risiwuku memberi penjelasan.
Penjelasan yang di berikan oleh tuan Risiwuku memang fakta yang terjadi saat ini.
apa yang di jelas-kan oleh tuan Risiwuku memang benar ada-nya.
saat di dalam perisai petir-nya, serigala itu menggunakan salah satu jurus terkuat milik-nya.
jurus ini jika di ibarat-kan dengan jurus yang biasa di gunakan oleh pengguna Saga kira-kira sama seperti jurus yang di miliki oleh Natalia. yakni membuat sebuah naga api.
begitu pula dengan serigala itu. hanya saja serigala itu tidak mengambil wujud dari mahluk lain melainkan mengguna-kan wujud diri-nya sendiri.
__ADS_1
Kini salah satu jurus terkuat dari serigala itu telah di aktif-kan, dan tampak banyak serigala petir yang merupakan wujud dari jurus serigala itu mulai bermunculan dari balik semak-semak yang cukup rimbun.
Melihat hal itu Natalia mulai panik. ia tak menyangka akan ada begitu banyak serigala petir tingkat elite yang kini mengepung mereka.
"Madika!.... gunakan lagi jurus langkah dewa angin-mu itu!" ucap Natalia memberi perintah pada Madika dengan ekspresi panik.
"tidak bisa sekarang!.... serigala-serigala ini bukan-lah serigala yang asli!, mereka hanya wujud dari jurus yang di gunakan oleh serigala petir yang asli!, dan saat ini serigala petir yang asli sedang bersembunyi di suatu tempat!.... jika aku mengguna-kan langkah dewa angin sekarang, maka hasil-nya akan sia-sia karena mereka tidak akan ada habis-nya selama serigala yang asli belum di temukan!" ucap Madika menjelas-kan.
"tchi.... kalau begitu kita serang saja semua serigala ini dan kemudian kabur dari tempat ini!" ucap Natalia sambil memunculkan pedang di kedua tangan-nya.
"tunggu dulu! jangan gegabah!.... jika kau asal menyerang bisa-bisa energi saga-mu akan terkuras habis sebelum bisa kabur dari serigala petir ini." ucap Madika.
"kalau begitu apa yang harus kita lakukan sekarang!?" tanya Natalia yang tampak masih panik.
"tetap tenang dan jangan panik." ucap Madika dengan tenang sambil melurus-kan tubuh-nya.
"sekarang gunakan salah satu jurus terkuat-mu untuk melindungi kita!" ucap Madika memberi perintah.
"baiklah!" balas Natalia yang langsung patuh dan percaya pada keputusan Madika.
"selama kau punya cara untuk mengatasi masalah ini maka aku akan melakukan sesuai permintaan-mu!"
Kini Natalia langsung menggunakan jurus perisai naga petir-nya.
mereka berdua pun kini berada di dalam perisai petir yang berbentuk seperti kepala naga itu.
lalu dengan segera Madika pun langsung duduk bersila dan mulai melakukan pendeteksian dengan konsentrasi penuh agar bisa menemukan di mana serigala petir yang asli.
Sementara itu, kini serigala petir dalam jumlah yang banyak itu pun langsung melolong dan dengan cepat melesat ke arah perisai naga petir.
para serigala itu pun langsung mencakar perisai itu .
ketika serangan cakar mereka bersentuhan dengan perisai, tiba-tiba terjadi ledakan yang di hasil-kan dari serangan cakar mereka.
Natalia pun tidak tinggal diam, ia dengan segera mengeluarkan beberapa petir dari perisai naga petir-nya.
__ADS_1
petir-petir itu bisa ia kendalikan dengan sangat bebas layak-nya sebuah tentakel.
lalu Natalia pun mengguna-kan petir-petir itu untuk menyerang serigala petir yang mendekati perisai milik-nya.